Fahrenheit 9/11
Seperti hari-hari sebelumnya, hari ini juga penyakit males masih menguasai lebih dari 80% otak dan anehnya disaat malas kayak gini suka ada aja pendorong biar semakin males lagi kayak diputernya lagi film Fahrenheit 9/11 nya Michael Moore di HBO pagi ini. Kerjaan dari om Ces buat nyelesain scripting webnya otomatis langsung terganggu mana ada kerjaan yang bisa ngalahin nonton Fahrenheit 9/11 sambil tiduran dikamar dan sekali lagi Film semi dokumenter itu berhasil membuat isi kepala kleyeng-kleyeng sambil menahan sumpah serapah karena tidak setuju dengan apa yang ada didalam film tersebut yaaa seperti biasa lah cuman bisa nahan sumpah serapah dalam hati biar gak di tangkap ato di datengin FBI seperti kakek tua penggemar senam yang gara-gara dia ngeluarin unek-uneknya terlalu keras ketika sedang di Gym.
Keberanian Michael Moore melawan arus kekuasaan sangat luar biasa, kalo di Indonesia dan di jaman nya bung Ato saya yakin Michael Moore pasti gak akan bertahan hidup lebih dari 10 menit semenjak Film itu diputer. Moore patut bersyukur dengan iklim kebebasan yang dimiliki US udah mendarah daging (sehingga ngeliat orang ada aturan dianggap tidak bebas dan harus dirubah) Moore bisa mengungkapkan apa yang ingin dia ungkapkan se bebas-bebasnya dan tentu saja dengan di dukung bukti-bukti yang lengkap baik itu bukti hidup atau bukti yang tidak hidup gak kayak koran lokal Indonesia yang dengan pede nya bilang “kami telah melakukan penyelidikan sehingga tidak perlu meminta maaf” ketika diminta hak Jawab oleh salah satu pejabat yang agak tersinggung karena diberitakan gak bener (jadi headline lagi “gile beneeeer”).
Salah itu tergantung dari sudut pandang yang melihat dan yang mengalami, ketika anda yang melakukan kesalahan anda akan bilang “ah itu kan biasa” sementara ketika orang yang melakukan kesalahan sekecil apapun anda pasti siap mencaci makinya.
Seperti yang terjadi di Fahrenheit 9/11 si Saya jadi sedikit bingung gimana harus memposisikan diri, apakah bersedih dan mengucapkan bela sungkawa dengan kejadian 9/11 atau harus ikut mencaci maki seperti seorang ibu yang kehilangan 5 anggota keluarganya karena “kesalahan” bom oleh militer US. Mungkin yang paling aman si Saya harus bilang sangat sedih dengan kejadian 9/11 tapi sangat mengutuk apa yang dilakukan oleh om Bush guna memerangi teroris yang bertanggung jawab terhadap kejadian 9/11.
Pertanyaan bagi sang teroris,
Apa manfaat dari mengorbankan rakyat sipil untuk mencapai tujuan mu?
Dan pertanyaan buat Bush dan Semua pengambil keputusan di US,
Apakah sudah tepat tindakan yang kalian pilih dengan membunuh lebih banyak manusia demi menegakan apa yang kalian bilang “perang terhadap terorisme”?
Maaf saja si Saya menganggap pihak pengebom dan yang menyerang dengan alasan di bom sama-sama BODOH, ya sangat bodoh. Tidak ada satu alasanpun yang bisa membenarkan pembunuhan terhadap rakyat sipil dalam situasi apapun!!!! wajar saja kalau sekarang seluruh rakyat US menyumpahi kalian para Teroris begitu juga si Saya yakin kalo lebih dari setengah rakyat Irak dan Afganisthan akan melakukan hal yang sama untuk US seru kan jadinya??? Dunia jadi penuh dengan sumpah serapah.
Aaah sekarang Film itu udah selesai dan dilanjutkan dengan Film Bridget Jones yang artinya sudah waktunya rebahan dan melupakan semua kekesalan karena nonton Fahrenheit 9/11. Mudah-mudahan bangun tidur nanti dunia sumpah serapah sudah berganti menjadi dunia yang aman penuh penghormatan dan kekeluargaan.
MIMPI KALI YEEEE!!!!
Info Artikel

This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 2.5 License.



No comments
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]