Cerita dari Negri Ular

Ular Syahdan ini cerita dari negri Odnia-Isen sebuah negri subur makmur gemah ripah lohjinawi, negara dengan kekayaan alam tak terhingga dari gunung sampai ke laut. Diatas permukaan bumi dan didalam perut bumi semuanya serba kaya, emas berlimpah, baja, perak, perunggu, batu mulia semuanya ada. Makanan begitu juga dari mulai hasil pertanian sampai yang tinggal ambil dilaut berupa ikan semuanya ada semuanya tersedia dengan berlimpah. Sayang sekali negri makmur ini tidak ditempati oleh Manusia tapi ditempati oleh ular dari mulai ular belang sampe ular polos, dari mulai yang ukuran sebesar cacing sampai yang bisa menelan seekor kerbau.

Raja dari negri Odnia-Isen ini se ekor ular Python yang panjang dan besar bernama raja Boyonoh, sang Raja berkekuatan sangat besar maklum lah dia raja di raja nya para ular. Anda tentu tahu corak se’ekor Python yang loreng kecoklatan, corak nya yang terkenal itu sebetulnya ada sejarahnya, Dulu ketika dia muda dan sebelum jadi Raja dia adalah Senopati kerajaan yang tugasnya mengawasi satu pasukan khusus yaitu pasukan Beberes namanya. Pasukan ini bertugas membereskan segala kekacauan yang terjadi akibat semburan bisa dari Raja yang berkuasa waktu itu. Maklum saja Raja waktu itu ular belang berbisa yang suka main gigit sembarangan, buang kulit dimana saja. Raja dahulu terkenal karena kekejaman nya. Bayangkan saja dia berhasil menjadi Raja setelah dengan susah payah melakukan konspirasi dengan para gulang-gulang kerajaan hanya untuk membuat supaya sang Raja yang berkuasa waktu itu tidak bisa keluar rumah. 

Kita lupakan Raja kejam yang telah memerintah Negri makmur itu selama lebih dari 30 tahun dan tumbang setelah beribu-ribu ular hijau berdemonstrasi didepan istana kerajaan. Sekarang kita kembali ke Raja Boyonoh, dari semua Raja yang pernah memimpin negri Odnia-Isen mungkin hanya Raja inilah yang dipilih oleh seluruh rakyat Kerajaan. Rakyat kerajaan berharap sangat besar terhadap Raja Boyonoh, sebagai Raja yang betul-betul di dipilih oleh Rakyat Negri Ular, diharapkan bisa menampuk anspirasi dari seluruh rakyat dan tidak hanya mementingkan kepentingan keluarga nya saja atau mungkin teman-teman dan kerabatnya saja.

Sepertinya sang Raja cukup mewakili apa yang di inginkan oleh sebagian Rakyat negri Odnia-Isen sang Raja dianggap sangat merakyat, mampu berbicara dengan rakyat kecil ketika sedang kesusahan namun sayang, namanya juga Ular yang tentu saja punya kelemahan. Seperti kata pepatah penyanyi dari negri tetangga RAJA JUGA MANUSIA pasti ada saja kelemahan dari sang Raja Boyonoh ini. Raja yang dianggap Adil ini setelah sekian tahun memimpin Negri Odnia-Isen mulai terlihat kenyataan nya bahwa Sebesar apapun badan nya tetap saja ular Python yang tidak punya bisa, untuk memutuskan apakah akan memakan mangsa atau tidak saja harus dengan cara dililit dulu badan yang mau di mangsa nya, kemudian diremukan, kemudian ditelan sedikit demi sedikit. Dan tentu anda tahu apa jadinya setelah Ular Python makan, dia pasti Bobo lama. Nah penyakit ini mulai terlihat ketika Raja harus memikirkan dan memutuskan sesuatu sang Raja akan mulai tanya kiri kanan sedikit, kemudian dia sedikit berpikir, manggut-manggut, tidur dulu beberapa hari baru kemudian memberikan keputusan yang inti nya adalah berkata Maaf Beri Saya Waktu Lagi.

Untung saja Raja yang sering lambat dalam memutuskan masalah ini ketika pemilihan calon Raja waktu itu sempat negosiasi dengan se ekor Ular pengusaha yang bernama Akal Fuyus. Akal Fuyus ini se ekor ular Kobra yang bisa bergerak gesit berbisa ampuh bukan main, cuman sayang agak-agak sedikit tidak berpendirian tetap. Bisa nya yang super canggih memang sudah menjadi jaminan dia dalam memutuskan keputusan seberat apapun cukup sekali sembur maka musuh kabur. Badan nya yang langsing membuat dia lincah bermanuver kiri-kanan dari mulai dengan tanpa malu-malu melibas mantan bos nya terdahulu di goa larong tempat dia menjadi anggota sampai dengan mencalonkan diri sendiri sebagai penguasa tertinggi goa larong. Ketika calon Raja Boyonoh meminta Akal Fuyus untuk menjadi calon Patih negara Odnia-Isen ini mungkin dia berharap bahwa dengan meminang Akal Fuyus bisa menambah daya gedor dalam Pemilihan Raja Ular se Negri Odnia-Isen yang waktu itu di ikuti oleh 5 kandidat.

Tetapi kelihatan nya sekarang sang Raja Boyonoh mulai agak-agak gentar juga dengan manuver yang dilakukan oleh sang Patih Akal Fuyus. Berkali-kali sang Patih melakukan manuver tanpa persetujuan dari sang Raja, berkali-kali pula sang Patih melakukan tindakan yang membahayakan posisi sang Raja tapi entah kenapa Sang raja diam saja apakah karena memang prinsif sang Raja Boyonoh itu ah yang penting gak nyakitin gw secara langsung biarin aja dah. atau mungkin lagi berusaha mau memutuskan tapi belum aja kali ya karena kan tahu sendiri sang Raja agak-agak lambat.

Pernah suatu saat sang Patih dengan dingin memberi komentar ketika para Ular pekerja berdemonstrasi karena makanan dari mandor ular suka di potong sembarangan, sang Patih cukup berkata aaah jangan liat Negri Ikaramri yang kerja gak kerja di bayar disini mah beda, kalo klian gak kerja ya gak dibayar, kalo klian gak dibayar ya gak makan. Bener juga sih ucapan sang Patih, tapi apa musti kayak gitu ngomong nya? bukti yang terjadi beberapa ribu ular dengan serentak mogok kerja akhirnya yang kecipratan masalah yaaaa rakyat kerajaan Odnia-Isen juga.

Dilain waktu sang Patih menanggapi rencana mentri ke uangan se’ekor ular sanca untuk menaikan harga balsem cap kecebong untuk rakyat kerajaan. Dengan santai dan mungkin dengan sedikit kalkulator bekas yang ditemukan tergeletak di tempat sampah dekat selokan dia menghitung bahwa solusi untuk mengatasi kenaikan harga balsem cap kecebong yang hanya dengan balsem itulah ular bisa bekerja di pagi dan malam hari ketika udara dingin (maklum ular kan berdarah dingin, kalo udara dingin juga suka males-malesan) adalah dengan memberi 100 butir telor kodok per bulan per rumah. Ya mungkin untuk sebagian orang 100 butir telor kodok itu cukup tapi ketika dihitung bahwa ketika harga balsem cap kecebong naik, dari sebelumnya hanya bernilai 1 butir telor kodok per botol menjadi 5 butir telur kodok per botol sementara untuk kerja bapak Ular memerlukan lebih dari 2 botol balsem cap kecebong per hari maka 100 butir telor kodok perbulan tidak lah cukup untuk membuat sang bapak ular sanggup bertahan kerja selama satu bulan. Entah kalkulator nya yang ngaco atau sang Patih yang ngga bisa ngitung yang pasti setelah itu rakyat kerajaan Ular semakin sengsara hidupnya.

Beberapa hari yang lalu kejadian yang hampir sama terjadi entah karena memang lidah ular itu bercabang atau karena bawaan bisa yang terlalu banyak sehingga sering kali terjadi komentar-komentar dari sang Patih yang menyakitkan rakyat nya, seperti masalah ujian anak-anak ular yang mau lulus sekolah katanya pokoknya mau gak mau harus diseragamkan bahwa semua anak ular harus bisa mengganti kulit dalam waktu 20 menit. Padahal jenis ular saja berbeda-beda mana mungkin disamakan dalam waktu 20 menit. Belum lagi komentar tentang para Ular perempuan yang katanya lebih baik menikah saja dengan kadal dari negri sebelah biar nanti keturunan nya separuh kadal separuh ular, lumayan bagus nanti badan nya panjang kayak ular tapi punya kaki mirip kadal, dengan bentuk badan yang unik seperti itu sang Patih menganggap bahwa si anak separuh kadal separuh ular ini akan laku jadi Artis sinetron di Dunia Ular atau Dunia Kadal.

Ah banyak sekali yang bisa diceritakan dari Negri Ular ini. Suatu saat pasti akan ada cerita baru yang datang dari Kerajaan Odnia-Isen kita lihat saja, apakah duet maut ular Python Sang Raja Boyonoh dengan Maha Patih Akal Fuyus sang ular Kobra bisa bertahan lama ataukah akan terjadi demonstrasi dari para ular Hijau seperti beberapa tahun yang lalu, tidak ada satu orang pun yang tahu tapi tanda-tanda kearah kejatuhan Duet Maut ini semakin jelas dengan semakin banyak musuh yang dengan sengaja dibuat oleh mereka.

Kita tunggu saja kelanjutan nya…

Salam dari Negri Ular …… SssssssssSssssssssssss (leeeeeeepp) 

 


Info Artikel

Creative Commons License
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 2.5 License.