Memindahkan FreeBSD Ke Harddisk Lain
Artikel ini dibikin setelah sempet punya masalah harddisk yang dipake terlalu kecil sementara kalau ditambah harddisk nya jadi 2 sayang terlalu besar dan nanti malah nambahin satu komputer nganggur gak ada harddisknya.
Setelah sempet pusing karena memang gak tau caranya akhirnya nemu artikel dari unixcities.com (link asli nya udah lupa tapi silahkan di search disana pasti ada) yang ngebahas cara mindahin FreeBSD secara full dari satu harddisk ke harddisk yang lain.
Kondisi yang saya alami adalah sudah memiliki PC dengan FreeBSD terinstall pada harddisk berkapasitas 10Gb dan ingin diganti dengan harddisk dengan kapasitas 20Gb. Karena koneksi internet yang kecil, kalau install ulang perlu waktu lama untuk sekedar upgrade ke stable belum lagi urusan setting ini itu, bisa-bisa warnet tutup lebih dari satu hari. Oleh karena alasan itulah akhirnya diputuskan untuk browse internet dan mencari cara bagaimana memindahkan seluruh isi harddisk ke harddisk yang lain tanpa harus setting ulang.
Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan.
Pertama Cabut harddisk yang lama dari komputer anda dan pasang harddisk yang baru ditempat harddisk yang lama terpasang sebelumnya. Kemudian install harddisk yang 20Gb (yang baru) dengan installasi FreeBSD standar atau bisa juga installasi minimal biar cepet yang penting pembagian partisi diusahakan sama tetapi dengan ukuran yang lebih besar dari pembagian partisi yang lama. Tapi sekali lagi pastikan bahwa harddisk anda yang lama dicabut dulu, alias tidak dipasang untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Selanjutnya cabut kembali harddisk yang baru saja di install FreeBSD (harddisk baru) dan kembali pasang harddisk lama anda ke posisi semula, sementara harddisk yang baru di install dipasang di slave.
Kemudian setelah semua beres silahkan boot dengan menggunakan Harddisk yang lama (FreeBSD lama) jangan yang baru, terus yang harus dilakukan adalah boot ke single mode seperti biasa dengan menekan space bar ketika hitungan 10 detik masih berjalan dan ketikan boot -s kemudian enter.
Setelah berhasil login lakukan perintah berikut ini secara berurutan
Langkah diatas bisa dikatakan prosedur standar apabila anda login dengan single mode untuk proses apapun, misalkan untuk memperbaiki system, backup data atau bahkan untuk reset password :). Dengan perintah diatas root partition di mount, begitu juga semua partisi yang ada di /etc/fstab juga di mount dan swap pun diaktifkan.
Selanjutnya adalah memastikan bahwa anda memiliki device files sehingga anda bisa memount partisi-partisi yang ada di drive yang baru, caranya dengan mengetikan perintah seperti berikut ini. Tapi ingat apabila anda melakukan pembagian partisi yang berbeda misalkan anda hanya membagi partisi dengan / (root) dan swap saja maka silahkan dirubah script berikut dengan menghilangkan bagian /backup/usr dan /backup/var. Atau bila anda melakukan pembagian yang lebih kompleks seperti membuat partisi untuk /home /tmp /var /usr dan lain sebagainya ini juga disesuaikan dengan langkah berikut ini.
Disini saya hanya memiliki 3 partisi saja yaitu / (root) kemudian /var dan /usr artinya saya tidak terlalu spesifik membagi partisi cukup dengan pembagian partisi standar saja.
Sekarang kita bikin folder untuk mount partisi-partisi dari drive yang baru.
Karena kebetulan kondisi installasi komputer saya persis sama dengan artikel yang saya dapat dari unixcities.com maka dengan senang hati saya copy paste script yang sudah dibuat disana. Berikut ini script yang saya dapatkan tanpa ada sedikitpun perubahan. Silahkan buat script berikut dengan menggunakan editor kesayangan anda misalnya pico atau vi pastikan anda menyesuaikan script tersebut dengan kondisi ditempat anda baik itu partisi ataupun penempatan harddisk dan kabel.
Setelah selesai membuat script diatas kemudian simpan dengan nama copyharddisk, silahkan eksekusi script tersebut baik itu dengan mengetikan sh copyharddisk atau dengan terlebih dahulu merubah file permission menjadi +x .
Script diatas akan:
- Membuat file system yang baru (newfs)
- Mounting partisi dari drive baru
- melakukan dump data dari partisi drive lama ke partisi drive baru.
- Unmount drive baru
- lakukan tunefs (softupdate) pada drive yang baru (optional)
Proses diatas akan memerlukan waktu beberapa jam tergantung dari banyaknya data yang anda miliki dan besarnya data yang di transfer. Setelah proses selesai silahkan matikan komputer anda, cabut harddisk yang lama dan pindahkan harddisk yang baru ke posisi primary kemudian coba untuk boot menggunakan drive tersebut.
Apabila anda berhasil boot dengan harddisk tersebut lakukan pemeriksaan terlebih dahulu isi dari harddisk yang lama pastikan semua proses bisa berjalan dengan baik dan tidak ada data yang hilang sebelum anda dengan sadis memformat harddisk yang lama :D.
Ok segitu aja kayaknya, sekali lagi sebagian besar dari artikel ini di ambil dari unixcities.com saya cuman mencoba kemudian menerjemahkannya saja. Mudah-mudahan bisa membantu.
Info Artikel

This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 2.5 License.



No comments
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]