Philadelphia dan AIDS
Kemarin malam ngga tau kenapa film yang selalu diputar di hari AIDS sedunia diputar lagi di HBO, dan ngga tau kenapa juga setiap film ini diputar si Sayah gak pernah bisa selesai nonton, ada yang cuman 20 menit pertama atau udah ditengah-tengah dan gak sampe selesai, Tapi kemaren beda mulai dari 20 menit terakhir ketika sidang sudah mau selesai sampai akhirnya Andrew Beckett meninggal.
Inti dari film ini sebetulnya tidak ter fokus kepada AIDS nya itu sendiri tetapi lebih menitik beratkan kepada ke adilan, ya keadilan yang gak peduli apakah dia hitam atau putih, stright atau gay, sembuh atau sakit semuanya harus sama. Di film ini juga di tunjukan bagaimana penguasa (para boss nya Andy) berusaha memanipulasi opini masyarakat dengan mengatakan bukan koq bukan karena dia gay atau AIDS dia dipecat karena gak becus aja dipekerjaan nya.
Film dengan kumpulan pemain terbaik yang dimiliki Hollywood ini memang membuat penonton terbawa dalam emosi, coba bayangkan saja Denzel Washington yang berperan sebagai pengacara kulit hitam yang mau-maunya membela Tom Hanks yang jelas-jelas berkulit putih disaat-saat kebencian rasialis masih begitu kuat di Amerika sana (sebener nya sampe sekarang US masih sangat rasialis dan tidak demokratis cuman gak tau kenapa dia selalu meng agungkan HAM dan Demokrasi untuk membantai rakyat negara lain). Tom Hanks yang dari keluarga kulit putih juga dengan tangan terbuka dan penuh kepercayaan mempercayakan proses persidangan yang kontroversial itu pada Denzel Washington. Atau mungkin anda mungkin akan dibuat ter heran-heran bagaimana masih setia nya Antonio Banderas yang orang latin terhadap Tom Hanks.
Bukan si Sayah bukan pendukung gay atau perkawinan sejenis (ugh) sehingga bisa menyenangi film ini tapi bener-bener karena kualitas dan alur cerita dari film Philadephia ini yang membuat si Sayah sangat terkesan. Sampe sekarang si Sayah masih memikirkan, kapan ya di negara si Sayah bisa ada keadilan seperti yang ada di film itu, kapan ya di Negara si Sayah akan ada kerukunan yang bener-bener tulus seperti di film itu, Atau kapan di Negara si Sayah akan ada orang yang berani berkata tidak dan memperjuangkan kata tidak nya di jalur hukum dan bukan dengan cara-cara yang sedang ngetren sekarang ini dengan maen bawa masa sebanyak-banyaknya lemparin rumah orang dan lain sebagainya.
Dibalik semua pesan moral itu, ada satu realita yang sekarang menjadi perhatian dunia yaitu AIDS, PBB sampai membentuk satu badan khusus untuk mengatasi masalah AIDS ini. Kenapa sih AIDS bisa sangat ditakuti dan mungkin lebih ditakuti dari SARS yang bisa membunuh manusia dalam hitungan hari, Aviant FLU yang juga bisa membunuh orang dengan cepat kenapa AIDS?
Setelah beberapa kali mengikuti seminar HIV/AIDS kesimpulan yang si Sayah dapat mungkin agak sedikit berbeda dari orang lain, si Sayah berpendapat AIDS ditakuti karena AIDS membunuh dengan lambat!!!! ya dengan sangat lambat dari status positif HIV sampai AIDS perlu waktu bertahun-tahun bahkan sampai 12 tahun baru orang yang terkena AIDS meninggal, dan selama waktu itu pula orang yang terkena AIDS harus hidup dengan harapan sembuh yang sangat tipis.. Betul-betul lebih menderita dari SARS atau Aviant FLU.
Jabar khususnya bandung sudah masuk daftar daerah dengan kasus HIV/AIDS yang sangat tinggi, sementara kita gak akan bisa tahu siapa yang kena HIV/AIDS tanpa melakukan test darah. Ah satu lagi yang membuat si Sayah merinding ngeri, apakah gaya hidup si Sayah ini sudah aman atau masih memungkinkan terinveksi sama virus yang menyeramkan itu? setiap bagian tubuh mau terkena jarum, yang paling ditakutkan bukan sakit nya di suntik tapi apakah jarum itu bersih atau tidak.
Sekarang yang bisa dilakukan cuman Berusaha biar bisa menjauhi perilaku beresiko terkena HIV/AIDS sambil berdo’a semoga pribadi, keluarga teman dan semua yang si Saya kenal dijauhkan dari Virus tersebut.
Keep Clean, Keep Stright, jauhi perilaku beresiko dan cegah AIDS sebelum terlambat!!!!
Info Artikel

This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-Noncommercial-Share Alike 2.5 License.



No comments
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]