<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Giest Blogs</title>
	<atom:link href="http://www.giest.org/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.giest.org</link>
	<description>Koleksi Artikel tentang FreeBSD, Linux, OpenBSD, Windows, Networking dan Komputer dalam bahasa Indonesia untuk Pemula</description>
	<pubDate>Sat, 03 May 2008 18:08:44 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>&#8220;GRATIS&#8221; Palsu Dari Astro</title>
		<link>http://www.giest.org/2008/05/04/gratis-palsu-dari-astro.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/2008/05/04/gratis-palsu-dari-astro.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 18:08:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Giest</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Go Songs]]></category>

		<category><![CDATA[astro]]></category>

		<category><![CDATA[blackout]]></category>

		<category><![CDATA[diskon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/?p=417</guid>
		<description><![CDATA[Setelah ASTRO blackout selama 4 hari akhirnya datanglah tagihan bulanan dengan embel-embel stiker &#8220;GRATIS&#8221; yang ternyata cuman 4 hari itu saja yang dibilang &#8220;GRATIS&#8221;. Mengingat alasan saya memilih ASTRO daripada Indovision adalah Liga Inggris dan dalam rentang waktu 4 hari blackout itu ada satu pertandingan wajib tonton (MU vs Arsenal) yang jadinya terlewat, sepertinya &#8220;GRATIS&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah ASTRO blackout selama 4 hari akhirnya datanglah tagihan bulanan dengan embel-embel stiker &#8220;GRATIS&#8221; yang ternyata cuman 4 hari itu saja yang dibilang &#8220;GRATIS&#8221;. Mengingat alasan saya memilih ASTRO daripada Indovision adalah Liga Inggris dan dalam rentang waktu 4 hari blackout itu ada satu pertandingan wajib tonton (MU vs Arsenal) yang jadinya terlewat, sepertinya &#8220;GRATIS&#8221; 4 hari yang kalau di uangkan sama dengan Rp 12.259 (Dua Belas Ribu Dua Ratus Lima Puluh Sembilan Rupiah) terasa sangatlah tidak adil.</p>
<p><span id="more-417"></span></p>
<p>Kata-kata GRATIS sepertinya sangat tidak pas untuk ditempelkan di amplop tagihan bulanan karena seharusnya itu adalah kompensasi dan bukan GRATIS. Kompensasi ketidak becusan ASTRO untuk mengikuti peraturan pemerintah dan juga kompensasi untuk hilangnya kesempatan menikmati siaran yang menjadi alasan dipilihnya ASTRO.</p>
<p>Dengan kata-kata gratis seolah-olah itu adalah bonus yang diberikan oleh ASTRO untuk pelanggan. Padahal dengan nilai segitu untuk mengganti blackout rutin setiap kali hujan saja saya rasa tidak mencukupi.</p>
<p>Untuk diketahui ASTRO mati (tidak ada gambar ato gambar patah-patah) di Bandung dan di musim hujan ini bisa dirata-ratakan lebih dari 15menit per hari dan itu tidak pernah jadi pertimbangan untuk &#8220;GRATIS&#8221; atau kompensasi. ASTRO hanya memberikan  &#8220;GRATIS&#8221; untuk sesuatu yang besar saja sementara yang kecil-kecil tidak menjadi perhitungan mereka.</p>
<p>Saya masih ingat ketika saya berlangganan Internet ke salah satu ISP lokal di Bandung, Mereka menerapkan perhitungan kompensasi per menit apabila kurang dari 2 jam dalam satu hari dan akan dianggap  mati  satu hari penuh apabila ada masalah lebih dari 2 jam. Dan kalau saya tidak salah (tolong koreksi kalau salah) Telkom juga menerapkan prinsip yang sama yaitu apabila terjadi gangguan lebih dari sekian hari maka tagihan bulan tersebut akan dihilangkan.</p>
<p>Tetapi ASTRO dengan santai nya menyebut kompensasi sebagai &#8220;GRATIS&#8221; dan entah muncul dari mana perhitungan  Rp 12.259 untuk empat hari ini muncul, karena kalau saya hitung Rp 250.000 / 30 (jumlah hari pada bulan April) = Rp 8.333 / hari atau untuk empat hari harusnya minimal kompensasi nya (kalo tidak tahu malu) adalah sekitar Rp 33.333. Sementara kalau hanya Rp. 12.259 berarti saya hanya dikasih kompensasi Rp. 3.064,75 / hari. Yang artinya lagi &#8220;GRATIS&#8221; yang dibilang oleh ASTRO justru dari saya sebagai pelanggan kepada mereka bukan dari ASTRO ke saya karena saya telah membayar Rp. 5.268,58 selama 4 hari untuk service yang tidak mereka berikan.</p>
<p>Sekali lagi kekecewaan saya bertambah, setelah Signal Jelek, Fasilitas Decoder yang sangat minim, sekarang ditambah tidak tahu diri membohongi public dengan kata &#8220;GRATIS&#8221;.</p>
<p>Mudah-mudahan Indovision mempunyai keberanian untuk menayangkan Liga Inggris sehingga saya bisa terbebas dari &#8220;No Signal&#8221; dan &#8220;GRATIS&#8221; palsu ala ASTRO dan saya bisa langsung memutuskan untuk memilih Indovision daripada ASTRO.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/2008/05/04/gratis-palsu-dari-astro.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Memindahkan blog dari wordpress.com ke hosting sendiri</title>
		<link>http://www.giest.org/2008/04/10/memindahkan-blog-dari-wordpresscom-ke-hosting-sendiri.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/2008/04/10/memindahkan-blog-dari-wordpresscom-ke-hosting-sendiri.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Apr 2008 14:10:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Giest</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[WebS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[Untuk anda yang sudah tidak puas lagi dengan fasilitas yang diberikan wordpress.com mungkin sudah saatnya anda memiliki domain dan hosting sendiri. Wordpress CMS free yang oleh sebagian orang sering disebut wordpress.org memberikan kebebasan anda untuk lebih berexpresi tidak seperti wordpress.com yang membatasi konten apa saja yang bisa anda post ditambah lagi kalau traffic blog anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk anda yang sudah tidak puas lagi dengan fasilitas yang diberikan wordpress.com mungkin sudah saatnya anda memiliki domain dan hosting sendiri. Wordpress CMS free yang oleh sebagian orang sering disebut wordpress.org memberikan kebebasan anda untuk lebih berexpresi tidak seperti wordpress.com yang membatasi konten apa saja yang bisa anda post ditambah lagi kalau traffic blog anda sudah bagus anda tidak diperbolehkan untuk memasang iklan disana.</p>
<p>Saya tidak ingin berdebat dengan anda mana yang terbaik yang pasti keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Sekarang saya hanya ingin memposting cara memindahkan blog anda dari wordpress.com ke hosting anda sendiri.</p>
<p><span id="more-412"></span></p>
<p>Mari kita mulai.</p>
<ol>
<li>Silahkan login ke wp-admin wordpress.com anda.</li>
<li>Sekarang silahkan klik Manage-&gt;Export</li>
<li>Klik pada download export file dan tunggu sampai selesai. file hasil dari process ini biasanya berakhiran xml.</li>
<li>Selanjutnya saya anggap anda sudah selesai menginstall CMS wordpress di hosting dan domain anda silahkan login wp-admin untuk proses selanjutnya.</li>
<li>Sekarang anda klik tab Manage-&gt;import</li>
<li>Kemudian klik pada link wordpress di paling bawah untuk memulai.</li>
<li>Klik browse dan sorot file xml yang tadi anda download dari wordpress.com dan klik upload file and import.</li>
<li>Selanjutnya anda akan melihat bahwa wordpres sedang berusaha mengimport data dari file xml ke dalam database CMS wordpress anda.</li>
<li>Kemudian anda akan ditanya apakah ingin mengcopy semua file attachment dari wordpress.com ke hosting anda. Disini anda bisa memilih untuk tetap menyimpan file-file tersebut di wordpress.com dan menghemat space dan bandwidth anda dengan resiko kalo suatu saat account anda di suspend berarti data anda juga hilang, atau anda mengambil semua file attachment dan mungkin saja menghabiskan space dan bandwidth hosting anda <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Ok sampai disini sebenar nya data anda sudah selesai ditransfer tetapi tidak termasuk themes dan plugin tentunya.</li>
<li>Selanjutnya silahkan anda atur-atur kembali atur kembali susunan widget themes anda.</li>
<li>Apabila anda mengalami masalah setiap kali login dengan url www.domainanda.com/wp-admin kemudian di redirect ke wordpress.com silahkan anda login ke cpanel hosting anda, kemudian buka phpmyadmin.</li>
<li>Setelah phpmyadmin terbuka silahkan klik pada table wp-options database wordpress anda</li>
<li>Sekarang silahkan edit option siteurl table anda dan ganti dari nama.wordpress.com menjadi www.domainanda.com</li>
</ol>
<p>Ok sekarang sudah beres, selanjutnya kalau anda memiliki koleksi link blogroll yang banyak, sampai saat ini masih belum ada cara yang benar-benar sempurna untuk mentransfer link-link tersebut. Masalahnya adalah setiap transfer kategori dari link tersebut tidak bisa ikut terbawa.</p>
<p>Proses untuk transfer link anda bisa ikuti step berikut</p>
<ol>
<li>Klik Manage-&gt;links</li>
<li>Klik Add Link</li>
<li>Anda tidak perlu mengisi apa-apa silahkan klik menu import links yang ada pada kategori related dibawah button save.</li>
<li>Kemudian pada kotak <strong>Specify an OPML URL</strong> anda isi http://loginanda.wordpress.com/wp-links-opml.php</li>
<li>Lalu anda tentukan kategory nya kemudian klik button <strong>Import OPML File</strong></li>
<li>Dan selesai <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
</ol>
<p>Setelah blog anda pindah sudah bisa dipastikan kalo traffik blog anda akan turun untuk sementara. Untuk mempercepat pulih nya traffik ke blog anda silahkan berikan pengumuman di blog anda atau gunakan redirect 403 di wordpress.com.</p>
<p>Ya sudah gitu saja.. selamat mencoba dan untuk anda yang masih belum memiliki domain dan hosting dan berniat untukmemiliki (tidak gratis tentunya) anda bisa menghubungi saya :p :p :p</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/2008/04/10/memindahkan-blog-dari-wordpresscom-ke-hosting-sendiri.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Merubah file hosts di vista</title>
		<link>http://www.giest.org/2008/04/09/merubah-file-hosts-di-vista.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/2008/04/09/merubah-file-hosts-di-vista.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 17:21:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Giest</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[WindowS]]></category>

		<category><![CDATA[vista]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Gak pake bertele-tele ini langkah-langkah nya yang sedikit berbeda dari windows xp kebawah  

Start-&#62; All Programs -&#62; Accessories
Klik kanan pada notepad dan pilih &#8220;Run as administrator&#8221;
Klik continue pada UAC prompt
Buka file hosts yang berada pada folder c:\Windows\System32\drivers\etc
Ganti filter option dari *.tx menjadi All files(*.*)
Silahkan di edit file hosts nya dan save
Selesai  

Cara ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gak pake bertele-tele ini langkah-langkah nya yang sedikit berbeda dari windows xp kebawah <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<ol>
<li>Start-&gt; All Programs -&gt; Accessories</li>
<li>Klik kanan pada notepad dan pilih &#8220;Run as administrator&#8221;</li>
<li>Klik continue pada UAC prompt</li>
<li>Buka file hosts yang berada pada folder c:\Windows\System32\drivers\etc</li>
<li>Ganti filter option dari *.tx menjadi All files(*.*)</li>
<li>Silahkan di edit file hosts nya dan save</li>
<li>Selesai <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
</ol>
<p>Cara ini bisa dipakai merubah semua file text yang memerlukan akses Administrator.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/2008/04/09/merubah-file-hosts-di-vista.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>LILO output (error message)</title>
		<link>http://www.giest.org/2008/03/28/lilo-output-error-message.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/2008/03/28/lilo-output-error-message.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 03:36:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Giest</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[LinuX]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/2008/03/28/lilo-output-error-message.html</guid>
		<description><![CDATA[Gak tau udah berapa lama saya pakai LILO sebagai boot loader beberapa pc yang diinstall linux tapi baru sekarang sadar kalo tulisan LILO ketika boot gagal itu merupakan pesan yang bisa memberi informasi untuk troubleshooting (gaptek pisan).
Baru dapat informasi ini setelah baca-baca dari wikipedia..
so biar gak lupa simpan disini saja  

Output
When LILO loads itself [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gak tau udah berapa lama saya pakai LILO sebagai boot loader beberapa pc yang diinstall linux tapi baru sekarang sadar kalo tulisan LILO ketika boot gagal itu merupakan pesan yang bisa memberi informasi untuk troubleshooting (gaptek pisan).</p>
<p>Baru dapat informasi ini setelah baca-baca dari wikipedia..</p>
<p>so biar gak lupa simpan disini saja <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-408"></span></p>
<h2><span class="mw-headline">Output</span></h2>
<p>When LILO loads itself it displays the word “LILO”. Each letter is printed before or after some specific action. If LILO fails at some point, the letters printed so far can be used to identify the problem.</p>
<dl>
<dt>(nothing)</dt>
<dd>No part of LILO has been loaded. LILO either isn&#8217;t installed or the partition on which its boot sector is located isn&#8217;t active. You have probably not booted from the correct device or the media you&#8217;ve booted from is faulty.</dd>
<dt><strong>L</strong></dt>
<dd>The first stage boot loader has been loaded and started, but it can&#8217;t load the second stage boot loader. The two-digit error codes indicate the type of problem. (See also the LILO Disk Error Codes section, below.) This condition usually indicates a media failure or bad disk parameters in the BIOS.</dd>
<dt><strong>LI</strong></dt>
<dd>The first stage boot loader was able to load the second stage boot loader, but has failed to execute it. This can be caused by bad disk parameters in the BIOS.</dd>
<dt><strong>LIL</strong></dt>
<dd>The second stage boot loader has been started, but it can&#8217;t load the descriptor table from the map file. This is typically caused by a media failure or by bad disk parameters in the BIOS.</dd>
<dt><strong>LIL?</strong></dt>
<dd>The second stage boot loader has been loaded at an incorrect address. This is typically caused by bad disk paramters in the BIOS.</dd>
<dt><strong>LIL-</strong></dt>
<dd>The desriptor table is corrupt. This can be caused by bad disk parameters in the BIOS.</dd>
<dt><strong>LILO</strong></dt>
<dd>All parts of LILO have been successfully loaded.</dd>
<dd>
</dd>
</dl>
<p>Kayak nya segitu saja.. lagi agak males buat ketik-ketik &#8220;terlalu banyak yang dipikirin :D&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/2008/03/28/lilo-output-error-message.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menginstall Font Windows di Ubuntu</title>
		<link>http://www.giest.org/2008/02/19/menginstall-font-windows-di-ubuntu.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/2008/02/19/menginstall-font-windows-di-ubuntu.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2008 06:07:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Giest</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[LinuX]]></category>

		<category><![CDATA[font]]></category>

		<category><![CDATA[fonts]]></category>

		<category><![CDATA[install]]></category>

		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/2008/02/19/menginstall-font-windows-di-ubuntu.html</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama sekali saya merasa bahwa browsing di Linux kadang tidak senyaman di Windows, dulu sering menyalahkan resolusi layar yang tidak tepat tetapi ternyata dugaan saya salah.
Kebanyakan web masih menggunakan font default yang hanya ada di Windows, sehingga ketika dibuka di Linux, font yang dipakai adalah font pengganti yang belum tentu cocok dan bagus hasilnya.
Setelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lama sekali saya merasa bahwa browsing di Linux kadang tidak senyaman di Windows, dulu sering menyalahkan resolusi layar yang tidak tepat tetapi ternyata dugaan saya salah.</p>
<p>Kebanyakan web masih menggunakan font default yang hanya ada di Windows, sehingga ketika dibuka di Linux, font yang dipakai adalah font pengganti yang belum tentu cocok dan bagus hasilnya.</p>
<p>Setelah tahu masalahnya ada di Font selanjutnya adalah bagaimana cara menginstall font-font windows tersebut ke Komputer saya yang pake os Ubuntu Linux.</p>
<p><span id="more-407"></span></p>
<p>Didunia Linux dan OpenSource selalu ada banyak cara untuk menyelesaikan masalah, tetapi cara yang saya pake adalah cara yang paling mudah menurut saya :D.</p>
<p>Ok untuk menginstal beberapa font standar windows di Linux cukup mudah anda cukup ketikan</p>
<textarea name="code" class="html:nocontrols:showcolumns" cols="60" rows="10">sudo apt-get install msttcorefonts</textarea>
<p>maka anda akan mendapatkan font-font berikut</p>
<p>*  Andale Mono<br />
* Arial Black<br />
* Arial (Bold, Italic, Bold Italic)<br />
* Comic Sans MS (Bold)<br />
* Courier New (Bold, Italic, Bold Italic)<br />
* Georgia (Bold, Italic, Bold Italic)<br />
* Impact<br />
* Times New Roman (Bold, Italic, Bold Italic)<br />
* Trebuchet (Bold, Italic, Bold Italic)<br />
* Verdana (Bold, Italic, Bold Italic)<br />
* Webdings</p>
<p>Supaya anda bisa mempergunakan font-font tersebut anda sebaiknya log-out dan log-in kembali tetapi kalo males atau tanggung silahkan ketikan command berikut</p>
<textarea name="code" class="html:nocontrols:showcolumns" cols="60" rows="10">sudo fc-cache -fv</textarea>
<p>dan berdo&#8217;a mudah-mudahan font yang anda install sudah bisa dipakai <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kalau anda masih merasa kurang dengan font-font diatas, berikut ini command untuk menginstall font-font yang lain yang jumlahnya kira-kira sekitar 300 font lebih.</p>
<textarea name="code" class="html:nocontrols:showcolumns" cols="60" rows="10">sudo apt-get install ttf-gentium
sudo apt-get install ttf-dustin
sudo apt-get install ttf-georgewilliams
sudo apt-get install ttf-sjfonts
sudo apt-get install sun-java6-fonts
sudo apt-get install ttf-larabie-deco ttf-larabie-straight ttf-larabie-uncommon
sudo apt-get install ttf-gentium ttf-dustin ttf-georgewilliams ttf-sjfonts sun-java6-fonts ttf-larabie-deco ttf-larabie-straight ttf-larabie-uncommon</textarea>
<p>Sekarang Linux anda tidak akan kalah dengan Windows dalam koleksi font <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selamat mencoba</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/2008/02/19/menginstall-font-windows-di-ubuntu.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mengembalikan Tombol Restart &#038; Shutdown di Ubuntu</title>
		<link>http://www.giest.org/2008/02/09/mengembalikan-tombol-restart-shutdown-di-ubuntu.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/2008/02/09/mengembalikan-tombol-restart-shutdown-di-ubuntu.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Feb 2008 17:55:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Giest</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[LinuX]]></category>

		<category><![CDATA[button]]></category>

		<category><![CDATA[restart]]></category>

		<category><![CDATA[shutdown]]></category>

		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/2008/02/09/mengembalikan-tombol-restart-shutdown-di-ubuntu.html</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya laptop yang sudah agak sesak dengan berbagai macam data dan aplikasi hasil download-an berganti harddisk  dari 80Gb menjadi 160Gb (Special thanks to my Boss :D). Dengan alasan ingin menggunakan OS yang fresh akhirnya diputuskan untuk menginstall ulang saja harddisk baru ini dengan Ubuntu Gutsy 7.10 lagi.
Setelah selesai utik-utik termasuk mengganti themes default ubuntu dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya laptop yang sudah agak sesak dengan berbagai macam data dan aplikasi hasil download-an berganti harddisk  dari 80Gb menjadi 160Gb (Special thanks to my Boss :D). Dengan alasan ingin menggunakan OS yang fresh akhirnya diputuskan untuk menginstall ulang saja harddisk baru ini dengan Ubuntu Gutsy 7.10 lagi.</p>
<p>Setelah selesai utik-utik termasuk mengganti themes default ubuntu dengan themes mac os leopard, muncul satu masalah.. sepertinya saya salah klik sesuatu sehingga tombol Restart &amp; Shutdown menghilang dari Logout menu. Sementara bingung karena gak bisa restart secara langsung (kalo lewat shell gampang aja :D) akhirnya nemu juga pokok masalahnya yang ternyata gampang.</p>
<p><span id="more-405"></span></p>
<p>Solusinya tinggal</p>
<p>1. Klik System -&gt; Administration -&gt; Login Window</p>
<p>2. Masukan password ketika ditanyakan</p>
<p>3. Pilih tab local setelah Login window muncul</p>
<p>4. Pada bagian menu bar, klik <strong>show action menu</strong> check box,</p>
<p>5. sudah gitu saja&#8230;</p>
<p>hehehe setelah ketemu solusinya semudah itu jadi pengen ketawa sendiri kenapa sebelumnya berpusing-pusing ria mencari cara memunculkan button shutdown dan restart yang hilang..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/2008/02/09/mengembalikan-tombol-restart-shutdown-di-ubuntu.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>DHCP Client dengan Static DNS</title>
		<link>http://www.giest.org/2008/01/09/dhcp-client-dengan-static-dns.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/2008/01/09/dhcp-client-dengan-static-dns.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 17:24:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Giest</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[LinuX]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/2008/01/09/dhcp-client-dengan-static-dns.html</guid>
		<description><![CDATA[Pengalam gonta ganti koneksi antara kantor dan rumah, dengan kedua-duanya menggunakan DHCP server untuk distribusi IP address kadang menyebalkan juga.
Karena alasan tertentu dns server untuk laptop saya harus dipasang 127.0.0.1 biar  domain yang saya pakai test tetap mengarah ke IP local. Tapi karena setiap kali berganti koneksi dns yang didapat dari dhcp juga ikutan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengalam gonta ganti koneksi antara kantor dan rumah, dengan kedua-duanya menggunakan DHCP server untuk distribusi IP address kadang menyebalkan juga.</p>
<p>Karena alasan tertentu dns server untuk laptop saya harus dipasang 127.0.0.1 biar  domain yang saya pakai test tetap mengarah ke IP local. Tapi karena setiap kali berganti koneksi dns yang didapat dari dhcp juga ikutan ganti, ujung-ujung nya cape juga harus sering edit resolv.conf.</p>
<p><span id="more-403"></span> Setelah bingung gimana caranya supaya ketika mendapatkan IP lewat DHCP tapi dns tidak berubah, akhirnya nemu juga artikel yang membahas tentang itu. Ternyata gampaaaaaaang&#8230;</p>
<p>Trik berikut saya praktekan di Linux Distro Ubuntu 7.10 jadi kalo anda mau coba silahkan sesuaikan saja beberapa command, file dan aplikasi yang dipakai.</p>
<textarea name="code" class="html:nocontrols:showcolumns" cols="60" rows="10">giest@giest-pc:~$ sudo gedit  /etc/dhcp3/dhclient.con

[sudo] password for giest:******

</textarea>
<p>Kemudian setelah mucul gnome text editor silahkan cari baris berikut.</p>
<textarea name="code" class="html:nocontrols:showcolumns" cols="60" rows="10">#prepend domain-name-servers xxx.xxx.xxx.xxx;</textarea>
<p>Kemudian buang tanda # (kres) didepan dan ganti dengan IP dns yang anda ingin pakai.  Kira-kira hasil akhirnya seperti berikut ini.</p>
<textarea name="code" class="html:nocontrols:showcolumns" cols="60" rows="10">prepend domain-name-servers 127.0.0.1;</textarea>
<p>Sekarang anda tidak perlu repot lagi mengganti dns setiap kali ganti koneksi karena khusus untuk dns tidak akan pernah ganti lagi :D.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/2008/01/09/dhcp-client-dengan-static-dns.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Finally I&#8217;m Free</title>
		<link>http://www.giest.org/2008/01/09/finally-im-free.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/2008/01/09/finally-im-free.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 17:08:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Giest</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Go BlogS]]></category>

		<category><![CDATA[LinuX]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/2008/01/09/finally-im-free.html</guid>
		<description><![CDATA[Tepat dua minggu menjelang tahun baru 2008, akhirnya resmi lah sudah Laptop ASUS A6Ja saya terbebas dari Windows dan berganti menjadi single OS Ubuntu 7.10 Gutsy dengan cita rasa OS X Leopard &#8220;Finally I&#8217;m Free&#8220;.
Kata-kata &#8220;Linux itu susah&#8221; bener-bener udah bukan jaman nya lagi sekarang. Kemudahan demi kemudahan ditawarkan oleh distro-distro Linux, bahkan kalo saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tepat dua minggu menjelang tahun baru 2008, akhirnya resmi lah sudah Laptop ASUS A6Ja saya terbebas dari Windows dan berganti menjadi single OS Ubuntu 7.10 Gutsy dengan cita rasa OS X Leopard &#8220;<strong>Finally I&#8217;m Free</strong>&#8220;.</p>
<p>Kata-kata &#8220;Linux itu susah&#8221; bener-bener udah bukan jaman nya lagi sekarang. Kemudahan demi kemudahan ditawarkan oleh distro-distro Linux, bahkan kalo saya boleh memberikan opini pribadi, Vista yang digembar-gemborkan sebagai operating system termudah dari segi installasi sampai pemakaian jauh kalah dibandingkan Distro Linux yang lumayan baru (dibandingkan distro oldiest lainnya) bernama Ubuntu.</p>
<p><span id="more-404"></span></p>
<p>Setelah  masa trial berbulan-bulan (tahun?) akhirnya keputusan untuk meninggalkan OS besutan Microsoft berjudul Windows pun bulat dilakukan. Dulu seringkali berfikir bahwa gak bisa meninggalkan Windows karena selalu berfikir bahwa akan selalu ada aplikasi di windows yang akan diperlukan dikemudian hari.</p>
<p>Pemikiran bahwa dengan menggunakan dual boot lebih baik karena bisa berpindah antara Windows dan Linux yang selama ini saya anut ternyata salah (menurut saya).</p>
<p>Karena merasa bahwa masih ada OS bernama windows di PC / Laptop saya, ujung-ujungnya setiap kali menemukan masalah, saya selalu lari kembali ke Windows. Keterpaksaan untuk mempergunakan apa yang ada (banyak) di Linux justru menjadi pemicu saya untuk lebih kreatif memanfaatkan segudang aplikasi opensource yang tidak kalah bagusnya daripada aplikasi-aplikasi versi windows.</p>
<p>Sekarang Laptop saya terinstall Ubuntu 7.10 Gutsy dengan Aplikasi tambahan yang sudah lebih dari cukup untuk mendukung pekerjaan sehari-hari saya. Berikut ini list aplikasi yang saya pakai:</p>
<p><strong>Compiz-Fusion </strong></p>
<p>Orang bilang compiz-fusion hanyalah eye candy saja tapi kenyataan nya sekarang saya merasa sangat terbantu untuk sedikit sombong pada pemakai mac dan vista yang baru bisa nunjukin sedikit animasi 3D nya :D. Belum lagi saya juga sangat terbantu dengan kemudahan memilih aplikasi yang sedang berjalan..</p>
<p><strong>Themes Mac4Lin</strong></p>
<p>Dari dulu pengen banget punya Mac tapi gak kebeli <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> akhirnya sekarang saya bisa mendapatkan kemudahan windows dengan tombol startnya + keindahan Mac dengan menggunakan themes super keren bernama Mac4Lin.</p>
<p><strong>Education Tux Paint</strong></p>
<p>Gak perlu lagi takut si kecil <a href="http://www.lavinna.name" title="Lavinna Home Page" target="_blank">Lavinna</a> ngamuk karena gak bisa mewarnai dan menggambar di komputer karena dengan Tux Paint bukan hanya bisa menggambar dan mewarnai tapi juga bisa belajar mengenal binatang dan benda dengan mode stamp nya.</p>
<p><strong>Graphics GIMP</strong></p>
<p>Walaupun masih kaku tapi sekarang untuk photo editing sudah mulai membiasakan diri dengan interface nya GIMP yang banyak kemiripannya dengan Adobe Photoshop.</p>
<p><strong>Internet Firefox</strong></p>
<p>Kalo yang ini  tentu sudah pasti harus ada, karena di Windows pun saya lebih sering pake browser yang satu ini dibanding IE. Tapi berhubung kadang diperlukan untuk test website di browser IE terutama versi 6 ke bawah, solusi nya tinggal install IE for Linux dengan ie4linux <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Internet Mozilla Thunderbird</strong></p>
<p>Setelah mencicipi versi windows nya, tidak ada masalah dengan mail client satu ini. Dan sayapun dengan lancar bisa menguninstall evolution sebagai default mail client di Ubuntu dan menggantinya dengan Thunderbird.</p>
<p><strong>Internet Pidgin</strong></p>
<p>Walaupun masih belum begitu familiar dengan Pidgin (dulu gaim), tetapi fungsi utamanya yang hanya dipakai untuk ber ceting ria bisa terpenuhi saya cukup puas menggantikan Yahoo Messenger dengan aplikasi ini (cuman saya buzz nya gak bunyi :D)</p>
<p><strong>Office OpenOffice.org</strong></p>
<p>Aplikasi pengganti Microsoft Office ini memang super, saya tidak merasakan perubahan yang berarti ketika berpindah dari MS Office ke OpenOffice.org.</p>
<p><strong>Sound Audacious</strong></p>
<p>Dengan skin yang mirip banget dengan WinAmp, ditambah codec yang support mp3. Audacious jadi pengganti resmi pemutar MP3 yang biasa saya pakai.</p>
<p><strong>Video Movie Player</strong></p>
<p>Dengan tambahan codec dan plugin akhirnya semua file video yang saya  punya bisa dengan lancar diputar dengan player ini. Memang sih membutuhkan perjuangan extra ketika pertama kali coba, tapi semuanya setimpal dengan hasil yang diperoleh (lagin gratisan :p)</p>
<p><strong>Editor Aptana</strong></p>
<p>Berhubung kerjaan adalah ketik-ketik scrip PHP akhirnya pilihan editor php jatuh ke Aptana, saya pakai karena sebelumnya sudah cukup familiar dengan versi windows nya. Ditambah lagi gratis makin cinta saja.</p>
<p>Untuk yang lainnya gimana? karena udah cape ngetik berikut ini list aplikasi yang saya install di laptop saya (disamping aplikasi default ubuntu).</p>
<ul>
<li>CHM Viewer (aplikasi buat baca file .chm lumayan buat baca-baca ebook)</li>
<li>MySQL Navigator buat edit-edit data di mysql server (walopun kenyataannya saya lebih seneng phpMyAdmin)</li>
<li>Games - LinCity (simCity nya Linux), Triger (game 3D mobil-mobilan :D), XMoto (game motor 2D yang versi windows nya gak pernah selesai)</li>
<li>GColor2 (aplikasi untuk ngambil nilai warna dari mana saja)</li>
<li>Opera (Koleksi browser aja)</li>
<li>Putty yang walaupun gak secanggih versi windows nya tapi lumayan mempermudah saya untuk tidak terlalu banyak mengingat IP dan port <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
<li>XChat IRC, sebagai pecinta ceting, ini adalah tools wajib.</li>
<li>VLC Media Player, kadang saya pakai player ini buat putar dvd, karena lebih enak aja.</li>
<li>Dosbox Emulator kalo lagi kumat iseng main game versi dos yang udah tuir banget kayak dune, warcraft dan c&amp;c.</li>
<li>Virtualbox buat ngetes-ngetes OS.</li>
<li>Wine, kepake banget buat ngejalanin program windows kayak Kamus dan Onet <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
</ul>
<p>Segitu kayaknya ya&#8230;</p>
<p>Saran saya untuk anda. Kalau Laptop atau PC anda secara hardware tidak bermasalah dengan Linux jangan takut untuk memakai Linux.. Kalau anda terpaksa saya yakin anda akan terbiasa..</p>
<p>Ingat kata Pepatah.. &#8220;ALA BISA KARENA TERPAKSA&#8221; <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/2008/01/09/finally-im-free.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>compiz-fusion di ubuntu</title>
		<link>http://www.giest.org/2007/12/28/compiz-fusion-di-ubuntu.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/2007/12/28/compiz-fusion-di-ubuntu.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2007 01:24:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Giest</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[LinuX]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/2007/12/28/compiz-fusion-di-ubuntu.html</guid>
		<description><![CDATA[Setelah berbingung ria akhirnya malam ini berhasil juga pake ubuntu dengan eye-candy compiz-fusion yang humm ternyata.. bagus  
Lumayan cukup lama pusing mikirin kenapa ubuntu 7.10 (gutsy) gak bisa pake compiz / beryl.. setelah keliling berbagai forum lumayan ada solusi sederhana tetapi mujarab.

ok biar gak pusing dimulai dari awal saja ya..
Pertama seperti biasa install ubuntu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah berbingung ria akhirnya malam ini berhasil juga pake ubuntu dengan eye-candy compiz-fusion yang humm ternyata.. bagus <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Lumayan cukup lama pusing mikirin kenapa ubuntu 7.10 (gutsy) gak bisa pake compiz / beryl.. setelah keliling berbagai forum lumayan ada solusi sederhana tetapi mujarab.</p>
<p><span id="more-402"></span></p>
<p>ok biar gak pusing dimulai dari awal saja ya..</p>
<p>Pertama seperti biasa install ubuntu (caranya cari aja ya gampang koq).</p>
<p>Setelah ubuntu selesai diinstall, kalau anda pake vga card seperti yang saya pake (ATI Radeon Mobility) secara default anda tidak akan memiliki support 3D. Tetapi untung saja ubuntu ngasih pilihan untuk menginstall driver proprietary milik ATI dengan beberapa catatan (abaikan saja catatannya:p). Cukup pilih system, Administration, Restricted Driver Manager dan pilih untuk mengaktifkan ATI Radeon driver. Gitu saja? ya gitu saja gak seribet installasi driver proprietary di distro yang lain.</p>
<p>Sekarang setelah system anda support 3D saatnya menginstall compiz/beryl/compiz-fusion yang anda inginkan :D.</p>
<p>sekarang tambahkan repository berikut kedalah file /etc/apt/sources.list anda cukup ketikan</p>
<textarea name="code" class="html:nocontrols:showcolumns" cols="60" rows="10">giest@giest-pc:~$ sudo gedit /etc/apt/sources.list</textarea>
<p>kemudian tambahkan baris berikut ini</p>
<textarea name="code" class="html:nocontrols:showcolumns" cols="60" rows="10">deb http://ppa.dogfood.launchpad.net/amaranth/ubuntu gutsy main restricted universe multiverse
deb-src http://ppa.dogfood.launchpad.net/amaranth/ubuntu gutsy main restricted universe multiverse</textarea>
<p><code></code></p>
<p>simpan dan lanjut dengan mengupdate repository anda.</p>
<textarea name="code" class="html:nocontrols:showcolumns" cols="60" rows="10">giest@giest-pc:~$ sudo apt-get update</textarea>
<p>Demi keamanan dan kenyamanan sangat disarankan kalau anda juga mengupgrade paket-paket yang terinstall sebelum melanjutkan installasi compiz-fusion, kalaupun anda memaksa untuk tidak mengupgrade ya silahkan tapi resiko tanggung sendiri <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<textarea name="code" class="html:nocontrols:showcolumns" cols="60" rows="10">giest@giest-pc:~$ sudo apt-get dist-upgrade</textarea>
<p>Ok kalau update sudah selesai (lumayan lama juga update sekitar 200MB dengan menggunakan koneksi Telkom Speedy) kita lanjutkan dengan installasi compiz dan compiz manager.</p>
<textarea name="code" class="html:nocontrols:showcolumns" cols="60" rows="10">giest@giest-pc:~$ sudo apt-get install compiz compizconfig-settings-manager</textarea>
<p>Okay done, sekarang coba kita jalankan compiz-fusion lewat <strong>run application</strong> kalo anda susah menemukan dimana lokasi menu run application ini cukup pijit <strong>alt+f2</strong>. Kemudian ketikan</p>
<textarea name="code" class="html:nocontrols:showcolumns" cols="60" rows="10">compiz --replace</textarea>
<p>Lalu sekarang bukalah compizconfig-settings-manager  dengan kembali menekan <strong>alt+f2</strong> bersamaan, kemudian ketikan</p>
<textarea name="code" class="html:nocontrols:showcolumns" cols="60" rows="10">ccsm</textarea>
<p>Udah selesai pilih-pilih nya? ok sekarang close ccsm dan coba, kalo masih belum terasa apa-apa berarti belum jalan :D.</p>
<p>Tapi tenang saja, saya juga gak langsung jalan ketika pertama kali mencoba. Sekarang coba buka <strong>system-&gt;preferences-&gt;appearance </strong>dan klik di visual effect kalau kemudian ada pesan selamat berarti anda bisa mempergunakan compiz-fusion mulai dari sekarang. Tetapi kalo belum.. sekarang anda bisa mulai membaca langkah selanjutnya ini.</p>
<p>edit file /etc/X11/xorg.conf dengan command</p>
<textarea name="code" class="html:nocontrols:showcolumns" cols="60" rows="10">giest@giest-pc:~$   sudo gedit /etc/X11/xorg.conf</textarea>
<p>lihat baris yang isinya kira-kira seperti ini</p>
<textarea name="code" class="html:nocontrols:showcolumns" cols="60" rows="10"> Section "Extensions"
Option		"Composite"	"0"
EndSection</textarea>
<p>ganti menjadi</p>
<textarea name="code" class="html:nocontrols:showcolumns" cols="60" rows="10"> Section "Extensions"
Option		"Composite"	"1"
EndSection</textarea>
<p>yak betul hanya mengganti Option Composite dari 0 (nol) menjadi 1 (satu).</p>
<p>sekarang silahkan coba lagi masuk ke system-&gt;preferences-&gt;appearance dan aktifkan visual effect nya. Kalo error nya berganti, berarti anda tinggal satu langkah lagi untuk mengaktifkan compiz-fusion.</p>
<p>Sekarang kita install (install ulang?)  xserver-xgl  ketikan perintah berikut</p>
<textarea name="code" class="html:nocontrols:showcolumns" cols="60" rows="10">giest@giest-pc:~$ sudo apt-get install  xserver-xgl</textarea>
<p>setelah selesai silahkan anda tekan ctrl+backspace secara bersamaan untuk me restart xwindows anda, tapi sebelumnya jangan lupa simpan dulu kerjaan anda :D.</p>
<p>Setelah login berhasil silahkan ditest kembali apakah compiz-fusion anda sudah berjalan dengan sempurna caranya dengan menekan ctrl+alt+panah(kiri/kanan) secara default command ini sudah aktif. Kalo anda melihat beberapa animasi 3D berarti compiz-fusion anda sudah ok, kalo masih belum atau bahkan malah error maaf anda belum beruntung :D.</p>
<p>Spek computer yang dipake ASUS A6Ja-2GB RAM-256MB HyperMem 512MB ATI Radeon X1600 Mobility.</p>
<p>Ok selamat mencoba, kalo belum berhasil jangan menyerah silahkan kunjungi ubuntuforums.org untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/2007/12/28/compiz-fusion-di-ubuntu.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>You don&#8217;t have permission to access / on this server.</title>
		<link>http://www.giest.org/2007/12/13/you-dont-have-permission-to-access-on-this-server.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/2007/12/13/you-dont-have-permission-to-access-on-this-server.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 16:29:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Giest</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[FreeBSD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/2007/12/13/you-dont-have-permission-to-access-on-this-server.html</guid>
		<description><![CDATA[Setelah pusing karena aplikasi yang telah di tweak beberapa hari didelete (not by me tentunya). Sekarang domain user yang baru saja didelete tersebut menampilkan error message &#8220;You don&#8217;t have permission to access / on this server.&#8221; setelah keliling lihat-lihat httpd.conf tidak ditemukan kejanggalan akhirnya dibukalah buku sakti apache di http://httpd.apache.org/docs/1.3/misc/FAQ.html .

Ternyata kemungkinan nya cuman dua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah pusing karena aplikasi yang telah di tweak beberapa hari didelete (not by me tentunya). Sekarang domain user yang baru saja didelete tersebut menampilkan error message &#8220;You don&#8217;t have permission to access / on this server.&#8221; setelah keliling lihat-lihat httpd.conf tidak ditemukan kejanggalan akhirnya dibukalah buku sakti apache di http://httpd.apache.org/docs/1.3/misc/FAQ.html .</p>
<p><span id="more-401"></span></p>
<p>Ternyata kemungkinan nya cuman dua yaitu masalah dengan ~ tapi itu hanya terjadi di redhat 6 atau user nobody (atau user yang menjalankan Apache) gak bisa mengakses folder bersangkutan. Berhubung saya gak pake RH6 kemungkinan nya tinggal 1 yaitu nobody gak bisa mengakses folder public_html.</p>
<p>setelah tanya-tanya yang katanya public_html gak pernah di apa-apain, ternyata setelah di cek diapa-apain <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ya sudah sekarang cara benerinnya ternyata sangat mudah tinggal ketik</p>
<textarea name="code" class="html:nocontrols:showcolumns" cols="60" rows="10">chown username:nobody public_html</textarea>
<p>Gitu saja? iya gitu aja gak pake repot <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/2007/12/13/you-dont-have-permission-to-access-on-this-server.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
