<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Giest Blogz &#187; Gadget</title>
	<atom:link href="http://www.giest.org/category/gadget/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.giest.org</link>
	<description>Welcome to Free World</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Feb 2012 02:55:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Dari BlackBerry ke Android</title>
		<link>http://www.giest.org/gadget/dari-blackberry-ke-android.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/gadget/dari-blackberry-ke-android.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jul 2011 05:18:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadget]]></category>
		<category><![CDATA[Android]]></category>
		<category><![CDATA[BlackBerry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai mantan pengguna Blackberry tentu saja saya merasa kehilangan beberapa fitur BB yang sebelumnya sudah menemani aktifitas saya dalam beberapa bulan terakhir. Tapi pindah dari Blackberry ke Android jelas tidak hanya kehilangan beberapa fitur tapi juga akan menemukan beberapa fitur baru yang tidak ada di Blackberry. Berikut ini yang hilang dan pengganti nya 1. Push [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai mantan pengguna Blackberry tentu saja saya merasa kehilangan beberapa fitur BB yang sebelumnya sudah menemani aktifitas saya dalam beberapa bulan terakhir. Tapi pindah dari Blackberry ke Android jelas tidak hanya kehilangan beberapa fitur tapi juga akan menemukan beberapa fitur baru yang tidak ada di Blackberry.</p>
<p><span id="more-595"></span></p>
<p>Berikut ini yang hilang dan pengganti nya</p>
<p>1. Push Mail</p>
<p>Push mail memang menjadi kelebihan Blackberry yang paling utama, tetapi di Android sudah memiliki pengganti yang cukup mumpuni untuk urusan email yaitu K-9 Mail.</p>
<p>K-9 Mail menurut saya dari sisi fungsi jauh lebih baik dari Stock Email Android. Push mail dengan K-9 bisa dilakukan dengan IMAP. Bahkan kadang lebih cepat dari push mail Blackberry tetapi K-9 +.</p>
<p>http://code.google.com/p/k9mail/</p>
<p>2. Blackberry Messenger</p>
<p>Blackberry Messenger selalu dianggap sebagai aplikasi tidak tergantikan yang dimiliki oleh BlackBerry padahal dari segi fungsi banyak sekali aplikasi di luar sana yang ber fungsi sama dengan BBM bahkan memiliki fitur lebih baik lagi.</p>
<p>BBM menjadi tidak tergantikan hanya dikarenakan kebiasaan dan list kontak BBM yang sudah banyak. Ditambah dengan BBM hanya bisa berkomunikasi dengan sesama pengguna Blackberry saja maka seolah-olah kita dipaksa untuk menggunakan Blackberry.</p>
<p>Untung nya ketika saya menggunakan Blackberry, saya tidak begitu senang dengan BBM sehingga ketika berpindah ke Android saya tidak terlalu merasa kehilangan.</p>
<p>Saat ini sudah mulai banyak digunakan aplikasi pengganti BBM seperti whatsapp dan kakaotalk. Dan jumlah kontak saya di Whatsapp saat ini jauh lebih banyak daripada kontak BBM ketika saya menggunakan BB <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>3. Facebook</p>
<p>Facebook untuk blackberry memang masih paling bisa diandalkan, lebih stabil dan mudah digunakan. Tetapi Facebook untuk Android juga sepertinya sedang berjalan ke arah yang benar. Tampilan jelas lebih bagus Facebook untuk android hanya untuk segi kecepatan Facebook blackberry masih jauh lebih unggul.</p>
<p>4. Twitter</p>
<p>Twitter untuk Android sudah lebih baik dari twitter untuk blackberry. Dari segi tampilan dan fungsi twitter untuk Android sudah sangat memuaskan saya jadi pergantian dari Blackberry ke Android adalah satu peningkatan kalau untuk pengguna twitter. Terkecuali untuk anda penggemar ubertwitter mungkin harus tetap pake BB.</p>
<p>Masih banyak aplikasi alternatif dari BB ke Android tapi untuk sementara segitu saja dulu karena artikel ini sudah terlalu lama nyangkut di draft <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/gadget/dari-blackberry-ke-android.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Android atau Blackberry?</title>
		<link>http://www.giest.org/gadget/android-atau-blackberry.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/gadget/android-atau-blackberry.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jul 2011 05:12:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadget]]></category>
		<category><![CDATA[Android]]></category>
		<category><![CDATA[BlackBerry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/?p=517</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan ini sudah saya dengar beberapa kali dan seperti biasa jawaban nya akan sangat subjektif karena pencinta Android akan membela Android sementara Pencinta Blackberry tentu akan membela Blackberry. Tetapi sebelum dilanjutkan perlu saya garis bawahi bahwa artikel ini tidak akan terlalu fokus membicarakan Android dan Blackberry dari sisi hardware tetapi sebagai sebuah system keseluruhan. Karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan ini sudah saya dengar beberapa kali dan seperti biasa jawaban nya akan sangat subjektif karena pencinta Android akan membela Android sementara Pencinta Blackberry tentu akan membela Blackberry.</p>
<p>Tetapi sebelum dilanjutkan perlu saya garis bawahi bahwa artikel ini tidak akan terlalu fokus membicarakan Android dan Blackberry dari sisi hardware tetapi sebagai sebuah system keseluruhan. Karena kedua OS ini memiliki ekosistem yang benar-benar berbeda dimana Blackberry hanya terinstall pada perangkat keluaran RIM sementara Android terinstall pada banyak sekali perangkat yang dibuat oleh banyak perusahaan.<br />
<span id="more-517"></span><br />
Ok cukup intro nya mari kita mulai&#8230;</p>
<p><strong>Memilih perangkat</strong></p>
<p>Untuk urusan memilih perangkat, Blackberry jauh lebih mudah karena anda hanya diberikan sedikit pilihan, sementara Android anda akan sangat sulit karena merk dan spesifikasi nya sangat beragam. Bahkan Samsung mengeluarkan seri Galaxy I9000 yang spesifikasi nya hampir sama tetapi memiliki nama yang berbeda-beda di beberapa negara.</p>
<p>Untuk memilih perangkat Blackberry hanya satu opsi yaitu beli yang sesuai dengan budget <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tetapi untuk Android berikut ini tips nya.</p>
<ul>
<li>Sering-sering membuka GSMARENA untuk melihat dan membandingkan spesifikasi antar handset</li>
<li>Ikut komunitas Android untuk bertanya dan membaca review</li>
<li>Perhatikan komponen utama Processor, RAM dan Display semakin bagus spesifikasi nya akan semakin enak handset anda digunakan. Karena perlu diingat bahwa Android adalah OS yang cukup boros resource hardware.</li>
<li>Pilih merk yang memiliki komunitas yang besar (contohnya HTC atau Samsung) karena anda dipastikan akan memerlukan bantuan dari komunitas tersebut untuk mengoptimalkan gadget android anda.</li>
<li>Pilih handset keluaran perusahaan yang memberikan perhatian pada perkembangan Android itu sendiri, karena Android adalah satu-satunya OS untuk Handphone yang bisa merilis versi OS lebih dari 2 kali dalam 1 tahun. Dan anda akan sangat kecewa kalau Handphone anda yang spesifikasi nya sangat mewah tidak bisa menikmati kelebihan dari OS terbaru dari google tersebut.</li>
</ul>
<p>Cukup banyak? sebetulnya masih sangat banyak tapi sementara itu saja dulu <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p><strong>Stabilitas<br />
</strong></p>
<p>Berbicara mengenai stabilitas OS, tidak terlepas dari hardware, dan menurut pengalaman Blackberry lebih stabil dibanding Android karena RIM lah yang membuat Hardware dan Software untuk Blackberry, sementara untuk Android OS di buat oleh Google sementara Hardware bisa siapa saja.</p>
<p>Kembali ke tips diatas pilih perangkat Android se cermat mungkin jangan tergoda dengan harga murah karena untuk harga murah biasanya akan mengorbankan spesifikasi. Itu sebabnya Nexian keluar dari pakem harga murah khusus untuk produk Android mereka karena percuma mengeluarkan handset dengan harga super murah tetapi super tidak bisa dipakai.</p>
<p>Google sendiri sudah memberikan gambaran mengenai spesifikasi seperti apa yang harus dimiliki oleh handset Android dengan Nexus One nya.</p>
<p><strong>Kemudahan Penggunaan</strong></p>
<p>Untuk masalah kemudahan penggunaan dua-dua nya termasuk kelas moderate alias tidak terlalu mudah tapi tidak juga terlalu susah.</p>
<p>Untuk configurasi dan pengaturan Android sedikit lebih mudah karena setting terpusat dalam satu menu. BlackBerry sediki lebih sulit karena banyaknya fitur yang bisa diatur. Apalagi banyak diantaranya hanya ada di BlackBerry saja.</p>
<p><strong>Backup &amp; Restore</strong></p>
<p>Masalah Backup dan Restore, Blackberry masih belum tertandingi oleh Android. BlackBerry bisa melakukan backup super lengkap kemudian mampu melakukan restore dengan cukup baik.</p>
<p>Sementara Android, anda memerlukan aplikasi pihak ketiga seperti Titanium Backup atau MyBackup untuk urusan backup dan restore. Itupun masih belum bisa melakukan backup dan restore dengan lengkap.</p>
<p>PR besar buat Android karena dengan OS yang masih berkembang, backup dan restore menjadi sangat penting. Masa setiap kali ganti firmware harus kehilangan beberapa kontak (yg tidak ter sync dengan google contact), setting email dan bahkan SMS.</p>
<p>Aplikasi desktop management dari pabrikan handset seperti KiES dari Samsung masih jauh dari baik. Para pengguna handset Samsung malahan memilih untuk melupakan KiES dan hanya menggunakan driver nya saja.</p>
<p><strong>Aplikasi</strong></p>
<p>Untuk urusan aplikasi Android bisa diandalkan. Komunitas yang besar membuat jumlah aplikasi berkembang dengan cepat. Ditambah lagi Android yang base on Linux dan Opensource mempermudah porting aplikasi-aplikasi yang sebelumnya sudah ada untuk handset dengan OS seperti iOS dan Maemo.</p>
<p>Kehandalan hardware yang di syaratkan oleh Gadget Android memiliki pengaruh yang sangat baik untuk perkembangan aplikasi. di Android anda akan bisa menjalankan aplikasi atau game 3D dengan baik. Dimana anda tidak akan mendapatkan hal tersebut di Blackberry.</p>
<p>Tetapi Android sampai saat ini belum memiliki aplikasi yang sebagus Blackberry dalam hal Email dan Social networking.</p>
<p>Untuk Email, Android entah kenapa tidak mau atau tidak ada kemauan untuk bisa lebih baik dari yang ada sekarang. Saya menggunakan K-9 mail dan itu jauh lebih baik dari stock email yg dimiliki Android. Push mail K-9 juga berjalan dengan lancar walaupun tidak secepat BlackBerry.</p>
<p><strong>Oprekable</strong></p>
<p>Android jelas sangat mungkin untuk di oprek, Opensource menjadi senjata nya. Dengan source yang terbuka untuk umum. Maka akan lebih mudah untuk dioprek dibandingkan dengan BlackBerry OS yang closed source.</p>
<p>Ditambah lagi BlackBerry OS adalah proprietary OS salah-salah malah akan dituntut sama RIM kalau kita ngoprek OS tersebut.</p>
<p><strong>Paket Internet</strong></p>
<p>Kalau dulu saya akan bilang BlackBerry mahal sepertinya tidak untuk sekarang. Saat ini paket BlackBerry service sudah sangat murah. Maka harga bukan lagi faktor yang harus diributkan dalam perbandingan ini.</p>
<p>Faktor yang mempengaruhi kwalitas internet via mobile phone menurut beberapa sumber adalah:</p>
<p>1. Signal Operator bersangkutan</p>
<p>ini yang paling penting karena tanpa kwalitas signal yang bagus semua faktor yang lain menjadi percuma.</p>
<p>2. Lebar frekwensi yang digunakan</p>
<p>Ini yang sering menjadi gangguan ketika semakin banyak pengguna menggunakan operator yang sama</p>
<p>3. Pipa link internasional</p>
<p>Semakin banyak client maka bandwidth yg diperlukan semakin besar dan semakin kecil jatah sharing nya. Makanya operator besar biasanya akan terasa lebih cepat karena dia memiliki kapasitas lebih besar juga. Tapi ada juga operator besar yang jadi lemot karena over load.</p>
<p>Khusus untuk BlackBerry maka link nya terpisah karena Operator harus memiliki link khusus ke datacenter nya RIM di kanada. Hal ini bisa jadi baik dan bisa pula jelek.</p>
<p>Baiknya maka garansi kwalitas link akan lebih mudah karena operator hanya perlu memperhatikan link ke arah RIM saja. Berbeda dengan link internet yg digunakan oleh umum termasuk Android dimana sangat terpengaruh oleh routing masing-masing operator dan upstream.</p>
<p>Jeleknya, BlackBerry tidak bisa membedakan mana konten lokal dan mana internasional karena traffik semuanya dialirkan ke Kanada dulu baru kembali ke Indonesia.</p>
<p>Jadi mana yang akan anda pilih? Android atau BlackBerry? untuk saat ini saya lebih memilih Android <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bagaimana dengan Anda?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/gadget/android-atau-blackberry.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggunakan ADB (Android Debug Bridge)</title>
		<link>http://www.giest.org/gadget/menggunakan-adb-android-debug-bridge.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/gadget/menggunakan-adb-android-debug-bridge.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Oct 2010 06:07:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadget]]></category>
		<category><![CDATA[Android]]></category>
		<category><![CDATA[shell]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/?p=585</guid>
		<description><![CDATA[Seperti janji saya sebelumnya artikel ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya yaitu menginstall ADB Disini saya hanya akan mencontohkan perintah-perintah yang sering saya pergunakan dengan keterangan yang saya anggap semudah mungkin. Jadi kalau anda mencari referensi perintah yang lebih lengkap silahkan kunjungi http://developer.android.com/guide/developing/tools/adb.html Mari kita mulai. Perintah pertama tentu saja mengetikan adb saja tanpa embel-embel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti janji saya sebelumnya artikel ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya yaitu <a href="http://www.giest.org/gadget/menginstall-adb-android-debug-bridge.html" target="_blank">menginstall ADB</a></p>
<p>Disini saya hanya akan mencontohkan perintah-perintah yang sering saya pergunakan dengan keterangan yang saya anggap semudah mungkin. Jadi kalau anda mencari referensi perintah yang lebih lengkap silahkan kunjungi</p>
<blockquote><p>http://developer.android.com/guide/developing/tools/adb.html</p></blockquote>
<p><span id="more-585"></span></p>
<p>Mari kita mulai.</p>
<p>Perintah pertama tentu saja mengetikan adb saja tanpa embel-embel apapun dan hasilnya adalah</p>
<blockquote><p>adb<br />
Android Debug Bridge version 1.0.26</p>
<p>-d &#8211; directs command to the only connected USB device<br />
returns an error if more than one USB device is present.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
ANDROID_LOG_TAGS &#8211; When used with the logcat option, only these debug tags are printed.</p></blockquote>
<p>hasil capture sengaja di potong karena kepanjangan.<br />
Yang ditampilkan ketika mengetikan adb saja adalah sebuah help file, jadi apabila lupa dengan option dari adb silahkan ketikan adb saja dan baca kembali.</p>
<p>Berikutnya adalah menjalankan adb pertama kali setiap kali setelah restart komputer</p>
<blockquote><p>adb devices<br />
* daemon not running. starting it now on port 5037 *<br />
* daemon started successfully *<br />
List of devices attached</p></blockquote>
<p>Disana diterlihat adb daemon baru saja dijalankan dengan menggunakan port 5037, dan tidak ada device yang terhubung. Ini bisa disebabkan karena memang tidak ada device yang terkoneksi via USB atau setting USB debugging belum di ceklis.</p>
<p>Dan berikut tampilan apabila USB debugging di ceklis.</p>
<blockquote><p>adb devices<br />
List of devices attached<br />
1000c826978d    device</p></blockquote>
<p>yang artinya device sudah terhubung dan sekarang anda bisa melakukan perintah-perintah adb yang lainnya.</p>
<p>Sebagai catatan, device yang terhubung hanya satu dahulu untuk multi device nanti tinggal dipilih device mana yang akan digunakan.</p>
<p>Sekarang perintah-perintah adb yang sering digunakan.</p>
<p><strong>Menginstall Aplikasi</strong></p>
<p>contoh penggunaan</p>
<blockquote><p>adb install apktor.apk<br />
1580 KB/s (79031 bytes in 0.048s)<br />
pkg: /data/local/tmp/apktor.apk<br />
Success</p></blockquote>
<p>Apabila kita mau melakukan reinstall atau upgrade aplikasi gunakan opsi -r</p>
<blockquote><p>adb install -r  apktor.apk<br />
1580 KB/s (79031 bytes in 0.048s)<br />
pkg: /data/local/tmp/apktor.apk<br />
Success</p></blockquote>
<p>catatan : kita sudah berada didirektory dimana apktor.apk berada apabila file .apk berada didirektory yang berbeda maka full path harus disertakan.</p>
<p><strong>Uninstall Aplikasi<br />
</strong></p>
<p>untuk uninstall aplikasi kita harus tahu nama lengkap dari aplikasi yang akan kita uninstall. Uninstall dengan menyebutkan nama aplikasi nya saja sering kali gagal dilakukan.</p>
<p>contoh nya</p>
<blockquote><p>adb uninstall apktor<br />
Failure</p></blockquote>
<p>yang benar adalah</p>
<blockquote><p>adb uninstall com.gotoinit.apktor<br />
Success</p></blockquote>
<p>nama lengkap aplikasi bisa dilihat dengan cara masuk ke shell dan list file.</p>
<p><strong>Upload File</strong></p>
<p>Kita sering kali perlu untuk meng upload file baik ke sdcard atau ke direktory system cara paling cepat adalah dengan perintah</p>
<blockquote><p>adb push apktor.apk /sdcard/<br />
2927 KB/s (79031 bytes in 0.026s)</p></blockquote>
<p>Hasil diatas menunjukan proses upload berhasil. Dan berikut ini keterangan apabila upload gagal.</p>
<blockquote><p>adb push apktor.apk /sdcard/<br />
failed to copy &#8216;apktor.apk&#8217; to &#8216;/sdcard//apktor.apk&#8217;: Permission denied</p></blockquote>
<p>Dan berikut ini alasan kenapa upload gagal</p>
<p>1. Apabila upload ke sdcard gagal kemungkinan sdcard dalam kondisi ter mount ke komputer periksa apakah sdcard bisa di lihat di Explorer / Finder windows. Apabila benar silahkan di unmount da diskonek.</p>
<p>2. Apabila di upload ke direktory selain di sdcard (misalkan /system atau /data) maka kemungkinan anda tidak memiliki permit yang cukup untuk upload ke direktory tersebut. Salah satu solusi paling cepat adalah upload ke /sdcard kemudian dengan menggunakan root explorer di move ke direktory yang dikehendaki.</p>
<p>Anda juga bisa upload file dengan menentukan nama file setelah di upload</p>
<blockquote><p>adb push apktor.apk /sdcard/apktor-backup.apk<br />
1339 KB/s (79031 bytes in 0.057s)</p></blockquote>
<p>Maka di /sdcard akan ada file apktor-backup.apk dan bukan apktor.apk</p>
<p><strong>Download File</strong></p>
<p>Berikut contoh penggunaan nya</p>
<blockquote><p>adb pull /sdcard/apktor.apk<br />
2394 KB/s (79031 bytes in 0.032s)</p></blockquote>
<p>Dan yang ini contoh apabila ternyata file yang akan kita download salah</p>
<blockquote><p>adb pull /sdcard/apktor1.apk<br />
remote object &#8216;/sdcard/apktor1.apk&#8217; does not exist</p></blockquote>
<p><strong>Shell</strong></p>
<p>Dengan ADB anda bisa mengakses shell device Android dan kemudian melakukan apa saja yang bisa dilakukan di shell. Apabila device anda sudah di root maka fungsi shell ini akan semakin banyak.</p>
<p>Perintah nya sebagai berikut</p>
<blockquote><p>adb shell<br />
$</p></blockquote>
<p>Perhatikan tanda dollar ($) itu artinya kita sudah berada didalam shell android device.</p>
<p>Untuk perintah-perintah yang tidak memerlukan akses root perintah shell bisa dilakukan lengkap dengan *nix command contoh nya sebagai berikut.</p>
<blockquote><p>adb shell ls /sdcard/apktor.apk<br />
/sdcard/apktor.apk</p>
<p>adb shell mv /sdcard/apktor.apk /sdcard/apktor-baru.apk</p>
<p>adb shell ls /sdcard/apktor-baru.apk<br />
/sdcard/apktor-baru.apk</p>
<p>adb shell rm /sdcard/apktor-baru.apk</p>
<p>adb shell ls /sdcard/apktor-baru.apk<br />
/sdcard/apktor-baru.apk: No such file or directory</p></blockquote>
<p>contoh diatas menunjukan perintah-perintah shell dilakukan tanpa masuk secara langsung ke shell.</p>
<p><strong>Reboot</strong></p>
<p>Dan berikut ini adalah perintah-perintah reboot yang bisa mempermudah anda yang kesulitan dalam melakukan 3 button combo untuk masuk ke recovery mode atau download mode.</p>
<blockquote><p>adb reboot</p></blockquote>
<p>perintah diatas digunakan untuk melakukan restart device. Device anda akan full restart dan kembali lagi ke home screen.</p>
<blockquote><p>adb reboot recovery</p></blockquote>
<p>perintah ini digunakan untuk restart dan masuk ke recovery mode, setelah masuk recovery mode anda bisa apply update.zip, clear cache atau bahkan factory reset.</p>
<p>Apabila anda sudah menginstall kernel yang terintegrasi dengan clockwork mod recovery maka anda akan dibawa ke CWM recovery yang fungsi nya lebih lengkap lagi.</p>
<blockquote><p>adb reboot download</p></blockquote>
<p>Perintah ini digunakan untuk reboot dan masuk ke download mode. biasanya dilakukan apabila anda ingin melakukan flash menggunakan ODIN atau Heimdall.</p>
<p>Segitu perintah-perintah adb yang sering saya pakai. dengan perintah yang sedikit tersebut bisa kita kombinasikan untuk melakukan banyak hal.</p>
<p>Sekali lagi lebih lengkap silahkan kunjungi http://developer.android.com/guide/developing/tools/adb.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/gadget/menggunakan-adb-android-debug-bridge.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menginstall ADB (Android Debug Bridge)</title>
		<link>http://www.giest.org/gadget/menginstall-adb-android-debug-bridge.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/gadget/menginstall-adb-android-debug-bridge.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Oct 2010 04:39:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadget]]></category>
		<category><![CDATA[*NIX]]></category>
		<category><![CDATA[Android]]></category>
		<category><![CDATA[windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/?p=566</guid>
		<description><![CDATA[ADB atau Android Debug Bridge adalah alat yang diciptakan oleh pengembang Android untuk mempermudah mengelola perangkat Android atau Emulator Android. ADB sebuah tools client &#8211; server dimana ADB akan berjalan dikomputer anda dan kemudian setelah ADB berjalan, anda bisa melakukan koneksi ke client (disini bisa perangkat Android atau Emulator Android) untuk kemudian melakukan banyak perintah. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ADB atau Android Debug Bridge adalah alat yang diciptakan oleh pengembang Android untuk mempermudah mengelola perangkat Android atau Emulator Android.</p>
<p>ADB sebuah tools client &#8211; server dimana ADB akan berjalan dikomputer anda dan kemudian setelah ADB berjalan, anda bisa melakukan koneksi ke client (disini bisa perangkat Android atau Emulator Android) untuk kemudian melakukan banyak perintah. Maaf apabila pengertian saya mengenai posisi client-server masih agak rancu, silahkan baca-baca lebih lengkap di</p>
<blockquote><p>http://developer.android.com/guide/developing/tools/adb.html</p></blockquote>
<p>Sekarang langkah-langkah untuk menginstall ADB.</p>
<p>Pertama silahkan download Android SDK dari link berikut.</p>
<blockquote><p>http://developer.android.com/sdk/index.html</p></blockquote>
<p>Sesuaikan dengan Operating System anda, kemudian Install seperti anda menginstall aplikasi-aplikasi yang lain baik itu di Windows, Linux atau OS X.</p>
<p>Setelah diinstall anda akan mendapatkan satu folder bernama android-sdk-xxxxx dimana xxxxx adalah nama operating system anda.</p>
<p>Sekarang supaya anda tidak harus memanggil full path setiap kali mau menggunakan ADB kita masukan PATH dimana ADB berada ke system environment kalau di Windows atau export PATH kalau di *nix.</p>
<p>di Windows 7 anda klik Computer -&gt; Properties -&gt;  pilih Advanced System Setting -&gt; Klik Environment Variables -&gt; Pilih PATH -&gt;dan klik Edit</p>
<p><a href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/system.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-570" title="system" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/system-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a> <a href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/system-properties.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-569" title="system properties" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/system-properties-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a> <a href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/envariables.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-567" title="envariables" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/envariables-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p><a href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/path.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-568" title="path" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/path-300x128.jpg" alt="" width="300" height="128" /></a></p>
<p>Kemudian anda tambahkan Path menuju android sdk di saya lokasi nya adalah <strong>C:\android-sdk-windows\tools</strong> dan ingat setiap path dibatasi dengan ; (titik koma) jadi apabila path tadi disisipkan dibagian awal maka yang anda ketikan adalah <strong>C:\android-sdk-windows\tools;</strong></p>
<p>Close dengan klik tombol OK dan seterusnya.</p>
<p>Untuk menjalankan ADB di Windows anda tinggal klik start -&gt; run &#8211; dan ketikan cmd kemudian enter.</p>
<p>Apabila tidak menjalankan prosedur diatas setiap kali anda mau menjalankan perintah adb anda harus mengetikan full path c:\android-sdk-windows\tools\adb.exe cukup panjang kan? nah sekarang setelah prosedur diatas dilakukan maka anda bisa mengetikan <strong>adb</strong> dimana saja dan hasilnya sama seperti mengetikan full path.</p>
<p>Untuk di Linux dan OS X cara memasukan path paling gampang memang dengan perintah export PATH cara nya bisa dengan mengetikan langsung</p>
<blockquote><p>export PATH=$PATH:/home/Giest/android-sdk/tools</p></blockquote>
<p>Sesuaikan path nya dengan lokasi android sdk yang anda miliki, tetapi perintah export tersebut hanya berjalan sementara, setiap kali restart PATH tersebut akan kembali hilang dan harus diketikan kembali.</p>
<p>Supaya permanen untuk satu user tertentu silahkan edit file .bash_profile di folder home user anda dan masukan path tersebut.</p>
<p>Ok sekarang anda sudah menginstall Android SDK dan selanjutnya adalah memastikan bahwa USB debugging sudah berjalan.</p>
<p>Klik tombol Menu -&gt; Pilih Settings -&gt; Pilih Applications -&gt; Development -&gt;dan klik USB debugging.</p>
<p><a href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/SC20101031-112750.png"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-572" title="SC20101031-112750" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/SC20101031-112750-150x150.png" alt="" width="150" height="150" /></a> <a href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/SC20101031-112758.png"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-573" title="SC20101031-112758" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/SC20101031-112758-150x150.png" alt="" width="150" height="150" /></a> <a href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/SC20101031-112807.png"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-574" title="SC20101031-112807" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/SC20101031-112807-150x150.png" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Setelah posisi USB debugging di ceklist silahkan untuk kembali ke home screen dengan tombol escape.</p>
<p>Selanjutnya adalah menyambungkan devices dengan komputer.</p>
<p>Ketika pertama kali dipasang anda akan diminta untuk menginstall Driver. Caranya tentu berbeda-beda. Saya menggunakan Galaxy S dan Galaxy Spica cara yang saya lakukan cukup dengan menginstall software bawaan Samsung yang bernama KiES. Untuk merk lain caranya pasti berbeda silahkan gunakan Google untuk lengkap nya.</p>
<p>Demikan tahap persiapan penggunaan ADB sudah selesai.</p>
<p>Tadinya saya akan membuat artikel ini sampai penggunaan tetapi ternyata jadinya terlalu panjang.</p>
<p>Untuk penggunaan ADB disambung di Artikel http://www.giest.org/gadget/menggunakan-adb-android-debug-bridge.html</p>
<center><!--/* OpenX Javascript Tag v2.8.7 */-->

<!--/*
  * The backup image section of this tag has been generated for use on a
  * non-SSL page. If this tag is to be placed on an SSL page, change the
  *   'http://www.mumored.com/login/www/delivery/...'
  * to
  *   'https://www.mumored.com/login/www/delivery/...'
  *
  * This noscript section of this tag only shows image banners. There
  * is no width or height in these banners, so if you want these tags to
  * allocate space for the ad before it shows, you will need to add this
  * information to the <img> tag.
  *
  * If you do not want to deal with the intricities of the noscript
  * section, delete the tag (from <noscript>... to </noscript>). On
  * average, the noscript tag is called from less than 1% of internet
  * users.
  */-->

<script type='text/javascript'><!--//<![CDATA[
   var m3_u = (location.protocol=='https:'?'https://www.mumored.com/login/www/delivery/ajs.php':'http://www.mumored.com/login/www/delivery/ajs.php');
   var m3_r = Math.floor(Math.random()*99999999999);
   if (!document.MAX_used) document.MAX_used = ',';
   document.write ("<scr"+"ipt type='text/javascript' src='"+m3_u);
   document.write ("?zoneid=12");
   document.write ('&amp;cb=' + m3_r);
   if (document.MAX_used != ',') document.write ("&amp;exclude=" + document.MAX_used);
   document.write (document.charset ? '&amp;charset='+document.charset : (document.characterSet ? '&amp;charset='+document.characterSet : ''));
   document.write ("&amp;loc=" + escape(window.location));
   if (document.referrer) document.write ("&amp;referer=" + escape(document.referrer));
   if (document.context) document.write ("&context=" + escape(document.context));
   if (document.mmm_fo) document.write ("&amp;mmm_fo=1");
   document.write ("'><\/scr"+"ipt>");
//]]&gt;--></script><noscript><a href='http://www.mumored.com/login/www/delivery/ck.php?n=a0029709&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://www.mumored.com/login/www/delivery/avw.php?zoneid=12&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a0029709' border='0' alt='' /></a></noscript>
</center>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/gadget/menginstall-adb-android-debug-bridge.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Flash Kernel Android &#8211; Galaxy S</title>
		<link>http://www.giest.org/gadget/flash-kernel-android-galaxy-s.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/gadget/flash-kernel-android-galaxy-s.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Oct 2010 19:50:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadget]]></category>
		<category><![CDATA[Android]]></category>
		<category><![CDATA[Galaxy S]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/?p=554</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini di forum XDA-Developer sedang muncul trend modifikasi Kernel untuk Galaxy S I9000 ada banyak versi Kernel bermunculan. Hasil modif tersebut kebanyakan diklaim mampu meningkatkan kecepatan process, menghilangkan lag, memaksimalkan screen atau suara. Yang pasti semuanya di klaim mampu membuat Galaxy S lebih baik. Untuk membuktikan bahwa kernel tersebut memang cepat satu-satu nya cara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini di forum XDA-Developer sedang muncul trend modifikasi Kernel untuk Galaxy S I9000 ada banyak versi Kernel bermunculan. Hasil modif tersebut kebanyakan diklaim mampu meningkatkan kecepatan process, menghilangkan lag, memaksimalkan screen atau suara. Yang pasti semuanya di klaim mampu membuat Galaxy S lebih baik.</p>
<p>Untuk membuktikan bahwa kernel tersebut memang cepat satu-satu nya cara adalah dengan mencoba nya.</p>
<p><span id="more-554"></span></p>
<p>Sebelumnya saya sangat takut untuk mencoba flashing kernel ke SGS, karena takut terjadi sesuatu &#8220;bricked&#8221; atau merubah SGS dari handphone menjadi batu bata (istilah yang menunjukan kegagalan flashing firmware sampai HP mati total tidak bisa digunakan lagi / seperti batu bata).</p>
<p>Tetapi setelah baca kanan kiri ternyata flashing tidak semenakutkan yang dibayangkan. Yang penting syarat utama untuk flasing terpenuhi maka cukup aman untuk flash.</p>
<p>Syaratnya adalah.</p>
<p>1. Pastikan file yang akan di flash memang untuk type HP dan Firmware yang tepat. Harus diingat Samsung Galaxy banyak variant nya jadi hati-hati jangan sampai firmware fascinate di pasang ke Galaxy S dijamin kacau.</p>
<p>2. Tidak mencabut kabel ketika proses flashing berlangsung, mati lampu termasuk hal yang bisa menyebabkan flash gagal.</p>
<p>Berikut langkah-langkah untuk flash kernel yang biasa saya lakukan</p>
<p>1. Buka ODIN 1.3</p>
<p>2. Klik tomobol PIT dan Pilih file .pit saya pakai 803 tapi ada juga yg bilang gak usah pakai .pit. Saya pakai .pit karena tanpa .pit muncul error</p>
<p>3. Klik pada tombol PDA  dan pilih file Kernel yang mau di flash. Extensi nya .tar kalau masih berupa file .zip atau .7z coba di extract dulu sampai jadi .tar</p>
<p>Tampilan Odin kira-kira seperti berikut.</p>
<p><a href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/odin4.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-559" title="odin4" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/odin4-300x215.jpg" alt="" width="300" height="215" /></a></p>
<p>Perhatikan pada bagian option Re-Partition <span style="color: #ff0000;"><strong>JANGAN</strong></span> di ceklis biarkan kosong.</p>
<p>4. Matikan Galaxy S dan masuk ke Download mode.</p>
<p>Ada beberapa cara untuk masuk ke Download Mode.</p>
<p>-  Menekan Volume bawah + Home + Power secara bersamaan.</p>
<p>- Menggunakan ADB dengan mengetikan</p>
<blockquote><p>adb reboot download</p></blockquote>
<p>- Atau apabila anda sudah menggunakan custom power menu, cukup tekan tombol power dan pilih Download seperti dibawah ini.</p>
<p><a href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/SC20101031-022918.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-562" title="SC20101031-022918" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/SC20101031-022918-180x300.png" alt="" width="180" height="300" /></a></p>
<p>Setelah masuk anda akan mendapatkan tampilan Download Mode seperti berikut</p>
<p><a href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/download_mode.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-560" title="download_mode" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/download_mode-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></a></p>
<p>Pasang Galaxy S ke USB di komputer anda dan pastikan tidak akan terganggu (usb goyang atau kesenggol). Pastikan juga  tampilan Odin menjadi seperti berikut.</p>
<p><a href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/odin1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-556" title="odin1" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/odin1-300x213.jpg" alt="" width="300" height="213" /></a></p>
<p>Berdo&#8217;a dan klik start.</p>
<p>Ketika proses flashing, seperti dibawah anda jangan sekali-kali mencabut kabel atau mematikan komputer. Kecuali proses sudah terlalu lama berlangsung dan tidak ada tanda-tanda akan selesai (lebih dari 15menit)</p>
<p><a href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/odin2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-557" title="odin2" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/odin2-300x215.jpg" alt="" width="300" height="215" /></a></p>
<p>Diatas adalah Odin masih bekerja dan dibawah adalah tampilan Odin sudah selesai flashing</p>
<p><a href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/odin3.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-558" title="odin3" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/odin3-300x212.jpg" alt="" width="300" height="212" /></a></p>
<p>Sampai tahap ini sebetulnya kabel sudah boleh di lepaskan, tetapi supaya aman pastikan saja sampai Galaxy S anda selesai reboot dan masuk kembali tampilan Home.</p>
<p>Dan berikut tampilan About setelah flash kernel hasil modifikasi. Perhatikan pada bagian Kernel version stefano@stefano-desktop. Dan disebelahnya adalah hasil Quadrant Benchmark setelah menggunakan Kernel tersebut. Hasilnya luar biasa diatas 2200 padahal kernel standar hanya memberikan angka 900 an.</p>
<p><a href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/SC20101031-020155.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-561" title="SC20101031-020155" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/SC20101031-020155-180x300.png" alt="" width="180" height="300" /></a><a href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/snap20101031_0216141.png"> <img class="alignnone size-medium wp-image-563" title="snap20101031_021614[1]" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/snap20101031_0216141-180x300.png" alt="" width="180" height="300" /></a></p>
<p>Sayang saya lupa meng capture kondisi sebelum flashing tapi kira-kira langkah nya seperti itu.. gampang kan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/gadget/flash-kernel-android-galaxy-s.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengalaman Menggunakan Samsung Galaxy S</title>
		<link>http://www.giest.org/gadget/pengalaman-menggunakan-samsung-galaxy-s.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/gadget/pengalaman-menggunakan-samsung-galaxy-s.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Oct 2010 08:47:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Gadget]]></category>
		<category><![CDATA[Android]]></category>
		<category><![CDATA[Galaxy S]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/?p=529</guid>
		<description><![CDATA[Lupa lagi sudah berapa lama saya menggunakan Galaxy S ini, yang pasti Galaxy S yang saya pakai sekarang menggantikan Motorola XT720 yang hanya bertahan 2 Minggu saya pakai. Dan karena pernah menggunakan dua gadget tersebut maka saya mungkin akan banyak membandingkan keduanya. Alasan saya pertama kali memilih Galaxy S adalah setelah membaca beberapa review yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lupa lagi sudah berapa lama saya menggunakan Galaxy S ini, yang pasti Galaxy S yang saya pakai sekarang menggantikan Motorola XT720 yang hanya bertahan 2 Minggu saya pakai. Dan karena pernah menggunakan dua gadget tersebut maka saya mungkin akan banyak membandingkan keduanya.</p>
<p>Alasan saya pertama kali memilih Galaxy S adalah setelah membaca beberapa review yang mengatakan bahwa layar Super AMOLED yang digunakan oleh Galaxy S adalah layar terbaik yg digunakan oleh HH Android.</p>
<p><span id="more-529"></span></p>
<p>Kemudian alasan berikutnya adalah digunakannya Prosesor ARM v8 Humming Bird 1 Ghz  yang katanya merupakan processor yang lebih cepat dari SnapDragon yang dipakai oleh G1, X10 dan Desire.</p>
<p>Dengan alasan-alasan diatas saya memutuskan mengganti Motorola XT720 yang baru berumur 2 Minggu (untungnya beli dengan harga miring jadi pas dijual masih plus plos), Walaupun saya harus kehilangan Kamera 8Mpx plus Xenon Flash yang mampu menghasilkan gambar yang menurut ukuran saya sangat bagus dikondisi low light.</p>
<p>Motorola XT720 yang saya pakai masih menggunakan OS 2.1 Eclair begitu juga Galaxy S yang saya beli tetapi XT720 tidak bisa diflash sembarangan karena kata orang pintar boot ROM nya di lock sementara Galaxy S lebih terbuka terhadap modifikasi ROM sehingga walaupun sampai saat ini secara official OS 2.2 Froyo buat Galaxy S Indonesia belum keluar tapi sudah sejak lama saya menggunakan Froyo versi leaked dari samfirmware.com.</p>
<p><a href="../wp-content/uploads/2010/10/SC20101020-181645.png"><img title="SC20101020-181645" src="../wp-content/uploads/2010/10/SC20101020-181645-180x300.png" alt="" width="180" height="300" /></a> <a href="../wp-content/uploads/2010/10/SC20101004-141955.png"><img title="SC20101004-141955" src="../wp-content/uploads/2010/10/SC20101004-141955-180x300.png" alt="" width="180" height="300" /></a> <a href="../wp-content/uploads/2010/10/SC20101027-152318.png"><img title="SC20101027-152318" src="../wp-content/uploads/2010/10/SC20101027-152318-180x300.png" alt="" width="180" height="300" /></a></p>
<p>Diatas adalah tampilan home Galaxy S dengan menggunakan launcher pro, zeam dan Touchwiz</p>
<p>Galaxy S memiliki kekurangan yang sangat mengganggu yaitu masalah Lag ketika digunakan. Lag ini memang menjengkelkan dan sangat terasa ketika kita sedang mengetik. Virtual Keyboard suka tiba-tiba tidak bergerak ketika digunakan atau aplikasi yang kadang-kadang terdiam seperti hank walaupun kemudian akan normal kembali tetapi tetap saja hal tersebut sangat mengganggu. Tetapi beruntung Samsung Galaxy S memiliki pengguna yang sangat banyak dan ROM yang bisa di oprek. Yang hasil nya banyak bermunculan versi-versi Kernel, ROM atau aplikasi yang mampu menghilangkan atau paling tidak mengurangi masalah Lag tersebut.</p>
<p>Saya pernah menggunakan OCLF (One Click Lag Fix) nya RyanZa, ChainFire lag fix, Modaco LagFix, Voodoo Project, sztupy universal lagfix dan ada beberapa lagi yang saya lupa. Semua punya kelebihan dan kekurangan dan dari pengalaman tersebut saya saat ini memilih Universal Lagfix nya sztupy karena walaupun tidak memberikan hasil Quadran yang terbesar (OCLF tetap penghasil Quadran paling extreem bisa lebihd ari 2000), tapi cukup smooth.</p>
<p><a href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/CAP201009092134.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-544" title="CAP201009092134" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/CAP201009092134-e1288165957754-300x180.jpg" alt="" width="300" height="180" /></a></p>
<p>Setelah masalah Lag teratasi, Galaxy S terasa cukup nyaman untuk digunakan. Walaupun sebagai user, tetap saya merasa ada sesuatu yang kurang dengan Galaxy S ini. Saya cukup iri melihat hasil test Linpack yang dihasilkan produk keluaran HTC yang mampu menyentuh angka diatas 40 sementara Galaxy S yang katanya memiliki processor tercepat saat ini tidak mampu melewati angka 15.</p>
<p>Layar Super AMOLED yang dibanggakan Samsung ternyata memang sangat bagus, warna yang dihasilkan sangat cerah ketika digunakan diluar ruangan. Dengan lebar 4&#8243; terasa sangat nyaman untuk digunakan menonton video HD dari youtube atau sekedar melihat-lihat gambar hasil jepretan kamera 5Mpx yang dimiliki Samsung Galaxy.</p>
<p><a href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/gsmarena_008.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-532" title="gsmarena_008" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/gsmarena_008-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a> <a href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/gsmarena_001.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-531" title="gsmarena_001" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/gsmarena_001-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p><a href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/SC20101027-122724.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-542" title="SC20101027-122724" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/SC20101027-122724-e1288165873675-300x180.png" alt="" width="300" height="180" /></a></p>
<p>Youtube Format HD di Galaxy S</p>
<p>Dilihat dari ukuran pixel memang kamera Galaxy S tidak ada apa-apanya dibanding XT720 yang 8Mpx apalagi dengan tidak dimiliki nya Flash orang pasti sudah pesimis dengan kemampuan kamera Galaxy S. Tetapi pada kenyataan nya kwalitas hasil jepretan Galaxy S cukup bagus. Apalagi software kamera Galaxy S lebih kaya fitur dibandingkan dengan bawaan XT720 yang pernah saya pakai.</p>
<p>Fitur Panorama dan Action Shoot benar-benar memukau saya. Karena di beberapa HP atau Kamera yang saya pakai sebelumnya, Panorama harus dilakukan dengan sangat hati-hati sementara di Galaxy S kita bisa bergerak dengan cepat untuk mengambil gambar karena Galaxy S dengan cerdas bisa menentukan bagian-bagian mana yang bersambung dengan gambar sebelumnya secara otomatis.</p>
<p><a href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/2010-10-24-13.33.26.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-534" title="2010-10-24 13.33.26" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/2010-10-24-13.33.26-300x44.jpg" alt="" width="300" height="44" /></a></p>
<p>Diatas adalah hasil Panorama dengan SGS</p>
<p><a href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/2010-09-13-14.00.09.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-535" title="2010-09-13 14.00.09" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/2010-09-13-14.00.09-300x90.jpg" alt="" width="300" height="90" /></a></p>
<p>Yg ini hasil Action Shoot SGS</p>
<p>Untuk urusan Game, Galaxy S memang sangat bisa diandalkan. Dengan GPU yang terpisah dari processor game-game terasa sangat lancar. Saya bukan penggemar Game tapi pernah mencoba beberapa game yang menurut saya cukup berat seperti Ashpalt, Heavy Gunner, Dynamo Kid dan Crazy Cart Racing (ada beberapa lagi yg saya coba tapi lupa namanya) semuanya berjalan dengan lancar tanpa tersendat-sendat.</p>
<p><a href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/SC20101027-153213.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-547" title="SC20101027-153213" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/SC20101027-153213-e1288168568671-300x180.png" alt="" width="300" height="180" /></a></p>
<p><a href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/SC20101027-153359-e1288168583393.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-548" title="SC20101027-153359" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/SC20101027-153359-e1288168583393-300x180.png" alt="" width="300" height="180" /></a></p>
<p><a href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/SC20101027-153434-e1288168596567.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-549" title="SC20101027-153434" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/SC20101027-153434-e1288168596567-300x180.png" alt="" width="300" height="180" /></a></p>
<p>Radio FM mungkin bukan sesuatu yang istimewa di Samsung Galaxy S, tetapi sempat menjadi isu ramai dikarenakan Radio FM di Galaxy S tidak bisa menghasilkan suara Stereo. Tetapi untunglah di versi Firmware Froyo 2.2, masalah tersebut berhasil diatasi. Sekarang Radio FM Galaxy S sudah bisa menghasilkan suara stereo.</p>
<p>Berikutnya yang jadi ganjalan para pemilik Galaxy S adalah jumlah memory yang terlihat dan bisa digunakan hanya sekitar 304-308MB dari klaim 512MB yang dikatakan oleh Samsung. Setelah dipelajari oleh para hacker pengguna SGS, ternyata memory yang &#8220;hilang&#8221; tersebut di gunakan untuk aplikasi-aplikasi tertentu seperti Radio (bukan radio FM), Video dll guna mencegah terjadinya gangguan pada aplikasi penting tersebut.</p>
<p><a href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/SC20101027-144126.png"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-543" title="SC20101027-144126" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/SC20101027-144126-150x150.png" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Mungkin karena alokasi memory tersebut hasil rekam Video Galaxy S bisa mulus tanpa patah-patah di 720p tidak seperti ketika saya mencoba merekam dengan menggunakan XT720 dimana terjadi putus-putus dalam waktu tertentu.</p>
<p>Walaupun begitu tetap saja ini merupakan kampanye marketing yang buruk buat samsung, karena ketika di janjikan memory 512MB pengguna tentu mau melihat kemana saja digunakan nya memory yang 512MB tersebut dan bukannya ditampilkan total memory sebesar 304MB.</p>
<p>Bagi yang beruntung sudah menggunakan OS 2.2 Froyo, maka kelebihan Galaxy S semakin terasa karena Adobe Flash sudah benar-benar terintegrasi dengan baik. Membuka web yang menggunakan Flash bukan lagi suatu masalah. Bahkan salah satu game facebook yang tidak bisa saya tinggal karena harus login tiap hari bisa dibuka dengan lancar di Galaxy S.</p>
<p><a href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/SC20101023-184851.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-541" title="SC20101023-184851" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/10/SC20101023-184851-e1288165911331-300x180.png" alt="" width="300" height="180" /></a></p>
<p>Masalah batre yang menjadi ganjalan para pemilik Android memang terasa sangat mengganggu. HH Android terkenal sangat boros batre. Hal ini dikarenakan hardware yang super tentu memerlukan penggunaan energi yang besar juga. Ditambah lagi tuntutan untuk selalu online lewat internet dan aplikasi background yang selalu jalan maka semakin lengkap lah sudah penyebab boros nya HH yg menggunakan Android ini.</p>
<p>Saat masih menggunakan OS bawaan yaitu Eclair, paling tidak saya harus melakukan recharge 3 kali dalam satu hari, bahkan kalau saya sering chat lewat YM, browsing, push mail dan beberapa kali game. frekwensi nya bisa meningkat lebih dari 5 kali sangat-sangat boros. Tetapi sekarang setelah menggunakan OS Froyo (terutama JPM) saya merasakan perbedaan yang cukup signifikan. Untuk pemakaian normal (sesekali browsing, main game, telpon dan SMS) Galaxy S saya mampu bertahan lebih dari 24 jam sementara apabila penggunaan lebih berat lagi, saya hanya perlu charge dua kali dalam satu hari itupun charge berikutnya masih bisa lebih dari 12jam setelah charge pertama.</p>
<p>Diantara berbagai macam kebaikan yang ditawarkan oleh Galaxy S tentu ada juga kejelekan nya dan berikut ini list apa saja yang membuat saya kecewa dengan Samsung Galaxy S.</p>
<p>1. Official update yang sangat lambat. HTC bisa dengan cepat memberikan update Froyo untuk HTC Desire sementara untuk Galaxy S, sampai saat ini pengguna Galaxy S di Indonesia masih belum mendapatkan update official untuk Froyo.</p>
<p>2. Aplikasi-aplikasi bawaan Samsung Galaxy S kebanyakan hanya membuat berat system saja. Fungsi nya serba tanggung dan gak jelas. Bahkan banyak sekali orang yang menganggap aplikasi bawaan samsung sebagai bloatware saking kesal nya. Dan saya belum mendengar ada yang memuji touchwiz seperti orang-orang memuji HTC Sense yang dibawa oleh HH HTC. Mungkin samsung tidak fokus dalam develop aplikasi untuk Android karena Samsung sendiri punya anak emas yaitu OS BADA yang pastinya lebih diutamakan.</p>
<p>3. Aplikasi desktop KiES dari samsung juga sangat mengecewakan. Selain fungsi nya yang masih memiliki banyak bug, juga terlalu banyak fitur  untuk banyak perangkat dalam satu aplikasi sehingga sangat berat ketika digunakan. Update lewat KiES pun tidak mudah karena kadang HH tidak terdeteksi. Apalagi kalau berbicara mengenai fitur backup dan restore, pengguna Galaxy S benar-benar tidak bisa mengandalkan KiES untuk hal ini.</p>
<p>Tetapi kembali ke kata pepatah, tidak ada yang sempurna.. dan saya masih bisa memaklumi ketidak sempurnaan Galaxy S apalagi komunitas pengguna Galaxy S diluar sana sangat-sangat-sangat membantu dengan membuat ROM dan Patch untuk setiap kekurangan yang dimiliki oleh Galaxy S.</p>
<p>Sayang sekali sempat muncul isu bahwa Samsung tidak setuju dengan beredarnya ROM unofficial di samfirmware. Padahal tanpa komunitas dan leaked firmware tersebut saya sebagai pengguna Galaxy S mungkin sudah jauh-jauh hari mengganti HH saya dengan merk lain dan bahkan yang paling extreem saya akan kapok dengan produk Samsung.</p>
<p>Sepertinya review saya tentang Galaxy S salah satu iPhone Killer cukup dulu, saya sengaja tidak membicarakan terlalu banyak aplikasi umum Android biar ada bahan buat nulis lagi nanti heheheh..</p>
<p>Moral of the story untuk artikel ini adalah : Dukungan Komunitas itu sangat penting.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/gadget/pengalaman-menggunakan-samsung-galaxy-s.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BB Desktop Manager Tidak Mau Konek Ke BB device</title>
		<link>http://www.giest.org/gadget/bb-desktop-manager-tidak-mau-konek-ke-bb-device.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/gadget/bb-desktop-manager-tidak-mau-konek-ke-bb-device.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2010 06:31:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadget]]></category>
		<category><![CDATA[BlackBerry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/?p=497</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai newbie di dunia BB ternyata banyak bener ya tantangan nya. Setelah tiba-tiba List OS hilang di AppLoader ketemu sama BB Desktop Manager baik itu di Windows atau di Mac sama-sama tidak mau konek ke BB. Sebetulnya saya menggunakan Desktop Manager saat ini hanya untuk melakukan Backup rutin. Karena saya masih terlalu sering gonta ganti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai newbie di dunia BB ternyata banyak bener ya tantangan nya. Setelah tiba-tiba List OS hilang di AppLoader ketemu sama BB Desktop Manager baik itu di Windows atau di Mac sama-sama tidak mau konek ke BB.</p>
<p><span id="more-497"></span></p>
<p>Sebetulnya saya menggunakan Desktop Manager saat ini hanya untuk melakukan Backup rutin. Karena saya masih terlalu sering gonta ganti OS jadi Backup sudah jadi keharusan supaya apabila terjadi masalah saya bisa reload OS dengan santai tanpa takut kehilangan banyak data.</p>
<p>Saya baca-baca di beberapa forum, sepertinya banyak juga yang bermasalah seperti itu. Dan untuk kasus saya, masalah terjadi setelah saya mencoba OS Hybrid. Mungkin ada cod yang corupt atau entah lah yang pasti DM tidak lagi mau konek dengan hand set.</p>
<p>Berikut ini list apa yang sudah saya lakukan dan tidak berhasil.</p>
<ol>
<li>Mencoba pindah-pindah port USB</li>
<li>Mencoba Install uninstall Desktop Manager</li>
<li>Menggunakan komputer yang lain yang OS nya seger karena baru diinstall dengan DM yang tentunya seger juga.</li>
<li>Menggunakan OS yang berbeda yaitu Mac dan Windows.</li>
<li>Restart PC</li>
<li>Restart BB</li>
<li>Cabut Batre</li>
</ol>
<p>Semuanya yang saya lakukan diatas tidak menyelesaikan masalah jadi anda yang mengalami hal yang sama gak usah repot-repot melakukan itu <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Akhirnya saya dengan sedikit deg-deg an memutuskan untuk Wipe Device dengan menggunakan BBSAK.</p>
<p>Kenapa saya deg-deg an karena pertama saya tidak yakin BBSAK akan mengenali Device tetapi ternyata BBSAK bisa konek ditandai dengan muncul nya PIN di BBSAK.</p>
<p>Kemudian saya juga ragu apakah setelah di Wipe, Apploader akan mengenali device untuk menginstall OS yang baru. Loading Apploader pada proses ini sedikit lebih lama dari biasanya, saya sudah hampir panik <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  tapi ternyata setelah proses loading yang cukup lama. Apploader mampu mengenali device dengan baik dan dilanjutkan Installasi OS. Semuanya sukses.</p>
<p>Setelah OS terinstall sekarang tiba saat nya restore data dari Backup lewat Desktop Manager.</p>
<p>Daaaaaan ternyata sodara-sodara&#8230;&#8230; Desktop Manager bisa mengenali device dengan sukses. Artinya saya bisa restore data dari Backup yang walaupun sudah tidak up 2 date karena saya backup dua hari yang lalu paling tidak semuanya normal kembali hehehehe.</p>
<p>Sekian pengalaman menakutkan saya dengan BB. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi&#8230;</p>
<p>Moral of the story kali ini adalah : &#8220;RAJIN-RAJIN Backup!!!!!&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/gadget/bb-desktop-manager-tidak-mau-konek-ke-bb-device.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apploader tidak menampilkan list OS</title>
		<link>http://www.giest.org/gadget/apploader-tidak-menampilkan-list-os.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/gadget/apploader-tidak-menampilkan-list-os.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Mar 2010 06:06:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadget]]></category>
		<category><![CDATA[BlackBerry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/?p=485</guid>
		<description><![CDATA[Sudah beberapa minggu ini saya sedang seneng gonta ganti OS untuk Onyx. Yang jadi masalah adalah sejak beberapa hari yang lalu ketika menjalankan Apploader, yang muncul hanya list aplikasi nya saja dan OS nya sama sekali tidak ada. Apabila dilanjutkan ke proses installasi bisa dipastikan akan error karena tentu saja OS nya tidak terinstall. Bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah beberapa minggu ini saya sedang seneng gonta ganti OS untuk Onyx.</p>
<p>Yang jadi masalah adalah sejak beberapa hari yang lalu ketika menjalankan Apploader, yang muncul hanya list aplikasi nya saja dan OS nya sama sekali tidak ada. Apabila dilanjutkan ke proses installasi bisa dipastikan akan error karena tentu saja OS nya tidak terinstall.</p>
<p><span id="more-485"></span><a title="App Loader tanpa List OS" rel="lightbox" href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/03/No_OS.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-489" title="No_OS" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/03/No_OS-233x300.jpg" alt="" width="233" height="300" /></a></p>
<p>Bisa dilihat gambar diatas, sama sekali tidak muncul list OS nya.</p>
<p>Setelah berpusing-pusing ria akhirnya saya iseng buka BBSAK</p>
<p><a title="BBSAK dan Tombol Load OS" rel="lightbox" href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/03/bbsak.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-488" title="bbsak" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/03/bbsak-186x300.jpg" alt="" width="186" height="300" /></a></p>
<p>Tadinya saya pikir Load OS lewat BBSAK akan susah ternyata BBSAK hanya memanggil Apploader juga. Tetapi Apploader yang dipanggil lewat button Load OS BBSAK ternyata tidak memunculkan error seperti ketika AppLoader dipanggil langsung.</p>
<p><a title="App Loader Dan Replace Device Application" rel="lightbox" href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/03/app_loader_replace_with_older.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-486" title="app_loader_replace_with_older" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/03/app_loader_replace_with_older-233x300.jpg" alt="" width="233" height="300" /></a> <a title="App Loader dengan List OS yang sudah muncul lagi" rel="lightbox" href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/03/app_loader_with_os.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-487" title="app_loader_with_os" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/03/app_loader_with_os-233x300.jpg" alt="" width="233" height="300" /></a></p>
<p>Seperti tampilan diatas, sekarang tampilan list OS nya muncul dan apabila kita klik next</p>
<p><a title="Siap untuk install" rel="lightbox" href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/03/ready-to-install.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-490" title="ready to install" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/03/ready-to-install-233x300.jpg" alt="" width="233" height="300" /></a></p>
<p>OS nya akan terinstall dengan sempurna.</p>
<p>Akhirnya, saya bisa bermain-main lagi dengan OS <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Mudah-mudahan pengalaman saya dengan Apploader ini bisa bermanfaat paling tidak untuk saya sendiri <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/gadget/apploader-tidak-menampilkan-list-os.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Onyx vs E72 / E71</title>
		<link>http://www.giest.org/goblogz/onyx-vs-e72-e71.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/goblogz/onyx-vs-e72-e71.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 15:53:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadget]]></category>
		<category><![CDATA[Go Blogz]]></category>
		<category><![CDATA[BlackBerry]]></category>
		<category><![CDATA[E71]]></category>
		<category><![CDATA[nokia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/?p=470</guid>
		<description><![CDATA[Setelah lebih dari sebulan menjadi pemakai aktif Onyx, akhirnya saya memberanikan diri untuk sedikit memberikan review dan perbandingan dengan HP yang pernah saya kenal cukup baik lainnya yaitu E71 dan E72. Perbandingan akan berdasarkan kepada pengalaman menggunakan keduanya sehingga dibeberapa bagian mungkin sangat subjectif dan tergantung mood. Tetapi sebelum anda para pecinta BB atau E [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah lebih dari sebulan menjadi pemakai aktif Onyx, akhirnya saya memberanikan diri untuk sedikit memberikan review dan perbandingan dengan HP yang pernah saya kenal cukup baik lainnya yaitu E71 dan E72.</p>
<p>Perbandingan akan berdasarkan kepada pengalaman menggunakan keduanya sehingga dibeberapa bagian mungkin sangat subjectif dan tergantung mood.</p>
<p>Tetapi sebelum anda para pecinta BB atau E Series protes, perlu di ingat bahwa saya adalah pengguna E Series dan Onyx jadi jangan bilang saya pembenci BB, Pencinta Nokia atau sebaliknya semua hanya berdasarkan pengalaman menggunakan keduanya.</p>
<p><span id="more-470"></span></p>
<p><a title="BlackBerry Bold 9700 Onyx" rel="lightbox" href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/02/blackberry-bold-9700-new.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-473 alignnone" title="blackberry-bold-9700-new" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/02/blackberry-bold-9700-new-139x150.jpg" alt="" width="139" height="150" /></a><a title="Nokia E 72" rel="lightbox" href="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/02/nokia-e72.jpg"> <img class="size-thumbnail wp-image-474 alignnone" title="nokia-e72" src="http://www.giest.org/wp-content/uploads/2010/02/nokia-e72-139x150.jpg" alt="" width="139" height="150" /></a></p>
<p><strong>Bentuk / Ukuran / Dimensi / Design<br />
</strong></p>
<p>Bentuk Onyx lebih ramping dari Bold sehingga bagi saya yang sudah terbiasa dengan E71 tidak terlalu merasa terlalu banyak perubahan ukuran.</p>
<p>Onyx yang sebagian besar case nya terbuat dari plastik masih bukan tandingan untuk E72 apalagi E71 yang menurut saya masih lebih baik dari E72.</p>
<p>Berat Handset E72 / E71 bagi saya merupakan berat yang cukup ideal untuk HP. Onyx bagi saya terlalu ringan bahkan setelah saya tambahkan Alumor Capdase pun masih terasa terlalu ringan <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  cukup aneh juga padahal selisih berat E72 dan Onyx hanya 6 gram yang seharusnya tidak terlalu terasa. Tetapi entah kenapa saya merasa ketika menggunakan E71 / E72 posisi jempol untuk mengetik jauh lebih nyaman dibandingkan dengan ketika menggunakan Onyx. Saya juga tidak cepat merasakan lelah di pergelangan tangan ketika menggunakan E71 dibandingkan dengan Onyx yang harus geser-geser posisi tangan setiap kali mengetik agak lama.</p>
<p><strong>Keypad</strong></p>
<p>Untuk urusan yang satu ini saya sudah pasti memberikan rating 10 untuk Nokia. Tombol-tombol E72 / E71 sangat empuk dan nyaman digunakan. Gak ada kesan cetak cetuk seperti di Onyx walaupun ada yang bilang tombol onyx termasuk tompol yang paling enak di gunakan di keluarga BB.</p>
<p>Penempatan Num Key yang berada di sebelah kiri di BB masih jadi pemikiran saya. Kenapa harus di sebelah kiri? Kenapa tidak ditengah saja? padahal dengan posisi num key ada di tengah untuk mengetik angka bisa menggunakan tangan kanan atau kiri dengan sama enak nya.</p>
<p>Sudah lebih dari 1 bulan saya menggunakan Onyx sementara E72 hanya beberapa kali saja saya mencoba nya (punya orang lain <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ) dan sampai sekarang saya masih sering melakukan kesalahan dalam mengetik. Walaupun ukuran key Onyx lebih besar dari E 71,  rasanya ada yang salah dengan key tersebut. Saya malahan bisa lebih rapih mengetik dengan menggunakan BB 8320 yang cetak cetuk daripada dengan onyx.</p>
<p><strong>Map / GPS</strong></p>
<p>GPS Satellite Lock untuk E71 / E72 jauh lebih cepat dan kuat dibandingkan GPS yang dibawa oleh onyx. Sebagai contoh dengan E71 saya bisa lock satellite walaupun sedang ada di dalam ruangan (rumah di lantai 2) tetapi dengan Onyx sama sekali tidak bisa lock. Kemudian untuk Lock disaat sedang bergerak, Nokia mampu lock di sekitar 15 &#8211; 30 detik saja sementara onyx sekitar 60 &#8211; 90 detik (kadang lebih).</p>
<p>Nokia Map / Ovi Map dari beberapa sisi masih lebih bagus daripada BlackBerry Map yang dibawa oleh Onyx. Dan perlu di ingat bahwa Nokia juga akan menggratiskan Ovi Map. Kelemahan keduanya adalah Peta harus di download secara online tidak seperti Garmin XP yang bisa menggunakan peta dari provider yang lain.</p>
<p>Satu lagi yang menjadi masalah dengan Onyx yaitu belum ada Garmin XP bajakan nya <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Untuk Bold sudah ada Garmin XP tetapi dari beberapa review katanya Map nya dibuat seperti Google Map atau BB Map yaitu secara online tidak bisa di copy ke memory card.</p>
<p><strong>Voice Caller ID</strong></p>
<p>Di BlackBerry Onyx anda tidak akan mendapatkan fitur Voice Caller ID seperti di E72 dan E71 dimana ketika ada telpon masuk nama penelpon akan disebutkan sesuai dengan phone book dan saya sangat suka fitur ini.</p>
<p>Untuk BlackBerry anda harus membeli aplikasi bernama HollerID seharga $19.99 (cukup mahal).</p>
<p><strong>LCD </strong></p>
<p>Untuk LCD, Onyx jelas lebih baik dari E72 dan E71. Perbedaan resolusi 480&#215;360 pixel pada Onyx dan 320&#215;240 pixel pada E72 benar-benar terasa. Gambar dan huruf terlihat lebih jernih pada Onyx dibandingkan dengan E72.</p>
<p>Tetapi karena LCD onyx tidak ada screen penghalang lagi maka apabila anda menekan terlalu keras terlihat warna warni yang bagi saya agak menakutkan (takut rusak). Tapi ada juga keuntungan nya yaitu onyx tidak akan mengalami masalah seperti di E71 / E72 yaitu debu masuk diantara LCD dan screen depan (ya iya lah kan screen luar nya juga gak ada <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p><strong>Radio FM</strong></p>
<p>Onyx tidak dilengkap Radio FM, dan menurut saya itu jadi kelemahan yang cukup mengganggu (karena saya penggemar radio <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ) walaupun sudah ada aplikasi untuk streaming radio, tapi tetap saja Radio FM lebih ok selain bebas biaya pulsa (paket data) juga acara nya lokal banget.</p>
<p><strong>Browser</strong></p>
<p>Untuk urusan browser rasanya saya lebih suka Browser bawaan Nokia E72 / E71, walaupun browser bawaan BlackBerry lebih mampu mengolah web-web HTML tetapi bagi saya untuk melihat web full di handset yang ukuran layar nya bahkan kurang dari 2.5&#8243; sangat tidak menyenangkan. Jadi kenapa tidak buat yang terbaik untuk wap baru sisipkan pengolah full HTML dan bukan sebaliknya. Ukuran huruf browser Onyx terlalu kecil agak capek apabila berlama-lama membaca berita.</p>
<p>Tapi untung lah Opera Mini 5 sudah cukup stabil jadi apabila perlu membaca berita tinggal pakai Opera Mini set font ke medium dan lanjutkan membaca dengan nyaman.</p>
<p><strong>Aplikasi</strong></p>
<p>Sekali lagi aplikasi menjadi perhatian saya. Nokia (symbian) memiliki ribuan aplikasi gratis, berbayar dan bajakan di Internet sementara BlackBerry bahkan di forum sebesar ip-mart saja hanya sedikit bisa mendapatkan aplikasi gratisan nya. Di kaskus.us anda bisa mendapatkan list aplikasi gratis atau yang sudah di gratiskan untuk BlackBerry tetapi tentu saja jumlah nya tidak sebanyak untuk symbian.</p>
<p>Adanya PIN dan selalu online nya BlackBerry menjadi penyebab susah nya mencari aplikasi bajakan untuk BlackBerry. Dengan kombinasi PIN dan registrasi online membuat para petani (pembajak) sedikit kerepotan <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Tetapi untuk kematangan aplikasi, BlackBerry sepertinya masih lebih unggul. Apalagi aplikasi buatan RIM masih lebih unggul dibandingkan dengan buatan Nokia. Sebagai contoh berikut ini list nya.</p>
<p>1. BB Push Mail vs Nokia Email.</p>
<p>Pemenang nya sudah pasti PushMail nya BlackBerry dari segi kecepatan, kompresi dan tampilan Nokia Email masih jauh tertinggal. Ini bisa dimaklumi karena Nokia Email masih pemain baru dibandingkan Push Mail nya BB.</p>
<p>2. BB Messenger vs Nokia OVI Contact.</p>
<p>Untuk Messenger BB masih menang walaupun selisih nya sedikit. Nokia yang menggunakan Email sebagai alat otentifikasi mempermudah dalam berganti-ganti Handset sementara BB menggunakan PIN cukup merepotkan apabila harus ganti handset. Perlu diingat kenapa ICQ saat ini ter gusur oleh IM yang lain seperti Yahoo, AIM dan GTalk karena orang malas menghapal deretan angka (paling tidak saya malas untuk menghapal angka <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ) dibandingkan nama@email.com <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>3. BB YM/AIM/Gtalk vs Nokia Messaging.</p>
<p>Disini juga masih menang BB untuk unsur kemudahan dan kecepatan Nokia masih kalah jauh. Nokia masih harus melakukan banyak perbaikan terutama waktu login yang terlalu lama, mungkin gara-gara Nokia tidak terintegrasi dengan Network sementara BlackBerry dari hulu ke hilir dikuasai sendiri.</p>
<p>4. BB SMS vs Nokia Conversation</p>
<p>di Onyx (versi 5) SMS sudah diperlakukan mirip dengan IM dibuat satu layar antara sent dan receive. Nokia sudah memiliki aplikasi untuk model seperti itu hanya belum dijadikan default sehingga harus install dulu.</p>
<p><strong>Kamera</strong></p>
<p>Untuk membandingkan kamera Onyx dengan E72 rasanya terlalu jauh karena E72 sudah memiliki kamera 5Mpx sementara Onyx baru 3.2Mpx. Dari hasil poto nya sendiri saya merasa Onyx harus memperbaiki banyak hal dibagian ini tapi yang paling penting adalah:</p>
<ul>
<li>Capture kamera masih terlalu lambat sehingga sering terjadi gambar bergoyang dan blur.</li>
<li>Pada firmware 5.0.0.442 (terbaru) gambar masih sedikit gelap (cenderung coklat).</li>
<li>Auto fokus lambat.</li>
</ul>
<p><strong>Themes</strong></p>
<p>Themes Onyx (BB) lebih fleksible dibandingkan dengan Themes Nokia (Symbian). E71 dan E72 tidak bisa bebas menempatkan icon yang diinginkan (lokasi icon), sementara BB bisa lebih bebas tidak hanya dalam penempatan icon tetapi juga model dari themes itu sendiri. Dan saya sendiri sangat senang dengan kelebihan BB yang satu ini karena bisa ganti themes serasa memiliki HP baru <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Install / Uninstall Aplikasi</strong></p>
<p>Buat anda pengguna HP selain BlackBerry yang bermigrasi ke BlackBerry siap-siap di berikan pekerjaan extra setiap kali install atau uninstall aplikasi <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Entah apa alasan RIM tetap tidak memperbaiki kelemahan yang satu ini.</p>
<p>Sebagian besar aplikasi di BlackBerry selalu meminta restart dan bahkan cabut batrei. Windows saja yang selama ini sebagai OS paling rajin dalam urusan restart masih kalah dengan jumlah restart yang diminta BlackBerry <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Membandingkan BlackBerry Onyx dengan Nokia E71 / E72 bagi saya seperti membandingkan Mac dengan PC. Ada kelebihan dan ada kekurangan nya. Walau bagaimanapun semua kembali ke selera. Tidak usah fanatik dengan gadget pada kenyataan nya apabila punya dua-dua nya lebih keren <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  (walaupun kebanyakan bawa HP dibilang orang gila <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p>Jadi sementara saya pakai kedua-dua nya dulu, kalau nanti ada yang kira-kira bisa di review ya tinggal review lagi saja <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/goblogz/onyx-vs-e72-e71.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>65</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Layanan Nokia Messaging (Push Mail) Tidak Gratis Lagi</title>
		<link>http://www.giest.org/goblogz/layanan-push-mail-nokia-tidak-gratis-lagi.html</link>
		<comments>http://www.giest.org/goblogz/layanan-push-mail-nokia-tidak-gratis-lagi.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 16:23:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadget]]></category>
		<category><![CDATA[Go Blogz]]></category>
		<category><![CDATA[E71]]></category>
		<category><![CDATA[nokia]]></category>
		<category><![CDATA[pushmail]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.giest.org/?p=466</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu saya mendapat email yang isi nya sedikit membuat kecewa. Layanan Nokia Messaging akan di komersilkan oleh Nokia dengan menggandeng Telkomsel sebagai partner di Indonesia. Berikut Email dari Nokia tersebut. Terimakasih atas partisipasi Anda dalam trial Nokia Messaging. Kami senang dapat melayani Anda, dan kami telah menerima banyak saran dan masukan dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu saya mendapat email yang isi nya sedikit membuat kecewa.</p>
<p>Layanan Nokia Messaging akan di komersilkan oleh Nokia dengan menggandeng Telkomsel sebagai partner di Indonesia.</p>
<p>Berikut Email dari Nokia tersebut.</p>
<blockquote>
<pre>Terimakasih atas partisipasi Anda dalam trial  Nokia Messaging. Kami senang dapat melayani Anda, dan kami telah menerima banyak saran dan masukan dari Anda serta puluhan ribu pengguna ponsel Nokia lainnya.
Nokia bekerjasama dengan Telkomsel menyediakan paket hemat layanan ini kepada Anda. Paket Nokia Chat &amp; Mail didesain agar pengiriman email secara otomatis menjadi bagian dari layanan ini.
Anda dapat berlangganan paket hemat layanan ini dengan mengaktifkan paket Nokia Chat &amp; Mail. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi <a href="http://www.telkomsel.com/nokiamessaging">http://www.telkomsel.com/nokiamessaging</a>. Ketika anda mengaktifkan paket hemat layanan ini, maka account Nokia Messaging Anda tetap dapat digunakan.
Anda dapat terus menggunakan Nokia Messaging untuk 30 hari lagi, dan Anda dapat membeli paket berlangganan setiap saat sepanjang sisa periode trial.
Jika anda tidak tertarik untuk berlangganan, Anda tidak perlu melakukan apapun. Account anda akan otomatis berakhir dalam 30 hari. 

Terimakasih,
Tim Nokia Messaging
*** Email ini dikirimkan secara otomatis. Mohon untuk tidak dibalas. ***
</pre>
</blockquote>
<p>Setelah saya membaca email tersebut dan cross check ke website nya telkomsel, ada beberapa hal yang saya bisa simpulkan.</p>
<p>1. Biaya paket harian untuk Push Mail dan Nokia Chat adalah Rp 2000 / Hari atau sekitar Rp 60.000 /bulan</p>
<p>2. Push mail bisa digunakan (Hanya ?) untuk Google, Yahoo dan Ovi Mail.</p>
<p>3. Apabila digunakan untuk mengakses internet yang lain seperti browsing, pull mail, streaming, ceting dengan aplikasi selain Nokia Chat, Mail For Exchange, Lotus Notes Traveler dan lain-lain dikenakan biaya GPRS sebesar Rp 5 / kb atau anda harus berlangganan paket Flash unlimited (masih ada gak ya ?)</p>
<p>4. Anggap saja saya pakai Flash Unlimited Basic yang harganya Rp 125.000 / bulan maka saya harus membayar Rp 125.000 + Rp 60.000 = Rp 185.000 / bulan (belum PPN)</p>
<p>Ok itu yang bisa saya tangkap dari pemberitahuan Nokia tersebut. Yang bisa dipastikan merubah pandangan saya mengenai kenyamanan menggunakan E Series dari Nokia.</p>
<p>Memang masih ada Push mail gratisan di luar sana seperti Seven versi Beta dan lain sebagainya tapi saya terlanjur cinta dengan Nokia Messaging apalagi jika harus dibandingkan dengan push mailnya BlackBerry maka hanya Nokia Messaging lah satu-satunya aplikasi untuk Nokia yang saya rasa memiliki kemampuan mendekati (ingat baru mendekati bukan sama).</p>
<p>Tadinya saya sempat bercita-cita untuk mengganti E71 saya dengan E72 tetapi dengan informasi seperti diatas rasanya saya harus merubah cita-cita belanja saya untuk tetap menggunakan E Series.</p>
<p>Kelebihan yang bisa di dapat ketika saya menggunakan paket Nokia E Series + Flash + Nokia Messaging (yang sebentar lagi gak gratis) adalah saya masih diperbolehkan untuk menggunakan E71 saya sebagai modem tanpa kena charge tambahan. Tapi untuk saya hal tersebut tidak terlalu membantu karena di Rumah pun Internet lewat WIFI sudah bisa dipakai unlimited.</p>
<p>Kekurangan nya apabila di Bandingkan dengan BlackBerry:</p>
<p>1. Harga jadi lebih mahal dari paket standar BIS yang ada di kisaran 100 &#8211; 180rb Rupiah bahkan smart menawarkan BIS unlimited sampai ketika BB dijadikan modem (Cool)</p>
<p>2. Nokia Messaging walaupun cukup bagus tapi masih jauh dari Push Mail BlackBerry. Terutama bermasalah dengan Mail Yahoo saya yang sama sekali tidak mau nyampe dan kadang suka tiba-tiba hilang isi inbox.</p>
<p>3. Nokia Chat masih sangat mengecewakan. Sampai saat ini saya masih tidak mau menggunakan Nokia Chat karena koneksi ke server Yahoo nya sangat lambat dan tampilan nya agak kurang enak. Saya malahan lebih memilih Mobinity.net yang harus bayar per bulan daripada Nokia Chat yang gratisan.</p>
<p>4. Aplikasi untuk social networking seperti FaceBook masih belum bagus di Symbian walaupun sekarang sudah ada aplikasi facebook untuk symbian tapi saya merasa kwalitas nya masih jauh tertinggal dari Aplikasi Facebook BlackBerry.</p>
<p>Dengan kondisi diatas, sepertinya saya sudah harus memikirkan opsi untuk menggunakan BlackBerry Apalagi kenyataan nya saya sudah sangat ketergantungan dengan email yang berbondong-bondong masuk ke HP. Sehingga email tidak masuk dengan cepat sudah terasa mengganggu efektifitas pekerjaan saya.</p>
<p>Apakah berubah nya opsi dari gratisan menjadi berbayar untuk Nokia Messaging ini suatu strategi marketing untuk Nokia? saya rasa Tidak karena saya yang sudah memproklamasikan diri sebagai pencinta Nokia saat ini malah berfikir untuk mencoba yang lain. Apakah mungkin pamor Nokia E Series akan terjun bebas dengan berbayar nya Nokia Messaging? Kita lihat saja nanti.</p>
<p>Saya masih memberi kesempatan sampai akhir Januari (karena terlanjur bayar tagihan telkomsel <img src='http://www.giest.org/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  ) apabila ternyata pilihan terbaik tetap menggunakan Nokia berpartner dengan Telkomsel maka saya akan tetap menggunakan nya. Tetapi apabila kemudian harus menambah pengeluaran saya maka mendingan pilih opsi yang lain saja. Saya masih tetap terbuka dengan opsi BlackBerry dan yang lainnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.giest.org/goblogz/layanan-push-mail-nokia-tidak-gratis-lagi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

