<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Giest Blogz &#187; Network</title>
	<atom:link href="http://www.giest.org/tag/network/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.giest.org</link>
	<description>Welcome to Free World</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Apr 2010 04:05:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Pasang Kabel UTP Sendiri</title>
		<link>http://www.giest.org/network/pasang-kabel-utp-sendiri.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/network/pasang-kabel-utp-sendiri.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 16:09:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Giest</dc:creator>
				<category><![CDATA[Network]]></category>
		<category><![CDATA[cable]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[Semua pasti tahu kan kalo yang namanya wired network kalo gak bener kabel ke konektor RJ-45 nya bisa-bisa network gak bakalan jalan. Belum lagi RJ-45 yang cuman sekali pake kalo salah pasang atau kurang pas pemasangan gak bisa dibenerin dan dipake lagi. Sebener nya pemasangan nya mudah banget tapi ternyata gak semua orang tau gimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="postbody">Semua pasti tahu kan kalo yang namanya wired network kalo gak bener kabel ke konektor RJ-45 nya bisa-bisa network gak bakalan jalan. Belum lagi RJ-45 yang cuman sekali pake kalo salah pasang atau kurang pas pemasangan gak bisa dibenerin dan dipake lagi.<br />
Sebener nya pemasangan nya mudah banget tapi ternyata gak semua orang tau gimana cara memasang kabel UTP ke RJ-45 dengan benar dan bahkan lebih banyak lagi yang gak tau apa alasan kabel UTP harus dipasang seperti itu.</span></p>
<p><span class="postbody"><br />
</span><span id="more-201"></span><span class="postbody"> Seperti biasa bakalan rame dengan gambar jadi sabar aja buka nya ya <img title=":D" src="http://www.oprekpc.com/forum/images/smiles/icon_biggrin.gif" border="0" alt=":D" align="top" /> .<br />
Alat dan bahan yang diperlukan</span></p>
<p><span class="postbody"><span style="color: blue;"><span style="font-weight: bold;">Kabel UTP</span></span></span></p>
<p>Kabel UTP sebetulnya ada beberapa kategori yaitu dari kategori 1 &#8211; 7 yang sering digunakan untuk LAN biasanya kategori 5 atau sering disebut cat-5. Berikut ini kegunaan dari kabel kategori 1 &#8211; 7 diambil dari wikipedia.</p>
<ul>
<li>cat 1: sebelumnya dipakai untuk POST (Plain Old Telephone Service) telephone dan ISDN.</li>
<li>cat 2: dipakai untuk token ring network dengan bw 4mbps</li>
<li>cat 3: dipakai untuk data network dengan frequensi up to 16Mhz dan lebih populer untuk pemakaian 10mbps</li>
<li>cat 4: Frequensi up to 20Mhz dan sering dipakai untuk 16mbps token ring network.</li>
<li>cat 5: Frequensi up to 100Mhz dan biasa dipakai untuk network dengan kecepatan 100Mbps tetap kemungkinan tidak cocok untuk gigabyte ethernet network.</li>
<li>cat 5e: Frequensi dan kecepatan sama dengan cat-5 tetapi lebih support gigabyte ethernet network.</li>
<li>cat 6: Memiliki kecepatan up to 250Mbps atau lebih dari dua kali cat-5 dan cat-5e</li>
<li>cat 6a: Kabel masa depan untuk kecepatan up to 10Gbps</li>
<li>cat 7: di design untuk bekerja pada frequensi up to 600Mhz.</li>
</ul>
<p>Berikut ini contoh gambar kabel UTP yang sudah dipasang konektor, kabel cat-5e dalam keadaan terkupas dan kabel cat-6.</p>
<p><img class="alignnone" title="Cat 5 Network Cable" src="http://i66.photobucket.com/albums/h252/oprekpc/balthaZor/cat5_network_cable.png" alt="" width="294" height="188" /> <img class="alignnone" style="margin: 2px;" src="http://i66.photobucket.com/albums/h252/oprekpc/balthaZor/fs-tp100blu.jpg" alt="" width="185" height="280" /></p>
<p><span class="postbody"><span style="color: blue;"><span style="font-weight: bold;">RJ-45 Connector</span></span></span></p>
<p>Setelah anda tahu jenis-jenis kabel sekarang konektor RJ-45 biar gak pusing ini gambarnya dan perbedaan nya dengan RJ-11 yang juga sering ditemukan dipasaran.</p>
<p>Gambar RJ-45 dengan 8 pin</p>
<p><img class="alignnone" src="http://i66.photobucket.com/albums/h252/oprekpc/balthaZor/rj-45.jpg" alt="" width="300" height="200" /></p>
<p>Lokasi Pin No 1</p>
<p><img class="alignnone" src="http://i66.photobucket.com/albums/h252/oprekpc/balthaZor/rj45pinout.gif" alt="" width="138" height="103" /></p>
<p>Dengan posisi seperti dibawah pin no 1 adalah pin yang paling kiri (dilihat dari posisi anda)</p>
<p><img class="alignnone" src="http://i66.photobucket.com/albums/h252/oprekpc/balthaZor/rj45-plug-empty.jpg" alt="" width="254" height="190" /></p>
<p><span class="postbody"><span style="color: blue;"><span style="font-weight: bold;">Crimp Tool</span></span></span></p>
<p>Crimp tool / Crimping tool adalah alat untuk memasang kabel UTP ke konektor RJ-45 / RJ-11 tergantung kebutuhan. Bentuknya macam-macam ada yang besar dengan fungsi yang banyak, seperti bisa memotong kabel, mengupas dan lain sebagainya. Ada juga yang hanya diperuntukan untuk crimp RJ-45 atau RJ-11 saja. Contoh gambarnya seperti ini.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://i66.photobucket.com/albums/h252/oprekpc/balthaZor/crimptool.gif" alt="" width="200" height="200" /></p>
<p><span class="postbody"><span style="color: blue;"><span style="font-weight: bold;">Kabel Tester</span></span></span></p>
<p>Supaya anda yakin bahwa pemasangan kabel ke konektor sudah ok lebih baik kalau anda juga memiliki cable tester seperti berikut ini. Perbedaan diatara dua testerdibawah ini adalah yang satu memakai satu led untuk satu pair sementara yang satu lagi satu led untuk satu kabel. Untuk pemula lebih mudah untuk mempergunakan yang type satu led per kabel karena anda tidak akan dibuat pusing <img title=":D" src="http://www.oprekpc.com/forum/images/smiles/icon_biggrin.gif" border="0" alt=":D" align="top" /> . Kemudian tester yang lebih kecil adalah remote cable tester yang dipakai apabila kabel yang di test panjang dan kedua ujung nya tidak berdekatan (misalnya ada diruangan yang berbeda). Cara penggunaannya adalah dengan memasang ujung kabel yang satu ke TX di cable tester yang besar kemudian set auto, kemudian di ujung yang lain kita pasang remote cable tester. Setelah itu anda cukup melihat remote cable tester saja. Apabila menyala berarti kabel terkoneksi dengan baik sementara apabila mati berarti kabel terputus.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://img261.imageshack.us/img261/4458/testerandtooltj1.jpg" alt="" width="264" height="246" /> <img class="alignnone" src="http://img505.imageshack.us/img505/7774/digitallcddisplaynetworbz6.jpg" alt="" width="192" height="277" /></p>
<p><span class="postbody">Sedikit catatan: hasil test dengan menggunakan kabel tester tidak berarti menunjukan bahwa kabel tersebut bisa berfungsi dengan baik. Jarak maksimum 100meter dari kabel cat-5e kadang apabila di test dengan cable tester akan tetap menghasilkan nilai baik pada jarak lebih dari 100meter sementara ketika dialiri data koneksi terputus karena kabel terlalu panjang. </span></p>
<p>Tone Generator</p>
<p><span class="postbody">Alat yang berikutnya adalah tone generator yang mampu melakukan tracing di posisi mana kabel putus. Sangat berguna apabila anda tidak menginginkan untuk mengganti seluruh kabel ketika ada kerusakan. </span></p>
<p><img class="alignnone" src="http://i66.photobucket.com/albums/h252/oprekpc/balthaZor/400-011.jpg" alt="" width="337" height="287" /></p>
<p><span class="postbody"><span style="color: blue;"><span style="font-weight: bold;">Susunan kabel standar menurut warna pada posisi stright dan pada posisi cross</span></span></span></p>
<p>Setelah anda tahu alat-alat yang diperlukan untuk pemasangan kabel UTP ke RJ-45 soket, sekarang ada istilah dalam stright dan crossover dalam cabling.<br />
Dari 8 kabel (4 pair) UTP kabel, yang terpakai sebetulnya hanya 4 kabel (dua pair). dua kabel untuk TX atau transfer data dan dua kabel untuk RX atau menerima data. Walaupun hanya empat kabel yang terpakai, kita tidak boleh sembarangan mengambil kabel mana saja yang akan dipakai. Kabel yang dipakai haruslah dua pair atau dua pasang. Tanda kabel satu pasang adalah kabel tersebut saling melilit dan memiliki warna / stripe yang sama. Menurut standar TIA/EIA-568-B pasangan kabel yang dipakai adalah pasangan orange-orange putih dan hijau-hijau putih.<br />
Sementara pin yang dipakai dari delapan pin yang dimiliki RJ-45 yang terpakai adalah Pin nomor 1-2-3-6 sementara nomor 4-5-7-8 tidak terpakai untuk transfer dan receive data Alias nganggur.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://i66.photobucket.com/albums/h252/oprekpc/balthaZor/rj45-straight.png" alt="" width="166" height="288" /> <img class="alignnone" src="http://i66.photobucket.com/albums/h252/oprekpc/balthaZor/rj45-crossover.png" alt="" width="166" height="288" /></p>
<p><span class="postbody"><span style="color: blue;"><span style="font-weight: bold;">Susunan kabel berdasar TX dan RX</span></span></span></p>
<p>Crossover / cross cable adalah kabel yang secara manual maping signal output pada satu konektor ke input di konektor yang satu nya lagi atau TX + dari satu konektor di Maping ke RX + di konektor yang lain dan TX &#8211; di konektor yang satu ke RX &#8211; di konektor yang lain.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://i66.photobucket.com/albums/h252/oprekpc/balthaZor/txrx.png" alt="" width="365" height="222" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://i66.photobucket.com/albums/h252/oprekpc/balthaZor/2007-08-12_-225.17PM.png" alt="" width="501" height="249" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://i66.photobucket.com/albums/h252/oprekpc/balthaZor/2007-08-12_-226.12PM.png" alt="" width="502" height="249" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://i66.photobucket.com/albums/h252/oprekpc/balthaZor/2007-08-12_-226.43PM.png" alt="" width="545" height="230" /></p>
<p><span class="postbody">Cross cable biasa dipakai untuk koneksi dari PC to PC / PC to Router, Pokoknya semua koneksi dari alat yang biasanya koneksi melalui switch atau hub tetapi dipasang secara langsung. Berikut ini contoh posisi kabel dalam kondisi crossover.</span></p>
<p>Gambar paling kiri adalah posisi warna pada satu sisi dan sisi yang lainnya berdasarkan standar internasional T568A dan T568B. Nomor konektor dihitung dari sebelah kiri dengan kondisi konektor bagian pinnya menghadap kita.</p>
<p>Gambar tengah adalah contoh kabel cross yang sudah jadi dan gambar berikutnya adalah contoh cross over adapter yaitu alat yang bisa membuat stright cable menjadi cross apabila anda tidak ingin merubah konektor dengan cara memotong nya.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://i66.photobucket.com/albums/h252/oprekpc/balthaZor/crosscable.png" alt="" width="415" height="304" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://i66.photobucket.com/albums/h252/oprekpc/balthaZor/739px-vergleich_2von2_crossoverkabe.gif" alt="" width="414" height="335" /></p>
<p><img class="alignnone" src="http://i66.photobucket.com/albums/h252/oprekpc/balthaZor/800px-crossover_adapter_dsc01805.jpg" alt="" width="410" height="307" /></p>
<p><span class="postbody">Sementara untuk stright cable anda tidak perlu repot memikirkan cross over anda cukup menyamakan posisi kabel di satu sisi dengan sisi lainnya.</span></p>
<p><span style="color: blue;"><span style="font-weight: bold;">Tips untuk memasang Kabel ke Konektor</span></span></p>
<ol type="1">
<li>Siapkan semua peralatan terutama kabel, konektor RJ-45 dan Crimping tool.</li>
<li>Kupas bagian luar kabel (pembungkus kabel-kabel kecil) kira-kira sepanjang 1 cm dengan menggunakan pengupas kabel yang biasanya ada pada crimp tool (bagian seperti dua buah silet saling berhadapan itu untuk mengupas)</li>
<li>Susun kabel sesuai dengan keperluan. Untuk konektor pertama selalu susun dengan susunan standar untuk Stright atau T568A. Apabila anda merasa kurang nyaman dengan susunan kabel coba tarik sedikit semua kabel yang telah dikupas sementara tangan yang satu lagi memegang bagian kabel yang tidak terkupas. Kemudian susun kembali dengan cara memelintir dan membuka lilitan pasangan kabel.</li>
<li>Rapihkan susunan kabel dengan cara menekan bagian yang dekat dengan pembungkus kabel supaya susunan kabel terlihat rata.</li>
<li>Potong ujung-ujung kabel yang tidak rata dengan pemotong kabel (bagian yang hanya memiliki satu buah pisau dan satu bagian lagi datar pada crimp tool adalah pemotong kabel) sampai rapih. Usahakan jarak antara pembungkus kabel sampai ujung kabel tidak lebih dari 1cm.</li>
<li>Dengan tetap menekan perbatasan antara kabel yang terbungkus dan kabel yang tidak terbungkus, coba masukan kabel ke konektor RJ-45 sampai ujung-ujung kabel terlihat dibagian depan konektor RJ-45. Kalau masih belum coba terus ditekan sambil dipastikan posisi kabel tidak berubah.</li>
<li>Setelah anda yakin posisi kabel tidak berubah dan kabel sudah masuk dengan baik ke konektor RJ-45 selanjutnya masukan konektor RJ-45 tersebut ke crimpt tool untuk di pres. Ketika konektor dalam kondisi didalam crimp tool anda bisa memastikan kembali kabel sudah sepenuhnya menyentuh bagian dapet RJ-45 dengan cara mendorong kabel kedalam RJ-45. Pastikan juga bahwa bagian pembungkus kabel sebagian masuk kedalam konektor RJ-45.</li>
<li>Kemudian anda bisa menekan crimp tool sekuat tenaga supaya semua pin RJ-45 masuk dan menembus pelindung kabel UTP yang kecil. Apabila anda kurang kuat menekan kemungkinan kabel UTP tidak tersobek oleh pin RJ-45 sehingga kabel tersebut tidak konek. Dan apabila pembungkus bagian luar tidak masuk kedalam konektor RJ-45, apabila kabel tersebut sering digerak-gerakan, kemungkinan besar posisi kabel akan bergesar dan bahkan copot.</li>
<li>Lakukan langkah-langkah diatas untuk ujung kabel yang satu nya lagi.</li>
<li>Apabila anda yakin sudah memasang kabel UTP ke RJ-45 dengan kuat selanjutnya adalah test dengan menggunakan LAN tester apabila ada. Apabila anda tidak memiliki LAN tester jangan takut anda cukup melihat kembali kabel yang sudah terpasang, memastikan bahwa anda sudah cukup kuat memasang nya dan semua ujung kabel terlihat dari bagian depan RJ-45 maka hampir bisa dipastikan pemasangan kabel UTP tersebut sukses.</li>
<li>Silahkan di coba dan good luck <img title=":)" src="http://www.oprekpc.com/forum/images/smiles/icon_smile.gif" border="0" alt=":)" align="top" /></li>
</ol>
<p>Catatan: kebanyakan sumber gambar diambil dari WIKIPEDIA dan beberapa gambar didapat dengan cara search dari google <img title=":)" src="http://www.oprekpc.com/forum/images/smiles/icon_smile.gif" border="0" alt=":)" align="top" /></p>
<p>Special thanks buat balthazor di oprekpc.com yang sudah menyimpan image-image diatas di photobucket.. tanpa anda image diatas pasti sudah hilang <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.giest.org%2Fnetwork%2Fpasang-kabel-utp-sendiri.html&amp;t=Pasang%20Kabel%20UTP%20Sendiri%20" id="facebook_share_both_201" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_201') || document.getElementById('facebook_share_icon_201') || document.getElementById('facebook_share_both_201') || document.getElementById('facebook_share_button_201');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_201') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	<center><script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=28399" type="text/javascript"></script></center>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/network/pasang-kabel-utp-sendiri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dasar TCP / IP</title>
		<link>http://www.giest.org/network/dasar-tcp-ip.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/network/dasar-tcp-ip.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 14:45:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Giest</dc:creator>
				<category><![CDATA[Network]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[IP Address adalah alamat yang iberikan ke jaringan dan peralatan jaringan yang menggunakan protocol TCP/IP. IP Address terdiri dari 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.16.10.1. Oleh karena protocol IP adalah protocol yang paling banyak dipakai untuk meneruskan (routing) informasi didalam jaringan komputer satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoBodyText">IP Address adalah alamat yang iberikan ke jaringan dan peralatan jaringan yang menggunakan protocol TCP/IP. IP Address terdiri dari 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.16.10.1.</p>
<p class="MsoBodyText"><span id="more-140"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Oleh karena protocol IP adalah protocol yang paling banyak dipakai untuk meneruskan (routing) informasi didalam jaringan komputer satu dengan lain, maka kita harus benar-benar memahami IP address ini. Namun pengertian IP address dan subnetting sering agak membingungkan pemakai. Oleh sebab itu dalam disini akan diuraikan tahap demi tahap konsep IP address tersebut dengan harapan agar anda dapat mengerti cara penggunaan nya dengan baik.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Mengubah Angka Biner ke Desimal.</strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Sebelum menggunakan IP address, pertama-tama yang perlu anda harus ketahui adalah cara mengubah angka biner ke desimal dan sebaliknya. Cara yang termudah adalah dengan memperhatikan langkah-langkah dibawah ini.</p>
<p class="MsoBodyText">Setiap angka biner 1 tergantung pada posisinya didalam kelompok binernya, memiliki nilai desimal tertentu seperti tampak pada table berikut</p>
<table class="MsoNormalTable" style="border: medium none; border-collapse: collapse; height: 27px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="500">
<tbody>
<tr>
<td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.4pt;" width="103" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong>Binner</strong></p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 49.2pt;" width="66" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">1</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 49.2pt;" width="66" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">1</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 49.2pt;" width="66" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">1</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 49.2pt;" width="66" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">1</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 49.2pt;" width="66" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">1</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 49.2pt;" width="66" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">1</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 49.2pt;" width="66" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">1</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 49.2pt;" width="66" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">1</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 77.4pt;" width="103" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong>Desimal</strong></p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 49.2pt;" width="66" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">128</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 49.2pt;" width="66" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">64</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 49.2pt;" width="66" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">32</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 49.2pt;" width="66" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">16</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 49.2pt;" width="66" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">8</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 49.2pt;" width="66" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">4</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 49.2pt;" width="66" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">2</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 49.2pt;" width="66" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">1</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal">Angka binner 0 memiliki nilai 0 dengan menghitung angka desimal yang bersangkutan maka akan dapat diketahui nilai desimal dari kelompok binner yang bersangkutan.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Contoh : 11001011</p>
<table class="MsoNormalTable" style="border: medium none; width: 383.4pt; border-collapse: collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="511">
<tbody>
<tr>
<td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.4pt;" width="103" valign="top"><strong>Binner</strong></td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 28.8pt;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">1</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 25.2pt;" width="34" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">1</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 27pt;" width="36" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">0</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 27pt;" width="36" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">0</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 27pt;" width="36" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">1</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 27pt;" width="36" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">0</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 27pt;" width="36" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">1</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 27pt;" width="36" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">1</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" width="120" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">Jml Desimal</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 77.4pt;" width="103" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong>Desimal</strong></p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 28.8pt;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">128</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 25.2pt;" width="34" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">64</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 27pt;" width="36" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">0</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 27pt;" width="36" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">0</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 27pt;" width="36" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">8</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 27pt;" width="36" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">0</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 27pt;" width="36" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">2</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 27pt;" width="36" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">1</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" width="120" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">= 203</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Contoh : 00111101</p>
<table class="MsoNormalTable" style="border: medium none; width: 383.4pt; border-collapse: collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="511">
<tbody>
<tr>
<td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 77.4pt;" width="103" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong>Binner</strong></p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 28.8pt;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">0</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 25.2pt;" width="34" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">0</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 27pt;" width="36" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">1</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 27pt;" width="36" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">1</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 27pt;" width="36" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">1</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 27pt;" width="36" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">1</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 27pt;" width="36" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">0</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 27pt;" width="36" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">1</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" width="120" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">Jml Desimal</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 77.4pt;" width="103" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong>Desimal</strong></p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 28.8pt;" width="38" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">0</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 25.2pt;" width="34" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">0</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 27pt;" width="36" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">32</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 27pt;" width="36" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">16</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 27pt;" width="36" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">8</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 27pt;" width="36" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">4</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 27pt;" width="36" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">0</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 27pt;" width="36" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">1</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" width="120" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">= 61</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p><strong>Mengubah angka Desimal ke Biner</strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Contoh : 203</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">203 : 2 <span> </span>= 101 <span> </span>sisa 1</p>
<p class="MsoNormal">101 : 2 <span> </span>= 50 <span> </span>sisa 1</p>
<p class="MsoNormal">50 : 2<span> </span>= 25 <span> </span>sisa 0</p>
<p class="MsoNormal">25 : 2 <span> </span>= 12 <span> </span>sisa 1</p>
<p class="MsoNormal">12 : 2 <span> </span>= 6 <span> </span>sisa 0</p>
<p class="MsoNormal">6 : 2 <span> </span>= 3 <span> </span>sisa 0</p>
<p class="MsoNormal">3 : 2 <span> </span>= 1 <span> </span>sisa 1</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>sisa 1</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">ditulis kedalam biner sisa pembagian dari bawah ke atas menjadi 11001011</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Contoh : 61</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">61 : 2<span> </span>= 30 <span> </span>sisa 1</p>
<p class="MsoNormal">30 : 2 <span> </span>= 15 <span> </span>sisa 0</p>
<p class="MsoNormal">15 : 2<span> </span>= 7<span> </span>sisa 1</p>
<p class="MsoNormal">7 : 2<span> </span>= 3 <span> </span>sisa 1</p>
<p class="MsoNormal">3 : 2<span> </span>= 1 <span> </span>sisa 1</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>sisa 1</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">ditulis kedalam biner sisa pembagian dari bawah ke atas menjadi 111101</p>
<p class="MsoNormal">
<p><strong>Kelas IP Address</strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal">Seperti yang telah dijelaskan atas, IP address terdiri dari 32 bit angka biner yang dapat ditulis dalam empat kelompok terdiri atas 8 bit (oktet) dengan dipisah oleh tanda titik. Contohnya adalah seperti berikut ini :</p>
<p class="MsoNormal">11000000.00010000.00001010.00000001</p>
<p class="MsoNormal">atau dapat juga ditulis dalam bentuk empat kelompok angka desimal (0-255) seperti contoh berikut :</p>
<p class="MsoNormal">192.16.10.1</p>
<p class="MsoNormal">atau secara simbolik dapat ditulis sebagai 4 kelompok angka sebagai berikut :</p>
<p class="MsoNormal">w.x.y.z</p>
<p class="MsoBodyText">IP Address terdiri dari 2 bagian yaitu network ID dan host ID, dimana network ID menentukan alamat dari jaringan dan host ID menentukan dari peralatan jaringan. Oleh karena itu IP address memberikan alamat lengkap dari suatu peralatan jaringan beserta alamat jaringan dimana peralatan itu berada. Ini sama ibaratnya dengan pemberian alamat rumah dimana tempat tinggal kita berada.</p>
<p class="MsoNormal">Dalam contoh ini, alamat jaringan (network ID) yang sering juga disebut network address adalah 192.16.10.0 yang merupakan nama jalan. Sedangkan alamat lengkap atau IP address dari masing-masing server dan workstation adalah 192.16.10.1, 192.16.10.2, 192.168.10.3, dan 192.168.10.4.</p>
<p class="MsoNormal">Berapa kelompok angka yang termasuk network ID dan berapa yang termasuk host ID, bergantung kepada kelas dari IP address yang dipakai. Untuk mempermudah pemakaian, bergantung pada kebutuhan si pemakai. Oleh sebab itu IP address dibagi dalam tiga kelas seperti tampak pada table berikut.</p>
<p class="MsoNormal">
<table class="MsoNormalTable" style="border: medium none; border-collapse: collapse; height: 53px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="522">
<tbody>
<tr>
<td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 59.4pt;" width="79" align="center" valign="top"><strong>Kelas</strong></td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" align="center" valign="top"><strong>Network ID</strong></td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" align="center" valign="top"><strong>Host ID</strong></td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 129.6pt;" width="173" align="center" valign="top"><strong>Default Subnet Mask</strong></td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 59.4pt;" width="79" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">A</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">W.</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right">X.Y.Z</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 129.6pt;" width="173" valign="top">
<p class="MsoNormal">255.0.0.0</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 59.4pt;" width="79" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">B</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">W.X</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right">Y.Z</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 129.6pt;" width="173" valign="top">
<p class="MsoNormal">255.255.0.0</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 59.4pt;" width="79" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">C</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">W.X.Y</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right">Z</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 129.6pt;" width="173" valign="top">
<p class="MsoNormal">255.255.255.0</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Untuk menandai kelas satu dengan kelas yang lain, maka dibuat beberapa peraturan sebagai berikut :</p>
<p class="MsoNormal">
<ul style="margin-top: 0cm;" type="disc">
<li class="MsoNormal">Oktet      pertama dari kelas A harus dimulai dengan angka biner 0.</li>
<li class="MsoNormal">Oktet      pertama dari kelas B harus dimulai dengan angka biner 10.</li>
<li class="MsoNormal">Oktet      pertama dari kelas C harus dimulai dengan angka biner 110.</li>
</ul>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Oleh sebab itu, IP address dari masing-masing kelas harus dimulai dengan angka desimal tertentu pada oktet pertama, seperti terlihat pada Tabel berikut ini :</p>
<p class="MsoNormal">
<table class="MsoNormalTable" style="border: medium none; border-collapse: collapse; height: 53px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="531">
<tbody>
<tr>
<td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" align="center"><strong>KELAS</strong></td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" align="center"><strong>RANGE</strong></td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><strong>Maksimum   Network</strong></p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><strong>Max Host / Network</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">A</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">1-126</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">127</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">16777214</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">B</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">128-191</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">16384</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">65534</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center">C</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">192-223</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">2097152</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">254</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Disamping itu ada beberapa peraturan yang harus diketahui yaitu :</p>
<ul style="margin-top: 0cm;" type="disc">
<li class="MsoNormal">Angka      127 dioktet pertama digunakan untuk loopback</li>
<li class="MsoNormal">Network      ID tidak boleh semuanya terdiri dari angka 0 atau 1</li>
<li class="MsoNormal">Host      ID tidak boleh semuanya terdiri dari angka 0 atau 1</li>
</ul>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Agar jaringan dapat mengetahui kelas mana yang dipakai oleh IP address, dipergunakan default subnet mask. setiap IP address harus memiliki default subnet mask. Angka desimal 255 atau biner 11111111 dari default subnet mask menandakan bahwa oktet yang bersangkutan dari IP address adalah untuk network ID. Sedangkan angka desimal 0 atau biner 00000000 dari default subnet mask menandakan bahwa oktet yang bersangkutan dari IP address adalah untuk host ID.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Contoh :</p>
<p class="MsoNormal">1. IP address<span> </span>25.20.5.31</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Default subnet mask<span> </span>255.0.0.0</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><span> </span>Berada dikelas A</p>
<p class="MsoNormal">2. IP address<span> </span>172.20.5.31</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Default subnet mask<span> </span><span> </span>255.255.0.0</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Berada dikelas B</p>
<p class="MsoNormal">3. IP address<span> </span>195.20.5.31</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Default subnet mask<span> </span>255.255.255.0</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span>Berada dikeasl C</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Jadi untuk menentukan kelas suatu IP bisa langsung dilihat dari oktet pertama IP tersebut (contoh : <strong>195.</strong>20.5.31)</p>
<p class="MsoNormal">Jika diperhatikan, kelas A memberikan paling sedikit jumlah network ID dan sangat banyak host ID nya. Hal ini karena hanya oktet pertama yang dipakai sebagai network ID, sedangkan ketiga oktet lainnya<span> </span>dipakai untuk host ID, kelas B memberikan jumlah yang sama untuk network ID dan host ID, sedangkan kelas C memberikan jumlah jumlah yang paling banyak untuk network ID dan hanya sedikit untuk host ID.<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal">Idalam dunia Internet, IP address ini dipergunakan untuk memberikan alamat pada suatu situs. Misalnya east-timor.org mempunyai address 202.160.244.10. Agar pemakaian IP address ini seragam diseluruh dunia, maka pemberian IP address untuk digunakan diatur oleh sebuah badan internasional yang bernama <strong>internic</strong>. Dalam pemberian IP address ini, internic hanya memberikan IP address dengan network ID saja, sedangkan host ID nya diatur oleh pemilik IP addres tersebu. System yang mengatur translasi antara suatu nama situs dengan suatu IP address alainya disebut DNS (Domain Name System). Jadi seperti contoh diatas nama situs east-timor.org ditranslasikan oleh DNS sebagai 202.160.244.10.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Catatan : untuk pemakaian IP address yang tidak terhubung dengan Internet tidak memerlukan izin dari internic.</p>
<p class="MsoNormal">
<p><strong>Broadcast</strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal">Seperti telah dibahas diatas, bit-bit dari network ID maupun host ID tidak boleh semuanya berupa angka biner 0 atau 1. Apabila semua network ID dan host ID semuanya berupa angka biner 1, yang dapat ditulis sebagai 255.255.255.255 maka alamat ini disebut <em>flooded broadcast.</em></p>
<p class="MsoNormal">Jika host ID semua berupa angka biner 0, IP address ini menyatakan alamat network dari jaringan yang bersangkutan. Jika host ID semuanya berupa angka 1, maka IP address ini ditujukan untuk semua host didalam jaringan yang bersangkutan yang dipergunakan untuk mengirim pesan (broadcast) kepada semua host yang berada didalam jaringan local.</p>
<p class="MsoNormal">
<p><strong>SUBNETING</strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal">Jika seorang pemilik sebuah IP address kelas B misalnya dengan network ID 130.200.0.0 memerlukan lebih dari 1 network ID,<span> </span>maka ia harus mengajukan permohonan ke Internic untuk mendapatkan IP address baru. Namun persediaan IP address pada saat ini sangat terbatas karena menjamurnya jumlah situs-situs di internet. Untuk mengatasi kesulitan ini dan menghindarkan banyak nya pengajuan baru ke Internic, munculah suatu teknik untuk memperbanyak network ID dari satu network ID yang sudah ada. Hal ini dinamakan subnetting, dimana sebagian Host ID dikorbankan untuk dipakai dalam membuat network tambahan.</p>
<p class="MsoNormal">Sebagai contoh : IP address 130.200.0.0 (100000010.11001000.00000000.00000000) dengan default subnet mask 255.255.0.0 untuk mempelajari subnetting sekarang misalnya kita ingin memiliki 2 network ID dari IP address yang telah kita miliki. Untuk itu kita Mask 2 bit dari host ID tersebut, maka sekarang kita memiliki empat kombinasi 00, 01, 10, dan 11 tetapi karena 00 dan 11 semuanya 0 atau semua 1 yang menurut peraturan IP address tidak diizinkan, maka tinggal 2 kombinasi 01 dan 10 saja yang bisa dipakai untuk subnet.</p>
<p class="MsoNormal">Sekarang perhatikan apa yang terjadi dengan default subnet mask 255.255.0.0 atau 11111111.11111111.00000000.00000000 dimana 2 bit teratas host ID diselubung (mask) untuk menjadi bagian dari network ID. Subnet mask yang baru sekarang menjadi 255.255.192.0</p>
<p class="MsoNormal">Dengan demikian kita telah membuat dua network ID baru</p>
<p class="MsoNormal">10000010.11001000.01XXXXXX.XXXXXXXX dan</p>
<p class="MsoNormal">10000010.11001000.10XXXXXX.XXXXXXXX</p>
<p class="MsoNormal">dengan subnet mask baru :</p>
<p class="MsoNormal">11111111.11111111.11000000.00000000 atau 255.255.192.0</p>
<p class="MsoNormal">dimana X adalah angka 0 atau 1 untuk membuat host ID yang memenuhi peraturan-peraturan IP address. Oleh sebab itu kelompok IP address dibawah ini tersedia untuk dua bit yang diselubung (mask).</p>
<p class="MsoNormal">Kelompok pertama adalah :</p>
<p class="MsoNormal">10000010.11001000.01000000.00000001 atau 130.200.64.1</p>
<p class="MsoNormal">sampai</p>
<p class="MsoNormal">10000010.11001000.10000000.00000001 atau 130.200.127.254</p>
<p class="MsoNormal">kelompok kedua adalah :</p>
<p class="MsoNormal">10000010.11001000.10000000.00000001 atau 130.200.128.1</p>
<p class="MsoNormal">sampai</p>
<p class="MsoNormal">10000010.11001000.10111111.11111110 atau 130.200.191.254</p>
<p class="MsoNormal">selain dengan menggunakan cara diatas untuk menentukan kelompok subnet, ada cara yang lebih singkat yang dapat kita lakukan sebagai berikut :</p>
<p class="MsoNormal">Misalnya kita menggunakan kelas B network ID 130.200.0.0 dengan subnet mask 255.255.221.0 dimana oktet ketiga diselubung dengan 224. Hitung dengan rumus 256-224 = 32. Maka kelompok subnet yang dapat dipakai adalah kelipatan 32 yaitu 32, 64, 128, 160, dan 192.</p>
<p class="MsoNormal">Dengan demikian kelompok IP adess yang dapat dipakai adalah :<br />
130.200.32.1 sampai 130.200.63.254</p>
<p class="MsoNormal">130.200.64.1 sampai 130.200.95.254</p>
<p class="MsoNormal">130.200.96.1 sampai 130.200.127.254</p>
<p class="MsoNormal">130.200.128.1 sampai 130.200.159.254</p>
<p class="MsoNormal">130.200.160.1 sampai 130.200.191.254</p>
<p class="MsoNormal">130.200.192.1 sampai 130.200.223.254</p>
<p class="MsoNormal">Disamping penulisan IP address yang umum, dikenal pula penulisan IP address dengan notasi yang lebih singkat seperti dibawah ini :</p>
<p class="MsoNormal">IP address 130.200.10.1 dengan subnet mask 255.255.0.0 dapat ditulis secara singkat sebagai 130.200.10.1/16 Angka 16 dibelakang garis miring menandakan bahwa 16 bit dari subnet mask diselubung dengan angka biner 1, yaitu</p>
<p class="MsoNormal">11111111.11111111.00000000.00000000</p>
<p class="MsoNormal">Notasi penulisan singkat ini juga berlaku untuk IP address yang menggunakan metode subneting seperti contoh dibawah ini :</p>
<p class="MsoNormal">IP address 172.16.10.1 dengan subnet mask 255.255.255.0 dapat ditulis secara singkat sebagai 172.16.10.1/24. Angka 24 dibelakang garis miring menandakan bahwa 24 bit dari subnet mask diselubung dengan angka biner 1, yaitu</p>
<p class="MsoNormal">1111111.11111111.11111111.00000000 atau 255.255.255.0</p>
<p class="MsoNormal">Dari penjelasan dan contoh diatas, kita telah mempelajari bahwa dengan subnetting, Kita dapat menyelubung dua atau lebih bit-bit host ID selama masih tersedia bit yang dapat diselubung. Semakin banyak bit yang diselubung, semakin banyak pula network ID yang dapat kita buat. Namun demikian jumlah host ID nya akan berkurang seperti pada table berikut ini.</p>
<p class="MsoNormal">
<table class="MsoNormalTable" style="border: medium none; border-collapse: collapse; height: 395px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="488">
<tbody>
<tr style="page-break-inside: avoid;">
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 221.4pt;" colspan="2" width="295" valign="top"></td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 221.4pt;" colspan="2" width="295" valign="top"></td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p align="center">
<p class="MsoNormal" align="center"><strong># bit masked</strong></p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p align="center">
<p class="MsoNormal" align="center"><strong>#subnet</strong></p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" align="center" valign="top"><strong>SUBNET MASK</strong></td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal"><strong>#host / subnet</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">1</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">Invalid</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">Invalid</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">-</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">2</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">2</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">255.192.0.0</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">4194302</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">3</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">6</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">255.224.0.0</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">2097150</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">4</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">14</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">255.240.0.0</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">1048574</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">5</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">30</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">255.248.0.0</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">524286</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">6</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">62</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">255.252.0.0</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">262142</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">7</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">126</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">255.254.0.0</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">131070</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">8</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">254</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">255.255.0.0</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">65534</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">9</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">510</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">255.255.128.0</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">32766</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">10</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">1022</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">255.255.192.0</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">16382</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">11</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">2046</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">255.255.224.0</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">8910</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">12</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">4094</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">255.255.240.0</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">4094</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">13</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">8910</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">255.255.248.0</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">2046</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">14</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">16382</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">255.255.252.0</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">1022</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">15</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">32766</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">255.255.254.0</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">510</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">16</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">65534</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">255.255.255.0</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">254</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">17</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">131070</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">255.255.255.128</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">126</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">18</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">262142</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">255.255.255.192</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">62</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">19</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">524286</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">255.255.255.224</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">30</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">20</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">1048574</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">255.255.255.240</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">14</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">21</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">2097150</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">255.255.255.248</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">6</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">22</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">4194302</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">255.255.255.252</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">2</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">23</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">-</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">255.255.255.254</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">Invalid</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">24</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">-</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">255.255.255.255</p>
</td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top">
<p class="MsoNormal">Invalid</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top"></td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top"></td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top"></td>
<td style="padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" width="148" valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Note: Artikel ini sudah bertahun-tahun ada di folder data lama, Saya mengetiknya udah lama banget sampe sumber asli nya udah lupa lagi. Yang pasti sumber asli nya itu sebuah buku networking yang judul dan pengarang nya sudah lupa.</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.giest.org%2Fnetwork%2Fdasar-tcp-ip.html&amp;t=Dasar%20TCP%20%2F%20IP" id="facebook_share_both_140" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_140') || document.getElementById('facebook_share_icon_140') || document.getElementById('facebook_share_both_140') || document.getElementById('facebook_share_button_140');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_140') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/network/dasar-tcp-ip.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
