<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Giest Blogz &#187; console</title>
	<atom:link href="http://www.giest.org/tag/console/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.giest.org</link>
	<description>Welcome to Free World</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Apr 2010 04:05:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Mengeksekusi .app di mac</title>
		<link>http://www.giest.org/mac/mengeksekusi-app-di-mac.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/mac/mengeksekusi-app-di-mac.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 04:41:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mac]]></category>
		<category><![CDATA[command]]></category>
		<category><![CDATA[console]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/?p=431</guid>
		<description><![CDATA[Catatan gaptek untuk hari ini adalah, saya menginstall zenoss untuk monitoring tetapi kemudian setelah beberapa saat baru kerasa gak cocok. Masalahnya adalah gimana cara uninstall nya Memang bisa saja sih delete folder /usr/local/zenoss kemudian bersih-bersih database, service dll tapi kan maless. Setelah baca manualnya ternyata cukup mudah, hanya perlu mengeksekusi uninstall.app muncul masalah baru yaitu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Catatan gaptek untuk hari ini adalah, saya menginstall zenoss untuk monitoring tetapi kemudian setelah beberapa saat baru kerasa gak cocok.<br />
Masalahnya adalah gimana cara uninstall nya <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Memang bisa saja sih delete folder /usr/local/zenoss kemudian bersih-bersih database, service dll tapi kan maless.<br />
Setelah baca manualnya ternyata cukup mudah, hanya perlu mengeksekusi uninstall.app muncul masalah baru yaitu saya tidak mengerti bagaimana cara meng eksekusi .app karena ternyata dia berupa folder.<br />
Di *nix, yang saya tahu folder gak bisa di ekseksi tetapi ti mac bisa hehehehe..<br />
Setelah sedikit googling (gak sedikit sebener nya pusing juga cari nya <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ) ketemu juga bahwa untuk mengeksekusi folder .app tinggal ketikan</p>
<pre lang="code">open -a /usr/local/zenoss/uninstall.app</pre>
<p>selanjutnya ikuti saja petunjuk uninstall di bagian GUI.<br />
seperti itu saja gampang kan? <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.giest.org%2Fmac%2Fmengeksekusi-app-di-mac.html&amp;t=Mengeksekusi%20.app%20di%20mac" id="facebook_share_both_431" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_431') || document.getElementById('facebook_share_icon_431') || document.getElementById('facebook_share_both_431') || document.getElementById('facebook_share_button_431');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_431') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/mac/mengeksekusi-app-di-mac.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Basic *nix Shell Command (III)</title>
		<link>http://www.giest.org/unix/basic-nix-shell-command-iii.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/unix/basic-nix-shell-command-iii.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 17:37:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[*NIX]]></category>
		<category><![CDATA[command]]></category>
		<category><![CDATA[console]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/?p=400</guid>
		<description><![CDATA[Untuk sementara ini bagian terakhir kalo nanti ada tambahan lagi pasti dibikini part IV nya itu juga kalo gak males. gzip Perintah untuk memperkecil ukuran file dengan cara meng kompres versi GNU. Untuk men zip sebuah directory, terlebih dahulu directory tersebut di satukan dengan tar. Contoh : gzip README akan men zip file README menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk sementara ini bagian terakhir <img class="wp-smiley" src="../wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" /></p>
<p>kalo nanti ada tambahan lagi pasti dibikini part IV nya itu juga kalo gak males.</p>
<p><span id="more-400"></span></p>
<p><strong>gzip<br />
</strong>Perintah untuk memperkecil ukuran file dengan cara meng kompres versi GNU. Untuk men zip sebuah directory, terlebih dahulu directory tersebut di satukan dengan tar.</p>
<p>Contoh :</p>
<blockquote><p>gzip README</p></blockquote>
<p>akan men zip file README menjadi README.gz</p>
<p><strong>gunzip</strong><br />
Perintah untuk meng unzip file yang telah di zip dengan gzip.<br />
Contoh :</p>
<blockquote><p>gunzip README.gz</p></blockquote>
<p><strong>zip<br />
</strong>Berfungsi sama dengan gzip tetapi file yang dihasilkan ber ekstensi zip.</p>
<p><strong>unzip<br />
</strong>Untuk meng ekstrak file yang dihasilkan oleh zip</p>
<p><strong>bzip2<br />
</strong>Fungsi nya sama dengan zip dan gzip tetapi file yang dihasilkan ber ekstensi bz2 dan biasanya ukuran file nya lebih kecil karena faktor kompresinya yang lebih padat.</p>
<p><strong>bunzip2<br />
</strong>Berfungsi untuk meng ekstrak file yang di zip dengan menggunakan bzip2</p>
<p><strong>wall<br />
</strong>Perintah untuk menampilkan pesan di seluruh layar terminal yang sedang aktif<br />
Contoh :</p>
<blockquote><p>wall<br />
dear everyone, server akan dimatikan dalam 10 menit<br />
ctrl+d</p></blockquote>
<p>Maka diseluruh terminal yang aktif akan muncul pesan<br />
Dear everyone, server akan dimatikan dalam 10 menit</p>
<p><strong>ps<br />
</strong>Perintah untuk menampilkan proses yang sedang berjalan di latar belakang.<br />
Option :</p>
<blockquote><p>ps ax untuk menampilkan proses beserta keterangannya<br />
ps aux akan ditampilkan beserta nama user yang mengeksekusi proses</p></blockquote>
<p><strong>kill<br />
</strong>Perintah untuk menghentikan sebuah proses.<br />
Option : kill -9 mematikan proses secara paksa.<br />
Contoh :</p>
<blockquote><p>kill -9 2320</p></blockquote>
<p>Perintah tersebut akan mematikan proses dengan nomor proses id (PID) 2320. Untuk melihat nomor proses digunakan perintah ps</p>
<p><strong>killall<br />
</strong>Perintah untuk mematikan proses berdasarkan nama proses. Proses ini biasanya digunakan apabila suatu proses memiliki lebih dari satu child proses sehingga kalau di matikan satu-demi satu akan lama.<br />
Option : killall –HUP perintah ini akan mematikan untuk kemudian menghidupkan kembali sebuah proses atau restart sebuah proses.<br />
Contoh :</p>
<blockquote><p>killall –HUP httpd</p></blockquote>
<p>Dengan perintah diatas maka proses httpd beserta seluruh child proses nya akan di hentikan dan kemudian dihidupkan kembali.</p>
<p><strong>uname</strong><br />
Perintah untuk melihat nama komputer, kernel yang sedang aktif</p>
<p><strong>id<br />
</strong>Perintah untuk melihat user id user yang sedang aktif.</p>
<p><strong>history</strong><br />
Perintah untuk melihat history dari perintah-perintah yang sebelumnya pernah kita ketikan.</p>
<p><strong>&amp;</strong><br />
Perintah untuk membebaskan shell agar bisa dipergunakan untuk meng eksekusi perintah yang lain. Perintah ini biasanya digunakan dibelakang perintah lain.<br />
Contoh :</p>
<blockquote><p>httpd &amp;</p></blockquote>
<p>Perintah ini akan menyebabkan httpd dijalankan dibelakang dan shell bisa tetap dipakai.</p>
<p><strong>bg</strong><br />
Perintah ini untuk menjalankan kembali dilatar belakang perintah yang dihentikan sementara dengan menekan ctrl – z.</p>
<p><strong>fg</strong><br />
Perintah ini untuk kembali menampilkan perintah yang sebelumnya sudah di kebelakang kan dengan perintah bg.</p>
<p><strong>alias</strong><br />
Perintah untuk memberikan nama lain dari suatu perintah.<br />
Contoh :</p>
<blockquote><p>alias dir=ls</p></blockquote>
<p>Perintah ini akan membuat kita bisa melakukan perintah ls dengan hanya mengetikan dir seperti di DOS</p>
<p><strong>unalias</strong><br />
Perintah untuk membebaskan kembali alias yang sudah kita buat sebelumnya.<br />
Contoh :</p>
<blockquote><p>unalias dir</p></blockquote>
<p><strong>link</strong><br />
perintah ini digunakan untuk membuat sebuah link file yang akan menduplikasi file yang lain. Apabila file target dirubah file link juga akan ikut berubah.<br />
Contoh :</p>
<blockquote><p>link README BACALAH</p></blockquote>
<p><strong>unlink<br />
</strong>Perintah untuk menghapus file link yang sebelumnya dibuat dengan perintah link.</p>
<p><strong>ln<br />
</strong>Perintah untuk membuat simbolik link. Simbolik link ini bisa berbentuk file atau directory.<br />
Contoh :</p>
<blockquote><p>ln –s data dokumen</p></blockquote>
<p>Perintah ini akan membuat sebuah simbolik link bernama data untuk direktory dokumen sehingga apabila kita akan berpindah ke direktori dokumen cukup dengan perintah cd data</p>
<p><strong>ifconfig</strong><br />
Perintah untuk melihat atau merubah konfigurasi IP address ethernet card.<br />
Contoh :</p>
<blockquote><p>ifconfig   untuk melihat IP address komputer.<br />
Ifconfig eth0 192.168.0.1 netmask 255.255.255.0</p></blockquote>
<p>Perintah diatas akan memasukan atau merubah ip address ethernet ke nol menjadi 192.168.0.1 dengan netmask 255.255.255.0</p>
<p>Untuk BSD dan OS X penamaan ethernet sangat berbeda dengan Linux dimana Linux untuk semua ethernet dikasih namah ethx dimana x adalah nomor. Sementara untuk BSD dan OS X setiap jenis dan merk ethernet memiliki simbol ternendiri.</p>
<p><strong>ping</strong><br />
Perintah untuk melakukan test koneksi antara dua komputer.</p>
<p><strong>netstat</strong><br />
Perintah untuk melihat status port yang terbuka atau terlihat dari network.<br />
Gitu deh sementara tamat dulu <img class="wp-smiley" src="../wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /></p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.giest.org%2Funix%2Fbasic-nix-shell-command-iii.html&amp;t=Basic%20%2Anix%20Shell%20Command%20%28III%29" id="facebook_share_both_400" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_400') || document.getElementById('facebook_share_icon_400') || document.getElementById('facebook_share_both_400') || document.getElementById('facebook_share_button_400');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_400') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/unix/basic-nix-shell-command-iii.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memasang IP Alias di FreeBSD</title>
		<link>http://www.giest.org/unix/freebsd/memasang-ip-alias-di-freebsd.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/unix/freebsd/memasang-ip-alias-di-freebsd.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 04:48:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[FreeBSD]]></category>
		<category><![CDATA[command]]></category>
		<category><![CDATA[console]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/?p=397</guid>
		<description><![CDATA[Banyak alasan yang membuat kita perlu memasang lebih dari satu IP address pada satu buah interface, bisa dikarenakan kita memiliki IP yang banyak, kebutuhan mengakses IP dari subnet yang berbeda tanpa harus lewat router atau mungkin ada maksud-maksud lainnya. Seperti halnya di Linux di FreeBSD pun sangat mudah untuk memasang IP address tambahan di satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak alasan yang membuat kita perlu memasang lebih dari satu IP address pada satu buah interface, bisa dikarenakan kita memiliki IP yang banyak, kebutuhan mengakses IP dari subnet yang berbeda tanpa harus lewat router atau mungkin ada maksud-maksud lainnya.</p>
<p>Seperti halnya di Linux di FreeBSD pun sangat mudah untuk memasang IP address tambahan di satu interface.</p>
<p><span id="more-397"></span>Pertama yang harus kita lakukan adalah melihat list interface kemudian menentukan interface mana yang akan ditambahkan IP nya.</p>
<pre lang="bash">ifconfig -a
rl0: flags=8802<broadcast ,SIMPLEX,MULTICAST> metric 0 mtu 1500
	options=8<vlan_mtu>
	ether 00:1d:0f:c3:b4:35
	media: Ethernet autoselect
	status: no carrier
rl1: flags=8802<broadcast ,SIMPLEX,MULTICAST> metric 0 mtu 1500
	options=8<vlan_mtu>
	ether 00:1d:0f:c3:ac:17
	media: Ethernet autoselect
	status: no carrier
nfe0: flags=8843<up ,BROADCAST,RUNNING,SIMPLEX,MULTICAST> metric 0 mtu 1500
	options=8<vlan_mtu>
	ether 00:1f:d0:b2:4a:3b
	inet 203.190.111.222 netmask 0xfffffff8 broadcast 203.190.111.255
	media: Ethernet autoselect (100baseTX <full -duplex>)
	status: active
plip0: flags=108810
<pointopoint ,SIMPLEX,MULTICAST,NEEDSGIANT> metric 0 mtu 1500
lo0: flags=8049<up ,LOOPBACK,RUNNING,MULTICAST> metric 0 mtu 16384
	inet6 fe80::1%lo0 prefixlen 64 scopeid 0x5
	inet6 ::1 prefixlen 128
	inet 127.0.0.1 netmask 0xff000000 </up></pointopoint></full></vlan_mtu></up></vlan_mtu></broadcast></vlan_mtu></broadcast></pre>
<p>Disini saya memutuskan untuk memasang IP address tambahan di ethernet nfe0 dan IP yang ingin saya pasang adalah 172.20.0.1 dengan netmask 255.255.255.0<br />
Sekarang saya tinggal mengetikan</p>
<pre lang="bash">ifconfig nfe0 inet 172.20.0.1 netmask 255.255.255.0 alias</pre>
<p>Kemudian saya cek lagi dengan perintah ifconfig</p>
<pre lang="bash">ifconfig nfe0
nfe0: flags=8843<up ,BROADCAST,RUNNING,SIMPLEX,MULTICAST> metric 0 mtu 1500
	options=8<vlan_mtu>
	ether 00:1f:d0:b2:4a:3b
	inet 203.190.111.222 netmask 0xfffffff8 broadcast 203.190.111.255
	inet 172.20.0.1 netmask 0xffffff00 broadcast 172.20.0.255
	media: Ethernet autoselect (100baseTX <full -duplex>)
	status: active</full></vlan_mtu></up></pre>
<p>Ternyata IP 172.20.0.1 sudah terpasang di interface tersebut.<br />
Sekarang kita coba ping ke IP yang satu subnet</p>
<pre lang="bash">ping -c 2 172.20.0.2
PING 172.20.0.2 (172.20.0.2): 56 data bytes
64 bytes from 172.20.0.2: icmp_seq=0 ttl=64 time=0.828 ms
64 bytes from 172.20.0.2: icmp_seq=1 ttl=64 time=0.395 ms

--- 172.20.0.2 ping statistics ---
2 packets transmitted, 2 packets received, 0.0% packet loss
round-trip min/avg/max/stddev = 0.395/0.611/0.828/0.217 ms</pre>
<p>Supaya setiap restart kita tidak perlu mengetikan perintah diatas kita tinggal masukan perintah berikut ke file /etc/rc.conf.</p>
<pre lang="config">ifconfig_nfe0_alias0="inet 172.20.0.1 netmask 255.255.255.0"</pre>
<p>Untuk menghapus IP yang telah terpasang anda bisa mengetikan </p>
<pre lang="bash">ifconfig nfe0 inet 172.20.0.1 netmask 255.255.255.0 -alias</pre>
<p>Perhatikan tanda &#8211; (minus) sebelum tulisan alias.</p>
<p>Dan selesai lah sudah <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.giest.org%2Funix%2Ffreebsd%2Fmemasang-ip-alias-di-freebsd.html&amp;t=Memasang%20IP%20Alias%20di%20FreeBSD" id="facebook_share_both_397" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_397') || document.getElementById('facebook_share_icon_397') || document.getElementById('facebook_share_both_397') || document.getElementById('facebook_share_button_397');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_397') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/unix/freebsd/memasang-ip-alias-di-freebsd.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perintah Dasar *nix Bagian II</title>
		<link>http://www.giest.org/unix/perintah-dasar-nix-bagian-ii.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/unix/perintah-dasar-nix-bagian-ii.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 02:24:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[*NIX]]></category>
		<category><![CDATA[console]]></category>
		<category><![CDATA[FreeBSD]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[shell]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/?p=389</guid>
		<description><![CDATA[Setelah lama cari-cari part II ini akhirnya ketemu juga Biar gak kepanjangan jadi di potong jadi 3 bagian kayaknya halt Perintah untuk mematikan komputer pada saat itu juga shutdown Perintah ini pada dasar nya sama seperti perintah halt dan reboot. Option : shutdown –r (time/now) untuk restart shutdown –h (time/now) untuk mematikan komputer Contoh : [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah lama cari-cari part II ini akhirnya ketemu juga <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Biar gak kepanjangan jadi di potong jadi 3 bagian kayaknya<br />
<span id="more-389"></span><strong>halt</strong><br />
Perintah untuk mematikan komputer pada saat itu juga</p>
<p><strong>shutdown</strong><br />
Perintah ini pada dasar nya sama seperti perintah halt dan reboot.</p>
<p>Option :</p>
<p>shutdown –r (time/now) untuk restart<br />
shutdown –h (time/now) untuk mematikan komputer</p>
<p>Contoh :</p>
<p>shutdown –h now untuk mematikan komputer sekarang juga<br />
shutdown -r now untuk merestart komputer sekarang juga<br />
shutdown –r 5 untuk merestart komputer dalam waktu 5 menit. Biasanya digunakan untuk mengasih kesempatan kepada client untuk save dulu data</p>
<p><strong>useradd / adduser</strong><br />
perintah untuk membuat user baru (hanya bisa dilakukan oleh root)<br />
contoh :</p>
<p>useradd giest</p>
<p>Perintah tersebut akan membuat satu user bernama giest dengan home directory standar /home/giest dan shell /bin/bash<br />
Option :</p>
<p>useradd giest –u 1000 –g users –d /home/giest –s /bin/bash</p>
<p>Perintah tersebut akan membuat satu user bernama giest, dengan user id 1000 group nya users (group users tersebut harus sudah terlebih dahulu dibuat) home directory /home/giest dan shell nya /bin/bash</p>
<p><strong>passwd</strong><br />
Perintah untuk merubah password. Apabila di lakukan di account root maka bisa untuk merubah password user yang lain.<br />
Contoh :</p>
<p>passwd<br />
passwd giest</p>
<p>perintah tersebut untuk merubah password user yang sedang aktif atau apabila nama user nya di tentukan, akan merubah password untuk user tersebut.</p>
<p><strong>su</strong><br />
Subtitute User atau berpindah dari satu user ke user yang lain.<br />
Contoh :</p>
<p>su<br />
su giest</p>
<p>Perintah ini akan menyebabkan kita berpindah dari user aktif ke user giest. Apabila kita berpindah dari root ke user biasa, maka kita tidak akan diminta untuk memasukan password. Tetapi apabila berpindah dari user biasa ke root atau dari user biasa ke user biasa lainnya, kita akan diminta untuk memasukan password.<br />
Perintah su saja tanpa memasukan nama user akan dianggap kita berpindah dari user aktif ke root.</p>
<p><strong>userdel</strong> (tidak berlaku untuk semua *nix)<br />
Perintah untuk menghapus suatu account user.</p>
<p>Option : userdel –r untuk menghapus user account beserta home directory nya.<br />
Contoh :</p>
<p>userdel –r giest</p>
<p>Perintah ini akan menghapus user giest beserta home directory /home/giest.</p>
<p><strong>groupadd</strong><br />
Perintah untuk membuat sebuah group baru<br />
Contoh :</p>
<p>groupadd webmaster</p>
<p>Perintah ini akan menghasilkan satu buah group baru bernama webmaster.</p>
<p><strong>groupdel</strong><br />
Perintah untuk menghapus satu group.<br />
Contoh :</p>
<p>groupdel webmaster</p>
<p>Perintah ini akan menghapus group webmaster.</p>
<p><strong>whereis</strong><br />
Perintah untuk mencari lokasi suatu file<br />
Contoh :</p>
<p>whereis README</p>
<p><strong>find</strong><br />
Perintah untuk mencari file di sebuah directory tertentu<br />
Contoh :</p>
<p>find /home/giest –name README</p>
<p>Perintah tersebut akan berusaha mencari file README di directory /home/giest atau di directory –directory lain didalamnya.</p>
<p><strong>locate</strong><br />
Ini juga perintah untuk mencari file dengan berdasarkan database yang telah dibentuk sebelumnya.<br />
Contoh :</p>
<p>locate README</p>
<p>Perintah ini akan berusaha mencari semua file yang mengandung nama README di seluruh directory.</p>
<p><strong>man</strong><br />
Perintah untuk melihat manual perintah-perintah di linux.</p>
<p>Contoh :</p>
<p><strong>man ls</strong></p>
<p>Perintah ini akan menampilkan manual dari ls.</p>
<p><strong>chown</strong><br />
Perintah untuk merubah kepemilikan file atau directory.<br />
Option : chown –r<br />
Contoh :</p>
<p>chown giest.users README</p>
<p>Untuk di BSD silahkan ganti giest.users menjadi giest:users (titik menjadi titik dua)</p>
<p>Perintah ini akan merubah status kepemilikan file README menjadi milik user giest dan group users.<br />
<strong><br />
chmod</strong><br />
Perintah untuk merubah mode sebuah file<br />
Contoh :</p>
<p>chmod 755 README</p>
<p>Perintah ini akan merubah mode atribut file README menjadi rwxr-xr-x atau mode read write eksekusi untuk owner atau pemilik, mode read dan eksekusi saja untuk user yang satu group dan mode read dan eksekusi saja untuk user lain selain yang satu group.<br />
Berikut ini model status kepemilikan file<br />
Atribut sebuah file biasanya terdiri dari 10 digit (- — — —) yang secara umum bisa dibagi 4 bagian. Satu digit pertama adalah status dari file tersebut “d” berarti directory “l” berarti link ke file yang lain. Tiga digit berikutnya adalah mode untuk pemilik file atau owner. Tiga digit berikutnya untuk user yang satu group dan tiga digit terakhir untuk user yang tidak satu group atau disebut juga other.<br />
Mode file berdasarkan bilangan binary dimana apabila pada digit tersebut bernilai satu maka akan diangga digit tersebut aktif<br />
Contoh : &#8211; rwx r-x r-x maka bisa dituliskan sebagai – 111 101 101 atau kalau dalam bilangan desimal bisa juga ditulis sebagai 755</p>
<p><strong>who</strong><br />
Perintah ini akan menampilkan siapa saja yang sedang login waktu login dan jenis terminal.</p>
<p><strong>w</strong><br />
Perintah ini hampir sama dengan who hanya akan menampilkan lebih banyak keterangan seperti berapa lama idle dan remote login.</p>
<p><strong>dmesg</strong><br />
Perintah untuk melihat log boot. Biasanya digunakan untuk mendeteksi kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi ketika boot.<br />
<strong><br />
mount</strong><br />
Perintah ini digunakan untuk me mount atau mengaitkan sebuah device seperti floppy, hard disk atau cdrom ke direktory tertentu. Hanya super user atau root yang bisa melakukan perintah ini<br />
Contoh :</p>
<p>mount –t iso9660 /dev/cdrom /mnt/cdrom</p>
<p>Perintah ini akan me mounting cdrom ke direktory /mnt/cdrom sehingga apabila kita ingin mengakses cdrom cukup masuk ke direktory /mnt/cdrom<br />
Untuk perintah lebih lengkapnya coba buka manualnya.<br />
<strong><br />
umount</strong><br />
Perintah ini digunakan untuk melepas kembali mounting suatu device.<br />
Contoh :</p>
<p>umount /mnt/cdrom</p>
<p><strong>tar</strong><br />
Perintah untuk menyatukan atau mengekstrak file dari media seperti tape drive atau harddisk.<br />
Option :</p>
<p>tar –cvf untuk menyatukan banyak dalam satu directory menjadi satu file saja<br />
tar –xvf untuk meng ekstrak file yang sudah dengan perintah tar sebelumnya disebut juga file tar.</p>
<p>Contoh :</p>
<p>tar –cvf dokumen.tar dokumen untuk menyatukan<br />
tar –xvf dokumen.tar untuk meng ekstrak</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.giest.org%2Funix%2Fperintah-dasar-nix-bagian-ii.html&amp;t=Perintah%20Dasar%20%2Anix%20Bagian%20II" id="facebook_share_both_389" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_389') || document.getElementById('facebook_share_icon_389') || document.getElementById('facebook_share_both_389') || document.getElementById('facebook_share_button_389');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_389') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/unix/perintah-dasar-nix-bagian-ii.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Full Exim Log</title>
		<link>http://www.giest.org/unix/freebsd/full-exim-log.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/unix/freebsd/full-exim-log.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 18:22:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[FreeBSD]]></category>
		<category><![CDATA[console]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[Sering kali kita dibikin bingung ketika harus mencari script apa yang melakukan send mail baik itu spam atau non spam dari server kita. Atau mungkin anda juga pernah bingung dari user mana mail terkirim dan dengan cara apa. Secara default log exim tidak menunjukan secara lengkap aktifitas yang terjadi dengan mail server anda, hanya sebagian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sering kali kita dibikin bingung ketika harus mencari script apa yang melakukan send mail baik itu spam atau non spam dari server kita. Atau mungkin anda juga pernah bingung dari user mana mail terkirim dan dengan cara apa.</p>
<p>Secara default log exim tidak menunjukan secara lengkap aktifitas yang terjadi dengan mail server anda, hanya sebagian kecil saja yang ditampilkan dan kadang itu tidak cukup untuk menemukan masalah apa yang sedang terjadi.</p>
<p><span id="more-298"></span>Untunglah exim memiliki opsi untuk memberikan log yang cukup lengkap untuk melihat semua itu. Solusi yang sederhana tetapi cukup susah ditemukan (saya sendiri cukup lama mencarinya <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ) yaitu dengan menambahkan baris</p>
<pre lang="config">log_selector = +all</pre>
<p>pada exim.conf anda dan hasilnya lumayan cukup bermanfaat untuk mencari sumber masalah, karena sekarang log exim akan cukup lengkap untuk melihat aktifitas yang terjadi pada mail server anda termasuk script baik itu php atau perl yang mempergunakan mail server tersebut.</p>
<p>catatan: untuk mail server yang cukup aktif, log akan menjadi sangat besar so rajin-rajin backup dan delete log exim anda.</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.giest.org%2Funix%2Ffreebsd%2Ffull-exim-log.html&amp;t=Full%20Exim%20Log" id="facebook_share_both_298" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_298') || document.getElementById('facebook_share_icon_298') || document.getElementById('facebook_share_both_298') || document.getElementById('facebook_share_button_298');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_298') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/unix/freebsd/full-exim-log.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengaktifkan Quota Support di FreeBSD</title>
		<link>http://www.giest.org/unix/freebsd/mengaktifkan-quota-support-di-freebsd.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/unix/freebsd/mengaktifkan-quota-support-di-freebsd.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 13:23:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[FreeBSD]]></category>
		<category><![CDATA[console]]></category>
		<category><![CDATA[cpanel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang sudah saya sebutkan diartikel Installasi Cpanel, bahwa salah satu syarat FreeBSD siap untuk diinstall CPanel adalah harus sudah support Quota. Berhubung waktu itu tidak cukup semangat untuk menulis lengkap tentang cara mengaktifkan Quota support di FreeBSD jadi baru sekarang saya tulis langkah-langkah nya disini . Proses untuk meng aktif kan quota sebetulnya cukup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang sudah saya sebutkan diartikel Installasi Cpanel, bahwa salah satu syarat FreeBSD siap untuk diinstall CPanel adalah harus sudah support Quota.</p>
<p>Berhubung waktu itu tidak cukup semangat untuk menulis lengkap tentang cara mengaktifkan Quota support di FreeBSD jadi baru sekarang saya tulis langkah-langkah nya disini <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p><span id="more-280"></span>Proses untuk meng aktif kan quota sebetulnya cukup mudah, langkah-langkah nya pun cukup sedikit. Tetapi karena ada proses compile kernel maka waktu nunggu nya bisa jadi jauh lebih lama daripada waktu yang diperlukan untuk ngetik <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ok berikut ini langkah-langkah yang harus anda lakukan.</p>
<p>Silahkan edit file config kernel anda yang langkah-langkah nya kira-kira seperti ini.</p>
<pre lang="bash">cd /usr/src/sys/i386/conf
pico GENERIC
</pre>
<p>Contoh diatas saya lakukan pada box yang menggunakan kernel i386. Kalau anda menggunakan kernel yang lain silahkan diganti.<br />
Anda juga bisa melakukan backup kernel config yang sebelumnya sudah jalan tetapi disini saya gak akan melakukan itu karena cukup yakin bahwa config yang saya edit tidak terlalu banyak jadi kalau ada masalah bisa dikembalikan dengan cepat (bilang aja males :p )</p>
<p>Edit file kernel config dengan pico atau editor kesayangan anda.</p>
<p>Tambahkan baris berikut kedalam nya.</p>
<pre lang="config">options QUOTA</pre>
<p>Kemudian simpan. Dan sekarang kita mulai compile ulang kernel</p>
<pre lang="bash">/usr/sbin/config GENERIC
cd ../compile/GENERIC
make depend
make
make install</pre>
<p>kalau anda tidak cukup sabar menunggu kemudian melihat progress compile setiap beberapa menit anda bisa juga menyatukan perintah diatas dengan</p>
<pre lang="bash">make depend; make ; make install</pre>
<p>jadi anda bisa tinggalkan proses compile dan kembali setelah semuanya selesai.</p>
<p>Ok setelah proses compile selesai sekarang kita file fstab supaya quota di load pada partisi tertentu ketika proses mounting.</p>
<pre lang="bash">pico /etc/fstab</pre>
<p>dan perhatikan bagian yang di edit berikut ini</p>
<pre lang="sebelum"># Device		Mountpoint	FStype	Options		Dump	Pass#
/dev/ad4s1b		none		swap	sw		0	0
/dev/ad4s1a		/		ufs	rw		1	1
/dev/ad4s1g		/backup		ufs	rw		2	2
/dev/ad6s1d		/home		ufs	rw		2	2
/dev/ad4s1d		/tmp		ufs	rw		2	2
/dev/ad4s1f		/usr		ufs	rw		2	2
/dev/ad4s1e		/var		ufs	rw		2	2
/dev/acd0		/cdrom		cd9660	ro,noauto	0	0</pre>
<pre lang="sesudah"># Device		Mountpoint	FStype	Options		Dump	Pass#
/dev/ad4s1b		none		swap	sw		0	0
/dev/ad4s1a		/		ufs	rw		1	1
/dev/ad4s1g		/backup		ufs	rw		2	2
/dev/ad6s1d		/home		ufs	rw,userquota,groupquota		2	2
/dev/ad4s1d		/tmp		ufs	rw		2	2
/dev/ad4s1f		/usr		ufs	rw		2	2
/dev/ad4s1e		/var		ufs	rw		2	2
/dev/acd0		/cdrom		cd9660	ro,noauto	0	0</pre>
<p>Anda perhatikan pada partisi /home saya tambahkan userquota dan groupquota.</p>
<p>Selanjutnya adalah load quota saat boot dengan menambahkan value berikut ke /etc/rc.conf</p>
<pre lang="config">quota_enable="YES"
check_quotas="YES"</pre>
<p>Dan sepertinya semua telah selesai.</p>
<p>Silahkan reboot server anda dan setelah kembali up silahkan cek quota support dengan perintah</p>
<pre lang="bash">quotacheck -a
quotaon -a</pre>
<p>Kira-kira seperti itu saja <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  selamat mencoba</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.giest.org%2Funix%2Ffreebsd%2Fmengaktifkan-quota-support-di-freebsd.html&amp;t=Mengaktifkan%20Quota%20Support%20di%20FreeBSD" id="facebook_share_both_280" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_280') || document.getElementById('facebook_share_icon_280') || document.getElementById('facebook_share_both_280') || document.getElementById('facebook_share_button_280');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_280') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/unix/freebsd/mengaktifkan-quota-support-di-freebsd.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panduan Pemakaian &#8216;WGET&#8217;</title>
		<link>http://www.giest.org/unix/panduan-pemakaian-wget.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/unix/panduan-pemakaian-wget.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 18:39:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[*NIX]]></category>
		<category><![CDATA[command]]></category>
		<category><![CDATA[console]]></category>
		<category><![CDATA[FreeBSD]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[shell]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/?p=232</guid>
		<description><![CDATA[wget adalah salah satu aplikasi favorit saya untuk urusan download mendownload. Banyak fitur yang dimiliki dan yang pasti sangat ringan. Tapi kadang saya sendiri suka lupa apa saja opsi yang bisa dipakai ketika kita mendownload. Oleh karena itu saya catat disini biar tidak lupa. wget tidak selalu secara default terinstall secara langsung. Kadang anda perlu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>wget adalah salah satu aplikasi favorit saya untuk urusan download mendownload.<br />
Banyak fitur yang dimiliki dan yang pasti sangat ringan.<br />
Tapi kadang saya sendiri suka lupa apa saja opsi yang bisa dipakai ketika kita mendownload. Oleh karena itu saya catat disini biar tidak lupa.<br />
<span id="more-232"></span></p>
<p>wget tidak selalu secara default terinstall secara langsung. Kadang anda perlu menginstall nya secara manual terlebih dahulu sebelum aplikasi ini bisa dipakai.</p>
<p>Untuk anda pengguna bsd wget bisa ditemukan di /usr/ports/ftp/wget silahkan langsung saja di install <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  </p>
<p>- Mendownload secara langsung tanpa embel-embel option apapun</p>
<pre lang="bash">wget http://www.webtujuan.com/namafile.exe
wget ftp://ftpserver.com/namafile.exe</pre>
<p>- mendownload satu web secara langsung (recursive) kalau anda pengen punya backup web orang di harddisk anda sendiri</p>
<pre lang="bash">wget -r http://www.webtujuan.com</pre>
<p>- mengaktifkan mode continue biar bisa dilanjutkan kalau download terhenti</p>
<pre lang="bash">wget -c http://www.webtujuan.com/namafile.exe</pre>
<p>- mengaktifkan mode background biar kalau akses shell nya secara remote apabila kita disconnect download tetap jalan</p>
<pre lang="bash">wget -b http://www.webtujuan.com/namafile.exe</pre>
<p>- Mengaktifkan jumlah percobaan mendownload bisa dipake untuk web yang sering down, koneksi lemot dan sering mati atau bisa juga apabila anda tidak ingin wget mencoba terlalu sering</p>
<pre lang="bash">wget --tries=10 http://www.webtujuan.com/namafile.exe</pre>
<p>contoh diatas akan mencoba mendownload namafile.exe sebanyak 10kali percobaan kalo udah 10 kali gagal maka berhenti. atau kalau anda mau paksakan download walau ada keterangan koneksi di refuse pake option ini</p>
<pre lang="bash">wget --retry-connrefused http://www.webtujuan.com/namafile.exe</pre>
<p>- Mendownload hanya file terbaru (atau yang lebih baru) dari file yang sudah ada di local dimana disini akan diperiksa dulu apakah file target lebih baru atau tidak.</p>
<pre lang="bash">wget -N http://www.webtujuan.com/namafile.exe</pre>
<p>- membatasi download pada speed tertentu misal 32kbps</p>
<pre lang="bash">wget --limit-rate=32k http://www.webtujuan.com/namafile.exe</pre>
<p>- mendownload dari web / ftp server yang diproteksi dengan password</p>
<pre lang="bash">wget --http-user=USERNAME --http-password=PASSWORDNYA http://www.webtujuan.com/namafile.exe
wget --ftp-user=USERNAME --ftp-password=PASSWORDNYA http://www.webtujuan.com/namafile.exe</pre>
<p>- Mendownload melalui proxy (tanpa di set secara langsung di wgetrc)</p>
<pre lang="bash">wget --proxy-user=USERNAME --proxy-password=PASSWORDNYA http://www.webtujuan.com/namafile.exe</pre>
<p>- mendownload lewat https tanpa harus cek certificate nya dulu</p>
<pre lang="bash">wget --no-check-certificate https://www.webtujuan.com/namafile.exe</pre>
<p>- membuat mirror dari sebuah ftp server</p>
<pre lang="bash">wget -m ftp://ftp.webtujuan.com
wget -r -N -l inf --no-remove-listing ftp://ftp.webtujuan.com</pre>
<p>seluruh opsi diatas bisa digabungkan dan supaya lebih enak silahkan gabungkan opsi-opsi yang tidak memerlukan argumen disusul dengan opsi yang memerlukan argumen contoh</p>
<pre lang="bash">wget -Nbrc --http-user=USERNAME --http-password=PASSWORDNYA http://www.webtujuan.com -o lognya</pre>
<p>Kira-kira gitu saja tentang wget <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.giest.org%2Funix%2Fpanduan-pemakaian-wget.html&amp;t=Panduan%20Pemakaian%20%27WGET%27" id="facebook_share_both_232" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_232') || document.getElementById('facebook_share_icon_232') || document.getElementById('facebook_share_both_232') || document.getElementById('facebook_share_button_232');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_232') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/unix/panduan-pemakaian-wget.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Analisa Hidden Proccess dengan lsof</title>
		<link>http://www.giest.org/unix/analisa-hidden-proccess-dengan-lsof.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/unix/analisa-hidden-proccess-dengan-lsof.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 18:19:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[*NIX]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[console]]></category>
		<category><![CDATA[FreeBSD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Jadi satpam server memang lebih sering nganggur daripada kerja. Tapi sekali ada orang iseng masuk ke server kadang suka pusing mencar-cari bagaimana cara dia masuk, dan bagaimana mendeteksi apakah server kita sudah di apa-apakan oleh tamu tak diundang tersebut. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk deteksi dini intrusi di server kita tetapi karena saya masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi satpam server memang lebih sering nganggur daripada kerja. Tapi sekali ada orang iseng masuk ke server kadang suka pusing mencar-cari bagaimana cara dia masuk, dan bagaimana mendeteksi apakah server kita sudah di apa-apakan oleh tamu tak diundang tersebut.<br />
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk deteksi dini intrusi di server kita tetapi karena saya masih amatiran maka cara termudah lah yang saya pilih.<br />
<span id="more-251"></span></p>
<p>Pertama saya akan melihat process yang sedang berjalan dengan command ps aux, kemudian dicoba analisa apakah ada sesuatu yang aneh dan dari sana bisa terdeteksi ada yang mencurigakan atau tidak.<br />
Contoh nya seperti dibawah ini</p>
<pre lang="bash">ps aux|grep nobody
USER       PID %CPU %MEM   VSZ  RSS  TT  STAT STARTED      TIME COMMAND
nobody    6003  0.0  0.2  3952 3556  ??  S     7:02AM   0:31.37 /bin/bash (perl)
..........
..........
[dan seterusnya]</pre>
<p>Setelah menemukan ada proses yang mencurigakan, Kita lihat lebih lanjut dengan ps axj|grep nobody</p>
<pre lang="bash">ps axj|grep nobody
USER       PID  PPID  PGID   SESS JOBC STAT  TT       TIME COMMAND
nobody    6003     1  6003 c83f5c40    0 S     ??    0:31.46 /bin/bash (perl)
nobody   17104 18172 18172 c5123900    0 S     ??    0:00.37 /usr/local/apache/bin/httpd -DSSL
nobody   19345 18172 18172 c5123900    0 S     ??    0:00.15 /usr/local/apache/bin/httpd -DSSL
..........
..........
[dan seterusnya]</pre>
<p>Makin mencurigakan, disini user nobody terlihat seolah-olah mengeksekusi /bin/bash padahal dia menjalankan perl dengan PPID 1 (Parent Process ID) <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selanjutnya kita akan focus ke pid dari proses tersebut.<br />
ok kita periksa lebih dalam lagi dengan lsof</p>
<pre lang="bash">lsof -i -a -n -p 6003
COMMAND  PID   USER   FD   TYPE     DEVICE SIZE/OFF NODE NAME
perl    6003 nobody    3u  IPv4 0xe5892a00      0t0  TCP *:sd (LISTEN)</pre>
<pre lang="bash">lsof -a -d cwd -p 6003
COMMAND  PID   USER   FD   TYPE     DEVICE SIZE/OFF NODE NAME
perl    6003 nobody  cwd   VDIR 116,131072     1024    2 /</pre>
<p>Dan benar sekali dugaan saya ternyata bukan /bin/bash yang di eksekusi tetapi pearl dan lebih parah nya lagi aplikasi tersebut membuka port bernama <strong>sd</strong> hmmm sd apa an ya port berapa lagi yang dibuka.</p>
<p>Berhubung saya tidak tahu port sd itu berapa, tetapi saya tahu bahwa apabila port terdeteksi dengan nama tertentu maka port tersebut tercatat di /etc/services maka kesanalah saya mencari reverensi.</p>
<pre lang="bash">cat /etc/services |grep sd
sd              9876/tcp   #Session Director
sd              9876/udp   #Session Director</pre>
<p>nah port nya sudah ketauan yaitu port 9876 makin jelas aja nih kayaknya ada yang pasang sesuatu di server ini.<br />
Sekarang kita lihat apakah benar port 9876 ini sedang aktif dengan perintah netstat.</p>
<pre lang="bash">netstat -an |grep 9876
tcp4       0      0  *.9876                 *.*                    LISTEN</pre>
<p>Tuh kan bener open port tcp di 9876. Tapi jangan panik dulu dan jangan dimatikan dulu process nya kita telusuri sejauh mana kita dapat informasi dari process id ini.</p>
<p>setelah tahu bahwa ada open port 9876 yang harus kita lakukan sekarang adalah mencoba port tersebut sebetulnya ada apa disana..</p>
<pre lang="bash">telnet localhost 9876
Trying 127.0.0.1...
Connected to 127.0.0.1.

Escape character is '^]'.
Sua senha:
Senha Incorreta!
Connection closed by foreign host.</pre>
<p>Nah keliatan ada sesuatu ketika kita mencoba login di port tersebut, ada kata Sua Senha: disana dan dengan bantuan Google saya bisa tahu bahwa senha artinya password apalagi setelah dicoba ketik sembarang muncul kalimat Senha Incorreta! yang artinya password salah <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Dari hasil test diatas saya bisa menebak bahwa kemungkinan port yang terbuka ini adalah semacam bot atau shell dengan back connect system.</p>
<p>Setelah ditemukan proses nya, sekarang kita coba cari dimanakah gerangan file yang di eksekusi berada. hidden process memang akan menyulitkan admin untuk mencari lokasi asli aplikasi yang dijalankan tetapi bukan tidak mungkin ditemukan. Untuk bisa mengeksekusi sebuah aplikasi tentu saja aplikasi tersebut harus ada di box yang bersangkutan.<br />
Kebiasaan yang terjadi pada sebuah server hosting adalah, adanya script yang memiliki bug yang bisa di exploitasi sehingga cracker bisa menyimpan atau mengeksekusi command dari luar untuk mendownload file tertentu. Dan aplikasi yang biasa dipakai adalah WGET oleh karena itu saya akan coba fokus mencari adakah aplikasi php yang memiliki fungsi download mendownload dengan menggunakan wget.</p>
<pre lang="bash">find ./*/public_html/ -depth 1 -name "*.php" | xargs grep "wget"

./rajabisn/public_html/samiyo.php:echo sr(15,"<b>".$lang[$language.'_text16'].$arrow."</b>","
<select size=\"1\" name=\"with\">
<option value=\"wget\">wget</option>
<option value=\"fetch\">fetch</option>
<option value=\"lynx\">lynx</option>
<option value=\"links\">links</option>
<option value=\"curl\">curl</option>
<option value=\"GET\">GET</option>
</select>

".in('hidden','dir',0,$dir).ws(2)."<b>".$lang[$language.'_text17'].$arrow."</b>".in('text','rem_file',78,'http://'));

./gpsdimor/public_html/mod.php:echo sr(15,"<b>".$lang[$language.'_text16'].$arrow."</b>","
<select size=\"1\" name=\"with\">
<option value=\"wget\">wget</option>
<option value=\"fetch\">fetch</option>
<option value=\"lynx\">lynx</option>
<option value=\"links\">links</option>
<option value=\"curl\">curl</option>
<option value=\"GET\">GET</option>
</select>

".in('hidden','dir',0,$dir).ws(2)."<b>".$lang[$language.'_text17'].$arrow."</b>".in('text','rem_file',78,'http://'));</pre>
<p>Tuh kan ada file yang memiliki fungsi untuk mendownload sekarang yang kita lakukan adalah menghapus file bersangkutan, patch aplikasi (cms) yang memiliki bug. Atau kalau itu bukan milik anda biasanya saya suspend saja account nya <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  sedikit sadis tapi lumayan efektif.</p>
<p>Dan jangan lupa anda juga harus kill process yang sedang berjalan.</p>
<p>Selanjutnya.. Rajin-rajin siskamling biar keamanan server anda terjaga.</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.giest.org%2Funix%2Fanalisa-hidden-proccess-dengan-lsof.html&amp;t=Analisa%20Hidden%20Proccess%20dengan%20lsof" id="facebook_share_both_251" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_251') || document.getElementById('facebook_share_icon_251') || document.getElementById('facebook_share_both_251') || document.getElementById('facebook_share_button_251');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_251') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/unix/analisa-hidden-proccess-dengan-lsof.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips pemakaian SCP</title>
		<link>http://www.giest.org/unix/tips-pemakaian-scp.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/unix/tips-pemakaian-scp.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 16:56:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[*NIX]]></category>
		<category><![CDATA[console]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Sering sekali kita perlu untuk memindahkan file dari satu pc ke pc yang lain atau dari satu server ke server yang lain atau mungkin dari pc ke server atau sebaliknya, baik itu untuk sekedar backup atau untuk upload file. FTP memang bisa jadi solusi transfer file tetapi kadang proses nya tidak cukup simple karena harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sering sekali kita perlu untuk memindahkan file dari satu pc ke pc yang lain atau dari satu server ke server yang lain atau mungkin dari pc ke server atau sebaliknya, baik itu untuk sekedar backup atau untuk upload file.<br />
FTP memang bisa jadi solusi transfer file tetapi kadang proses nya tidak cukup simple karena harus login, pindah-pindah directory kemudian copy belum lagi kalau ternyata FTP tidak terinstall di server atau pc tujuan.<br />
Disini scp (copy over ssh) bisa menjadi solusi, asalkan anda memiliki akses ssh ke server / pc yang bersangkutan maka anda bisa melakukan operasi cp dengan leluasa.<br />
<span id="more-247"></span></p>
<p>Secara garis besar fungsi scp bisa ada 3 yaitu<br />
1. copy dari local ke remote<br />
format penggunaan</p>
<pre lang="bash">scp nama_file username@ip_tujuan:/folder/tempat/menyimpan</pre>
<p>2. copy dari remote ke local<br />
format penggunaan</p>
<pre lang="bash">scp username@ip_tempat_file:/folder/tempat/menyimpan/nama/file ./</pre>
<p>3. copy dari remote ke remote<br />
format penggunaan</p>
<pre lang="bash">scp username@ip_tempat_file:/folder/tempat/menyimpan/nama/file username@ip_tujuan:/folder/tempat/menyimpan/nama/file</pre>
<p>Berikut ini trik yang bisa digunakan apabila Port default SSH sudah diganti sudah diganti.</p>
<pre lang="bash">scp -P port_ssh username@ip_tujuan:/folder/tempat/menyimpan</pre>
<p>Kemudian apabila ternyata kita menginginkan bisa meng copy seluruh isi folder (termasuk mungkin ada folder didalam folder tersebut kita bisa gunakan opsi -r</p>
<pre lang="bash">scp -r username@ip_tempat_file:/folder/tempat/menyimpan/file/* ./</pre>
<p>Yang ini adalah trik apabila anda mendownload file dengan scp tetapi tidak menginginkan seluruh bandwidth terpakai hanya untuk download.</p>
<pre lang="bash">scp -l bandwidthlimit username@ip_tempat_file:/folder/tempat/menyimpan/file/* ./</pre>
<p>Sementara yang satu ini bisa anda pergunakan apabila anda ingin melakukan eksekusi suatu file setelah upload.</p>
<pre lang="bash">ssh username@ip_tempat_file tar -zxvf nama_file.tgz</pre>
<p>atau anda ingin ngasih tau user di box tujuan bahwa anda telah selesai copy file</p>
<pre lang="bash">ssh username@ip_tempat_file 'wall "uy copy file nya udah beres"'</pre>
<p>Kira-kira begitu tips nya <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Selamat mencoba</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.giest.org%2Funix%2Ftips-pemakaian-scp.html&amp;t=Tips%20pemakaian%20SCP" id="facebook_share_both_247" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_247') || document.getElementById('facebook_share_icon_247') || document.getElementById('facebook_share_both_247') || document.getElementById('facebook_share_button_247');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_247') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/unix/tips-pemakaian-scp.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Shell Application yang patut anda coba (I)</title>
		<link>http://www.giest.org/unix/shell-application-yang-patut-anda-coba-i.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/unix/shell-application-yang-patut-anda-coba-i.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2008 15:56:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[*NIX]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[console]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Sering kali kita menganggap shell (console) adalah sesuatu yang susah untuk dipelajari dan digunakan. Padahal kalau sudah terbiasa dengan console kadang kala kita malas untuk berhubungan dengan xwindows karena berat dan boros resource. Aplikasi-aplikasi yang berjalan di console sebetulnya banyak sekali tetapi karena orang lebih tertarik dengan tampilan yang warna-warni, sering kali mereka gak mau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sering kali kita menganggap shell (console) adalah sesuatu yang susah untuk dipelajari dan digunakan. Padahal kalau sudah terbiasa dengan console kadang kala kita malas untuk berhubungan dengan xwindows karena berat dan boros resource.</p>
<p>Aplikasi-aplikasi yang berjalan di console sebetulnya banyak sekali tetapi karena orang lebih tertarik dengan tampilan yang warna-warni, sering kali mereka gak mau tahu dan jadinya tidak tahu bahwa banyak sekali aplikasi yang memiliki kemampuan sama atau lebih bagus dari aplikasi yang berbasiskan GUI.</p>
<p><span id="more-188"></span></p>
<p>Disini saya hanya akan memberikan gambaran beberapa aplikasi yang patut anda coba, siapa tahu setelah dicoba anda jadi seneng dan mau lebih kenal dengan yang namanya console <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p><strong>WGET</strong></p>
<p>Aplikasi download mendownload ini sengaja dibikin pertama karena tips-tips nya udah dibikin jadi kalau mau lebih jelas silahkan buka-buka lagi tutorial yang sebelumnya <img class="wp-smiley" src="http://web.archive.org/web/20080102224208/http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /></p>
<p>Link: http://www.gnu.org/software/wget/</p>
<p><strong>MC</strong></p>
<p>Midnight Commander adalah aplikasi clone Norton Commander, kalau anda sudah berkenalan dengan DOS maka saya yakin anda pernah mencoba Norton Commander yang ringan dan memiliki banyak fitur.</p>
<p>Midnight Commander merupakan aplikasi multi fungsi dari mulai file explorer, editor, viewer dan bahkan sanggup bekerja sebagai file transfer antar server keren banget deh.</p>
<p>Link: http://www.ibiblio.org/mc/</p>
<p><strong>LYNX</strong></p>
<p>Browser text base yang sangat ringan namun tetap bisa dipake untuk sekedar buka-buka web yang lebih mengutamakan text seperti web-web yang berhubungan dengna *nix pada umumnya. Lynx juga bisa dijadikan alat untuk mendownload apabila anda memiliki url yang tidak bisa di download dengan wget <img class="wp-smiley" src="http://web.archive.org/web/20080102224208/http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /><br />
Lynx masih belum support frame tetapi kecepatan dan light weight nya patut jadi pilihan.</p>
<p>Link:  http://lynx.browser.org/</p>
<p><strong>LINKS</strong></p>
<p>Links adalah pilihan berikutnya setelah lynx. Kelebihan browser yang satu ini dibanding lynx adalah kemampuan untuk menampilkan table dan frame yang tidak dimiliki oleh lynx.</p>
<p>Links lebih lengkap dari lynx tetapi ada kalanya anda perlu memiliki keduanya dengan alasan lynx lebih cepat dan lebih mudah digunakan ketika anda remote login dengan bandwidth yang pas-pasan dibandingkan dengan Links yang lebih modern dengan menu-menu nya.</p>
<p>Link: http://links.sourceforge.net/</p>
<p><strong>PICO</strong></p>
<p>Editor yang super ringan dan mudah dalam penggunaan karena menggunakan kombinasi tombol ctrl + huruf yang ditampilkan di bagian bawah editor. Pico support cut and paste mampu melakukan paragraph justification dan memiliki spelling checker.</p>
<p>Link: WWW: http://www.washington.edu/pine/</p>
<p><strong>JOE</strong></p>
<p>Editor yang sangat mirif dengan wordstar ini bisa jadi pilihan apabila anda pengen mengetik tapi tidak memiliki komputer yang mampu menampilkan xwindows dengan lancar <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Link: http://sourceforge.net/projects/joe-editor/</p>
<p><strong>TRAPSHOW</strong></p>
<p>Aplikasi untuk melihat aktifitas traffik yang keluar dan masuk komputer kita baik itu tcp maupun undp.</p>
<p>Link: http://soft.risp.ru/trafshow/index_en.shtml</p>
<p><strong>BWM-NG</strong></p>
<p>Bandwidth Monitor NG adalah aplikasi kecil yang sanggup menampilkan penggunaan bandwidth secara real time. Kalau anda iseng-iseng pengen lihat seberapa besar traffik keluar dan masuk ethernet tertentu atau total secara keseluruhan aplikasi ini bisa jadi pilihan.</p>
<p>Link: http://www.gropp.org/</p>
<p><strong>BITCHX </strong></p>
<p>IRC client yang super lengkap, sangat disukai oleh para maniak ceting karena fitur nya yang lengkap dan ringan untuk digunakan.</p>
<p>BitchX sudah memiliki support multi windows sehingga anda tidak perlu takut salah tulis message tetapi tetap dengan single window view mode nya  anda bisa memonitor seluruh channel dan private message dalam satu windows sehingga lebih mudah.</p>
<p>Link: http://www.bitchx.org/</p>
<p><strong>CTORRENT</strong></p>
<p>APlikasi torrent client yang bisa dipakai di Linux atau BSD yang berbasis kan c sehingga lebih mudah di install dan tidak memerlukan dependensi terlalu banyak seperti yang lainnya.</p>
<p>Link: http://ctorrent.sourceforge.net/</p>
<p>Kayaknya segini dulu deh <img class="wp-smiley" src="http://web.archive.org/web/20080102224208/http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /> nanti pasti dilanjut. Masih banyak aplikasi-aplikasi bagus yang lain cuman sayang mata udah 5 watt nih.</p>
<p>B-E-R-S-A-M-B-U-N-G</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.giest.org%2Funix%2Fshell-application-yang-patut-anda-coba-i.html&amp;t=Shell%20Application%20yang%20patut%20anda%20coba%20%28I%29" id="facebook_share_both_188" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; padding:2px 0 0 20px; height:16px; background:url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top left;">Share on Facebook</a>
	<script type="text/javascript">
	<!--
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_188') || document.getElementById('facebook_share_icon_188') || document.getElementById('facebook_share_both_188') || document.getElementById('facebook_share_button_188');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_188') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	-->
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/unix/shell-application-yang-patut-anda-coba-i.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
